Kapan Ibu Hamil Dikatakan Mengalami Ketuban Pecah Dini?

Dipublish tanggal: Nov 5, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Kapan Ibu Hamil Dikatakan Mengalami Ketuban Pecah Dini?

Normalnya, air ketuban akan pecah tepat sebelum persalinan di mulai. Namun, ada beberapa ibu hamil yang mengalami pecah ketuban sebelum waktunya. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut dengan ketuban pecah dini (KPD). Sebetulnya apa penyebab ketuban pecah dini dan apa yang harus dilakukan bila ibu hamil mengalaminya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini. 

Kapan ibu dikatakan mengalami ketuban pecah dini?

Air ketuban adalah cairan yang mengelilingi janin di dalam kandungan. Cairan ini punya banyak fungsi, mulai dari menghangatkan tubuh janin, memberikan ruang gerak bagi bayi, hingga melindungi bayi dari benturan atau infeksi selama dalam kandungan.

Baca Selengkapnya: 7 Manfaat Ajaib Air Ketuban untuk Kesehatan Bayi dalam Kandungan

Pada kondisi normal, air ketuban akan pecah tepat sebelum persalinan dimulai. Kondisi ini umumnya terjadi pada saat usia janin sekitar 38-40 minggu.

Namun, ada beberapa kondisi yang membuat ketuban pecah sebelum waktunya, dalam istilah medis disebut dengan ketuban pecah dini (KPD). Seorang ibu dikatakan mengalami ketuban pecah dini apabila mengalami kondisi berikut:

  • Air ketuban sudah merembes saat usia kehamilan belum mencapai usia 37 minggu. Semakin muda usianya, maka semakin berbahaya bagi kesehatan ibu dan calon bayi. 
  • Air ketuban sudah pecah saat memasuki waktunya, namun tidak terjadi proses persalinan 24 jam setelahnya. 

Hati-hati, hal ini bisa sangat membahayakan kondisi kesehatan ibu dan calon bayi. 

Baca Juga: Ciri-Ciri Air Ketuban Pecah Atau Merembes dan Penanganannya

Penyebab ketuban pecah dini

Sampai saat ini, penyebab ketuban pecah dini masih belum ketahui secara pasti. Namun, para ahli kandungan mengatakan bahwa tekanan berlebih di sekitar kantung ketuban seperti kontraksi rahim dapat menyebabkan ketuban pecah dini. 

Selain itu, ada beberapa hal lainnya yang dapat meningkatkan risiko ketuban pecah dini, antara lain:

  • Infeksi pada vagina, leher rahim, rahim, maupun saluran kemih 
  • Mengalami kondisi polihidramnion dimana cairan ketuban mengalami volume terlebih 
  • Kantong ketuban yang merenggang secara berlebih karena hamil kembar
  • Ibu yang merokok saat hamil
  • Pernah menjalani operasi pada leher rahim
  • Ada riwayat pecah ketuban dini di kehamilan sebelumnya 
  • Mengalami pendarahan selama kehamilan 
  • Ibu yang mengalami penyakit menular seksual pada masa kehamilan

Apa yang harus dilakukan saat ketuban pecah dini?

Segera konsultasikan pada dokter bila Anda mengalami ciri-ciri ketuban pecah dini saat hamil. Cara mengatasi kondisi ketuban pecah dini akan disesuaikan dengan usia kehamilan, kondisi kesehatan ibu, serta kondisi kesehatan janin dalam kandungan. 

Berikut ialah cara penanganan yang dilakukan oleh dokter pada kasus ketuban pecah dini, yaitu: 

Usia kehamilan di atas 37 minggu 

Jika ibu hamil sudah memasuki usia kehamilan di atas 37 minggu dan mengalami ketuban pecah dini, maka janin dalam kandungan harus segera dilahirkan. Apabila proses kelahiran ditunda dalam waktu yang lama, maka ibu dan bayi dalam kandungan bisa terkena infeksi dan hal ini sangat berbahaya. 

Usia kehamilan 34-37 minggu 

Pada saat pecah ketuban dini terjadi di usia kehamilan memasuki usia 34-37 minggu, dokter biasanya akan menyarankan induksi persalinan. Dengan cara ini, proses persalinan akan dilakukan beberapa minggu lebih awal. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi pada bayi dalam kandungan. 

Usia kehamilan 23-34 minggu 

Bila ketuban pecah dini di usia kehamilan 23-34 minggu, dokter biasanya akan menunda kelahiran supaya janin mempunyai waktu yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Ibu hamil akan diberikan berbagai obat untuk mencegah terjadinya infeksi dan mempercepat perkembangan paru-paru untuk janin.

Usia kehamilan kurang dari 23 minggu 

Ketuban pecah dini pada usia kehamilan kurang dari 23 minggu perlu diwaspadai. Pada usia kehamilan yang masih sangat muda ini, dokter akan melakukan evaluasi untuk menilai apakah ada kemungkinan risiko tinggi apabila kehamilan tetap dipertahankan.

Biasanya, dokter akan memberikan obat-obatan yang berfungsi untuk melemaskan rahim dan memberikan cairan ketuban tambahan. Prosedur ini akan disesuaikan lagi dengan kondisi ibu dan janin dalam kandungan.

Bila Anda menduga mengalami ketuban pecah dini, segera periksakan diri ke dokter kandungan. Begitu juga selama masa-masa kehamilan, cek kandungan secara rutin sangat penting untuk mencegah ketuban pecah dini. Pastikan juga untuk selalu mengonsumsi makanan yang bergizi serta menghindari alkohol dan merokok saat hamil agar janin dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Baca Selengkapnya: Bahaya Air Ketuban Keluar Sebelum Waktunya


8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Healthline (2018). Chorioamnionitis: Infection in Pregnancy. (https://www.healthline.com/health/pregnancy/infections-chorioamnionitis)
Cafasso, J. Healthline (2016). Tests for Premature Rupture of Membranes. (https://www.healthline.com/health/pregnancy/premature-rupture-tests)
American Pregnancy Association (2015). Umbilical Cord Prolapse. (https://americanpregnancy.org/pregnancy-complications/umbilical-cord-prolapse/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel selanjutnya
Waspada Emboli Air Ketuban Yang Mengancam Ibu Hamil
Waspada Emboli Air Ketuban Yang Mengancam Ibu Hamil

Saat terjadi kondisi emboli air ketuban diperlukan penanganan yang cepat, ini dikarenakan dapat memicu berbagai komplikasi yang membahayakan, seperti rusaknya jaringan dikarenakan kekurangan oksigen.

Buka di app