Dampak Asap Rokok Bagi Ibu dan Janin

Dipublish tanggal: Feb 26, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jul 19, 2019 Waktu baca: 3 menit
Dampak Asap Rokok Bagi Ibu dan Janin

Dikutip dari surat kabar harian tempo, lebih dari sepertiga atau 36,3% penduduk Indonesia saat ini menjadi perokok. Hal yang lebih mencengangkan, saat ini, remaja laki-laki yang merokok kian meningkat. Data pada tahun 2017 memperlihatkan peningkatan jumlah perokok remaja laki-laki mencapai 58,8%. Kebiasaan merokok di Indonesia telah membunuh setidaknya 235 ribu jiwa setiap tahun.

Tidak diragukan lagi, merokok memiliki lebih banyak efek buruk dibandingkan dengan efek baiknya. Asap tembakau mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia yang ratusannya merupakan zat beracun. Dampak dari asap rokok tidak hanya dirasakan perokok sendiri (perokok aktif), tetapi juga orang yang berada di lingkungan asap rokok (environmental tobacco smoke) atau disebut dengan perokok pasif.

Asap rokok yang dihasilkan oleh seorang perokok bisa jadi sangat berbahaya jika terhirup oleh orang sekitar, khususnya ibu hamil. Jika asap rokok terhirup oleh ibu yang sedang hamil, maka asap rokok dapat mempengaruhi kesehatan sang ibu dan bayinya. Untuk lebih jelasnya, mari disimak uraian berikut ini.

Bahaya asap rokok bagi janin di dalam kandungan

  1. Gangguan tumbuh kembang
    Nikotin dan karbon monoksida dalam rokok membuat asupan oksigen ke janin berkurang. Jika Sang ibu sering terpapar asap rokok, maka sama saja memaksa janin untuk bernapas lewat pipa yang sempit. Oksigen yang dibawa darah pun jadi sangat sedikit, sehingga janin kekurangan asupan makanan untuk berkembang, dan bayi lahir sangat kecil.
    Paru-paru mereka pun tidak berkembang dengan sempurna. Di masa depan, anak juga memiliki risiko lebih besar mengalami masalah belajar, mengendalikan perilaku, dan tingkat intelegensia rendah.
  2. Mengalami gangguan pernapasan
    Ibu hamil yang sering terpapar asap rokok juga dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan janin. Bayi yang lahir dari ibu yang merupakan perokok pasif dapat mengakibatkan bayi lahir dengan kesulitan bernapas atau disebut dengan Respiratory Distress of Newborn dan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menderita asma di masa depan.
  3. Bayi lahir premature
    Bahaya merokok bagi ibu hamil lainnya menurut CDC adalah memperbesar risiko bayi lahir prematur. Jika ini terjadi, maka bukan tidak mungkin bila si kecil mengalami berbagai gangguan kesehatan seperti: Kerusakan kemampuan melihat dan mendengar, Gangguan mental, Masalah perilaku dan kemampuan belajar, Komplikasi yang berujung pada kematian.
  4. Cacat bawaan lahir
    Jika ibu hamil menjadi perokok pasif terus-menerus sepanjang masa kehamilan, kemungkinan bayi akan mengalami cacat lahir baik ringan maupun berat. Asap rokok juga merupakan penyebab mutasi gen karena produk beracun berbahaya memasuki tubuh seorang perempuan hamil melalui merokok pasif.
  5. Keguguran
    Keguguran merupakan musibah tragis yang biasanya terjadi pada 3 bulan pertama kehamilan. Namun pada kasus yang tergolong jarang, hal ini dapat terjadi di usia kehamilan 20 minggu atau lebih yang lebih lanjut disebut bayi lahir mati (stillbirth). Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention),menghirup asap rokok bisa meningkatkan kedua komplikasi ini.

Bahaya asap rokok bagi ibu hamil

  1. Ketuban pecah dini
    Sebuah penelitan menunjukan paparan asap rokok pada ibu hamil dapat menyebabkan ketuban pecah dini. Pada penelitian tersebut, ibu hamil yang terpapar asap rokok memiliki peluang 23 kali lebih tinggi untuk mengalami KPD.
  2. Kanker pada leher rahim
    Sebuah penelitan menyatakan paparan asap rokok menyebabkan kejadian lesi pra-kanker leher rahim. Pada penelitian tersebut, paparan asap rokok meningkatkan risiko terjadinya lesi pra-kanker leher rahim sebesar 4 kali dibanding tanpa paparan asap rokok.
  3. Menyebabkan anemia
    Rokok mengandung timbal (Pb), di mana timbal dapat terbawa ke asap rokok dan dapat terhirup oleh perokok aktif maupun pasif. Timbal menghambat enzim asam delta-aminolevulinat dehidrase dan ferrokelatase. Hal ini dapat menyebabkan anemia karena kekurangan zat besi.
  4. Menyebabkan hipertensi
    Asap rokok sendiri juga mengandung komponen lain yang berbahaya bagi ibu hamil yaitu karbon monoksida (CO) dan nikotin. Jika ibu terpapar nikotin, nikotin akan menyebabkan perangsangan terhadap hormon katekolamin (adrenalin) yang bersifat memacu jantung dan tekanan darah. Jantung tidak diberikan kesempatan istirahat dan tekanan darah akan semakin tinggi, yang mengakibatkan timbulnya hipertensi.

Pengaruh rokok terhadap kehamilan sangat serius. Rokok dapat mengurangi aliran darah ke plasenta sehingga berisiko menimbulkan gangguan pertumbuhan janin. Rokok juga dapat meningkatkan risiko keguguran, berat badan bayi rendah, dan gangguan saluran pada nafas bayi.

Semakin lama ibu hamil bersama perokok aktif di dalam rumah dengan rata-rata ibu terpapar asap rokok > 7 jam setiap harinya maka risiko terjadinya komplikasi akibat terpapar asap rokok akan semakin tinggi.

Satu-satunya hal yang dapat dilakukan untuk mencegah permasalahan ini adalah dengan memberikan edukasi kepada setiap orang khususnya pasangan muda yang sedang merencanakan kehamilan untuk lebih hati-hati dalam menjaga kandungan. Umumnya seorang ibu hamil terpapar asap rokok dari suaminya sendiri.

Oleh karena itu, jika Anda seorang wanita hamil maka hindari terpapar asap rokok untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Sebaliknya, jika Anda seorang suami, ada baiknya Anda memberikan yang terbaik untuk anak dan Istri Anda, bukan malah membahayakannya.


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Smoking While You Are Pregnant or Breastfeeding. American Cancer Society. (https://www.cancer.org/cancer/cancer-causes/tobacco-and-cancer/smoking-while-you-are-pregnant-or-breastfeeding.html)
Smoking During Pregnancy - Smoking & Tobacco Use. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (https://www.cdc.gov/tobacco/basic_information/health_effects/pregnancy/index.htm)
Smoking, Pregnancy, and Babies. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (https://www.cdc.gov/tobacco/campaign/tips/diseases/pregnancy.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app