Corneal ulcer - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: May 11, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 942.002 orang


Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Ulkus Kornea: Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan

Di bagian depan mata Anda terdapat lapisan jaringan yang jernih bening yang disebut dengan kornea. Kornea diumpamakan seperti jendela yang memungkinkan cahaya masuk ke mata. Air mata melindungi kornea terhadap paparan bakteri, virus, dan jamur.

Ulkus kornea adalah luka terbuka yang terbentuk pada kornea. Biasanya disebabkan oleh infeksi. Bahkan cedera kecil pada mata atau erosi yang disebabkan oleh penggunaan lensa kontak terlalu lama juga dapat menyebabkan infeksi.

Apa yang menyebabkan ulkus kornea?

Penyebab utama ulkus kornea adalah infeksi.

Acanthamoeba keratitis

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Infeksi ini paling sering terjadi pada pemakai lensa kontak. Acanthamoeba keratitis adalah infeksi amuba dan, meskipun jarang terjadi, infeksi tersebut dapat menyebabkan kebutaan.

Herpes simpleks keratitis

Herpes simplex keratitis adalah infeksi virus yang menyebabkan kambuhnya lesi atau luka berulang di mata. Sejumlah hal yang dapat memicu peradangan, termasuk stress, paparan sinar matahari yang berkepanjangan, atau apa pun yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Keratitis jamur

Infeksi jamur keratitis berkembang setelah terjadi cedera pada kornea yang melibatkan tanaman atau bahan tanaman. Keratitis jamur juga dapat berkembang pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

Penyebab lainnya

Penyebab lain ulkus kornea meliputi:

  • mata kering
  • cedera mata
  • gangguan peradangan
  • mengenakan lensa kontak yang tidak bersih
  • kekurangan vitamin A

Orang yang memakai lensa kontak yang kedaluwarsa atau memakai lensa kontak sekali pakai untuk jangka waktu yang lama berada pada risiko meningkatkan munculnya ulkus kornea.

Tanda dan gejala dari ulkus kornea

Anda mungkin akan melihat tanda-tanda infeksi sebelum Anda mengetahui adanya ulkus kornea. Gejala infeksi meliputi:

  • mata gatal
  • mata berair
  • keluarnya nanah dari mata
  • sensasi terbakar atau menyengat di mata
  • mata merah
  • sensitivitas terhadap cahaya

Gejala dan tanda-tanda ulkus kornea itu sendiri meliputi:

  • radang pada mata
  • sakit mata
  • air mata yang berlebihan
  • penglihatan kabur
  • bintik putih pada kornea Anda
  • kelopak mata bengkak
  • nanah atau keluarnya cairan dari mata
  • sensitivitas terhadap cahaya
  • sensasi adanya benda asing

Semua gejala ulkus kornea adalah gejala yang parah dan harus segera diobati untuk mencegah terjadinya kebutaan. Ulkus kornea sendiri terlihat seperti area abu-abu atau putih atau bercak pada kornea.

Bagaimana cara mencegah terjadinya ulkus kornea?

Cara terbaik untuk mencegah ulkus kornea adalah dengan mencari pengobatan segera setelah Anda mengalami gejala infeksi mata atau segera setelah mata Anda terluka.

Langkah-langkah pencegahan bermanfaat lainnya termasuk:

  • menghindari tidur saat mengenakan lensa kontak
  • membersihkan dan mensterilkan lensa kontak sebelum dan sesudah memakainya
  • membilas mata Anda untuk menghilangkan adanya benda asing
  • cuci tangan Anda sebelum menyentuh mata Anda

Bagaimana cara mengobati ulkus kornea?

Diagnosa

Dokter mata dapat mendiagnosis ulkus kornea selama pemeriksaan mata. Salah satu pemeriksaan yang digunakan untuk memeriksa ulkus kornea adalah pewarnaan mata fluorescein. Pada pemeriksaan tersebut, dokter mata meneteskan setetes pewarna oranye ke selembar kertas yang tipis. Kemudian, dokter memindahkan pewarna tersebut ke mata Anda dengan sedikit menyentuh kertas tipis tadi ke permukaan mata Anda. Kemudian dokter menggunakan mikroskop yang disebut slit-lamp untuk menyinari cahaya violet khusus ke mata Anda untuk mencari area yang rusak pada kornea Anda. Kerusakan kornea akan terlihat hijau ketika lampu violet bersinar di atasnya.

Jika Anda memiliki ulkus pada kornea Anda, dokter mata Anda akan menyelidiki untuk mengetahui penyebabnya. Untuk melakukannya, dokter dapat membuat mati rasa pada mata Anda dengan obat tetes mata, kemudian dengan lembut mengikis ulkus untuk mendapatkan sampel untuk pemeriksaan. Tes akan menunjukkan apakah ulkus tersebut mengandung bakteri, jamur, atau virus.

Pengobatan

Setelah dokter mata Anda menemukan penyebab ulkus kornea, mereka dapat meresepkan obat mata antibakteri, antijamur, atau antivirus untuk mengobati masalah yang mendasarinya. Jika infeksinya buruk, dokter mungkin akan memberikan Anda obat tetes mata antibakteri saat dokter menguji kerokan ulkus untuk mengetahui penyebab infeksi. Selain itu, jika mata Anda meradang dan bengkak, Anda mungkin harus menggunakan obat tetes mata kortikosteroid.

Selama pengobatan, dokter Anda kemungkinan akan meminta Anda untuk menghindari hal-hal berikut:

  • memakai lensa kontak
  • memakai make-up
  • minum obat-obatan lain
  • menyentuh mata Anda jika tidak perlu

Transplantasi kornea

Pada kasus yang parah, ulkus kornea mungkin membutuhkan transplantasi kornea. Transplantasi kornea melibatkan operasi pengangkatan jaringan kornea dan penggantiannya dengan jaringan donor. Menurut Mayo Clinic, transplantasi kornea adalah prosedur yang cukup aman. Tetapi seperti prosedur bedah lainnya, transplantasi kornea juga memiliki beberapa risiko. Operasi ini dapat menyebabkan komplikasi kesehatan di kemudian hari seperti:

  • penolakan jaringan donor
  • perkembangan glaukoma
  • infeksi mata
  • Katarak
  • pembengkakan kornea

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit