Chlorpheniramine: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 7, 2019 Update terakhir: Okt 24, 2020 Tinjau pada Apr 9, 2019 Waktu baca: 3 menit

Definisi Chlorpheniramine

Chlorpheniramine adalah obat antihistamin yang nurunkan efek zat kimia histamin yang dihasilkan secara alami dari tubuh. Histamine dapat menyebabkan gejala bersin-bersin, gatal-gatal, mata berair dan hidung meler. Chlorpheniramine digunakan untuk mengobati hidung meler, bersin-bersin, gatal-gatal dan mata berair yang disebabkan alergi, pilek biasa atau flu. Chlorpheniramine juga dapat digunakan untuk berbagai keperluan yang tidak disebutkan di sini.

Selalu tanyakan pada dokter sebelum memberikan obat batuk atau pilek pada anak-anak. Kematian dapat terjadi apabila Anda menyalahgunakan obat batuk dan pilek pada anak-anak yang masih kecil.

Mengenai Chlorpheniramine

Golongan:

Obat resep dan obat bebas

Kemasan:

Tablet, sirop

Kandungan:

Antihistamin

Manfaat Chlorpheniramine

Obat chlorpheniramine dapat digunakan untuk mengobati hidung meler, bersin-bersin, gatal-gatal dan mata berair yang disebabkan alergi, pilek biasa, flu, gigitan serangga, paparan debu atau bulu binatang.

Obat ini bekerja dengan cara menghambat kerja histamin, senyawa di dalam tubuh yang memicu terjadinya gejala alergi.

Dosis dan Cara Penggunaan Chlorpheniramine

Jika Anda menggunakan Chlorpheniramine yang dijual bebas, baca segala petunjuk pada kemasan produk sebelum menggunakan obat ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke farmasis. Jika Chlorpheniramine merupakan resep dari dokter, minum sesuai petunjuk dari dokter.

Dosis yang biasa direkomendasikan adalah:

  • Anak-anak usia 1 tahun hingga kurang dari 2 tahun: 1 mg, dua kali sehari.
  • Anak-anak usia 2-5 tahun: 1 mg, tiap 4-6 jam. Batas maksimal dosis per hari adalah 6 mg.
  • Anak-anak usia 6-11 tahun: 2 mg, tiap 4-6 jam. Batas maksimal dosis per hari adalah 12 mg.
  • Anak-anak usia di atas 12 tahun hingga dewasa: 4 mg, tiap 4-6 jam. Batas maksimal dosis per hari adalah 24 mg, dan 12 mg bagi orang berusia di atas 65 tahun.

Jika Anda meminum kapsul lepas lambat (extended release), kapsul harus ditelan utuh. Jangan menggerus atau mengunyah kapsul lepas lambat atau tablet, karena dapat merusak obat dan meningkatkan risiko terjadinya efek samping. Selain itu, jangan mematahkan tablet lepas lambat kecuali terdapat petunjuknya atau diperintahkan oleh dokter atau farmasis. Telan tablet secara keseluruhan atau patahkan tablet tanpa digerus maupun dikunyah.

Jika Anda meminum bentuk cair, gunakan alat takar obat untuk mendapatkan takaran yang sesuai. Jangan menggunakan sendok makan biasa. Jika Chlorpheniramine dalam bentuk suspensi, kocok botol dengan baik sebelum meminum dosis Anda. Dosis yang diberikan kepada Anda sesuai dengan umur, kondisi medis dan respon terhadap terapi. 

Jangan meningkatkan dosis atau meminum Chlorpheniramine lebih dari yang direkomendasikan dokter atau instruksi pada kemasan tanpa persetujuan dokter. Minum obat secara rutin untuk mendapatkan manfaatnya. Untuk membuat Anda selalu ingat, minum pada jam yang sama setiap hari. Jika kondisi Anda tidak ada kemajuan atau memburuk, atau merasa Anda malah memiliki masalah kesehatan serius, segera periksakan ke dokter.

Efek samping penggunaan Chlorpheniramine

Segera hubungi gawat darurat jika Anda mengalami tanda reaksi alergi seperti bintik-bintik merah, kesulitan bernafas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah dan tenggorokan. Hentikan penggunaan Chlorpheniramine dan segera periksakan ke dokter apabila Anda mengalami:

  • Denyut jantung yang cepat atau tidak beraturan
  • Perubahan suasana hati
  • Gemetar, kejang (konvulsi)
  • Mudah memar atau berdarah, kelemasan yang tidak biasa
  • Nafas yang pendek
  • Buang air kecil terlalu sedikit atau tidak sama sekali

Efek samping yang umum terjadi antara lain:

  • Pusing, merasakan kantuk
  • Mulut, hidung atau tenggorokan kering
  • Sembelit
  • Pengelihatan buram
  • Merasa tegang atau lelah
  • Euphoria
  • Sakit kepala
  • Tekanan darah tinggi
  • Impotensi
  • Insomnia
  • Jumlah platelet yang rendah
  • Kebas dan mati rasa
  • Mendenging di telinga
  • Rasa sesak di dada

Peringatan penggunaan Chlorpheniramine

Anda tidak diperbolehkan untuk menggunakan Chlorpheniramine apabila Anda menderita glaukoma sudut lancip, penghalang pada perut atau usus, prostat yang membersar, jika Anda tidak mampu buang air kecil atau jika Anda mengalami serangan asthma. Tanyakan pada dokter apakah aman bagi Anda untuk menggunakan Chlorpheniramine jika Anda menderita

Chlorpheniramine dianggap tidak menggagnggu perkembangan janin. Jangan menggunakan Chlorpheniramine tanpa saran dari dokter apabila Anda sedang hamil. Chlorpheniramine dapat masuk ke dalam air susu ibu dan mengganggu penyusuan bayi. Antihistamin dapat memperlambat produksi air susu. Jangan menggunakan Chlorpheniramine tanpa saran dari dokter apabila Anda sedang menyusui bayi Anda. Obat pilek  yang mengandung pemanis buatan mungkin mengandung phenylalanine. Jika Anda memiliki phenylketonuria (PKU), cek pada label obat untuk mengetahui apakah produk Chlorpheniramine mengandung phenylalanine.


4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Chlorpheniramine: Side Effects, Dosages, Treatment, Interactions, Warnings. RxList. (https://www.rxlist.com/consumer_chlorpheniramine_chlortrimeton/drugs-condition.htm)
Chlorpheniramine Uses, Side Effects & Warnings. Drugs.com. (https://www.drugs.com/mtm/chlorpheniramine.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app