Clematis: Informasi Manfaat dan Cara Kerja

Dipublish tanggal: Apr 9, 2019 Update terakhir: Okt 26, 2020 Waktu baca: 2 menit

Clematis adalah tanaman herbal yang bagian daun dan bunganya digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Mulai dari nyeri sendi (rematik), sakit kepala, varises, sifilis, asam urat, penyakit tulang, hingga retensi cairan.

Beberapa orang menggunakan Clematis langsung ke kulit untuk mengobati lecet, luka, atau bisul pada kulit. Manfaat ini berasal dari adanya bahan kimia tertentu dalam bunga Clematis yang disinyalir mampu mengatasi iritasi kulit. Terutama pada saat menggunakan bunga Clematis yang dihancurkan.

Clematis memiliki sifat antiinflamasi, sitotoksik, dan antimikroba yang membantu mengurangi peradangan. Kombinasi sifat-sifat tersebut mampu menghambat produksi zat sitokin proinflamasi dan enzim siklooksigenase (COX).

Enzim siklooksigenase adalah enzim yang berperan dalam pembentukan prostanoid (termasuk tromboksan) dan prostaglandin (termasuk prostasiklin). Ekstrak etanol dari bunga Clematis dapat mengambat COX-1, COX-2, dan senyawa 5-lipoksigenase. Dengan menghambat enzim COX, maka gejala peradangan dan nyeri tubuh akan berkurang secara perlahan.

Mengenai Clematis

Golongan

-

Kemasan

Ekstrak dan teh

Kandungan

  • Alkaloid
  • Glikosida
  • Saponin
  • 15% protein
  • 14% lemak
  • Anemonin
  • Asam palmitat
  • 3-hidroksil-4-metoksilbenzaldehida

Manfaat Clematis

Daun dan bunga Clematis dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah berikut ini:

Namun memang, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan manfaat Clematis bagi kesehatan.

Efek samping Clematis

Pada dasarnya, penggunaan daun atau bunga Clematis yang masih segar cenderung tidak aman. Pasalnya, hal ini dapat menyebabkan kolik, diare, dan iritasi parah pada lambung, usus, dan saluran kemih.

Clematis juga tidak aman digunakan pada kulit. Semakin lama ditempelkan pada kulit, Clematis dapat mengakibatkan luka bakar dan kulit melepuh. Proses penyembuhannya pun cenderung lama.

Sementara untuk Clematis dalam bentuk kering, belum ada penelitian medis yang membuktikan keamanannya secara oral maupun saat dioleskan pada kulit. Bila Anda mengalami salah satu atau beberapa efek samping Clematis, segera konsultasikan ke dokter terdekat.

Dosis Clematis

Dosis Clematis berbeda-beda pada setiap orang, tergantung dari usia dan kondisi kesehatan pasien. Namun, sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang cukup mengenai dosis Clematis yang aman dan tepat.

Penting diketahui bahwa tidak semua produk alami alias herbal tergolong aman. Pastikan untuk selalu mengikuti petunjuk yang tertera pada label kemasan. Sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter atau apoteker sebelum menggunakan Clematis sebagai obat herbal.

Interaksi Clematis

Belum ditemukan kemungkinan interaksi Clematis dengan obat-obatan lainnya. Beri tahukan dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda konsumsi untuk mencegah potensi interaksi obat.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan Clematis adalah sebagai berikut:

  • Ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak tidak disarankan untuk menggunakan Clematis, baik secara oral maupun dioleskan pada kulit. Belum ada penelitian yang membuktikan keamanannya.
  • Clematis tidak bisa menggantikan obat-obatan yang diberikan dokter. Hindari menggunakan Clematis tanpa pengawasan dokter maupun ahli herbal.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Clematis Uses, Benefits & Dosage Herbal Database. Drugs.com. (https://www.drugs.com/npp/clematis.html)
Clematis: Uses, Side Effects, Interactions, Dosage, and Warning. WebMD. (https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-628/clematis)
Clematis: Health Benefits, Uses, Side Effects, Dosage & Interactions. RxList. (https://www.rxlist.com/clematis/supplements.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app