Cegah Penularan Virus Corona dengan Masker

Dipublish tanggal: Jan 29, 2020 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Feb 19, 2020 Waktu baca: 4 menit
Cegah Penularan Virus Corona dengan Masker

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Virus Corona (Covid-19) yang termasuk penyakit infeksi saluran pernapasan diduga dapat menular melalui bersin ataupun batuk
  • Salah satu cara mencegah penularan virus Corona (Covid-19) adalah dengan menggunakan masker pelindung
  • Penggunaan masker yang benar harus bisa menutupi bagian hidung dan mulut dengan rapat
  • Ada beragam jenis masker yang bisa digunakan, termasuk masker bedah (surgical mask) dan N95 Respirator

Penjualan masker di seluruh dunia meningkat drastis sejak pemberitaan kasus virus Corona (2019-CoV) atau dikenal dengan istilah baru Covid-19 mulai merebak, bahkan salah satu website penjualan online terbesar di China telah melaporkan seluruh masker telah terjual habis. Tetapi produsen masker terus mengupayakan untuk meningkatkan jumlah produksi dan mendistribuksikan lebih cepat terutama ke wilayah yang terdampak kasus virus Corona. 

Penggunaan masker sendiri menjadi salah satu upaya pencegahan dini. Karena virus Corona yang awalnya diduga hanya bisa menular dari hewan ke manusia, ternyata dilaporkan juga bisa menular antar manusia, tepatnya melalui udara. Meski tak dapat memberikan perlindungan sepenuhnya dari bahaya virus Corona, tetapi penggunaan masker tentu saja membantu menghindari paparan batuk atau bersin secara langsung. Oleh karena itu, para ahli kesehatan menyarankan penggunaan masker sebagai salah satu cara pencegahan.

Iklan dari HonestDocs
Beli PARATUSIN 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Paratusin tablet 3

Sebenarnya masker jenis apapun bisa digunakan untuk mengurangi risiko penularan virus Corona asal digunakan secara benar. Tetapi sejumlah dokter spesialis pernapasan dan penyakit menular menyarakan 2 jenis masker untuk membantu mencegah virus Corona, yaitu masker bedah standar (surgical mask) yang biasa digunakan oleh dokter dan tim bedah saat operasi dan masker N95 respirator yang umumnya digunakan untuk mencegah polusi udara.

Selain itu, WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) juga merekomendasikan untuk setiap tenaga kerja medis yang bertugas merawat pasien virus Corona (Covid-19) harus dilengkapi dengan prosedur keselamatan yang sesuai, meliputi masker, sarung tangan, kacamata pelindung, jaket penutup badan, dan sepatu khusus. Karena penggunaan kelengkapan dapat membantu mengurangi risiko penularan hingga 85 persen.

Baca juga: Daftar APD (Alat Pelindung Diri) yang Wajib Digunakan Tenaga Medis dalam Menangani Pasien Covid-19

Perbedaan masker bedah dan masker N95 dalam mencegah penularan virus Corona

Masker bedah (surgical mask) memiliki kemampuan untuk menghalangi atau memblokir tetesan cairan dan mencegah paparan virus secara langsung dari orang lain karena terdiri dari 3 lapisan pelindung, termasuk filter dan penangkal partikel. Tetapi masker jenis ini tidak bisa menawarkan perlindungan menyeluruh terhadap virus yang ada di udara karena  umumnya masih terdapat rongga yang menyebabkan partikel kecil masih bisa masuk ke celah-celah masker.

Cegah Virus Corona, Beli Surgical Mask di sini

Sementara itu, jenis masker lain yang bisa digunakan mencegah virus Corona adalah N95 respirator yang dirancang untuk menghalangi masuknya 95 persen partikel kecil yang berada di sekitar area hidung dan mulut yang diklaim lebih efektif mencegah penularan virus Corona. Tetapi penggunaan masker N95 respirator ini cenderung menyebabkan penggunanya mengalami kesulitan bernapas.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk dan Flu via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 9

Cegah Virus Corona, Beli N95 Respirator di sini

Tak hanya digunakan untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) saja, tetapi setiap orang yang sedang mengalami batuk atau pilek disarankan untuk menggunakan masker agar tidak menularkan ke orang lain. Masker juga tidak disarankan untuk digunakan terlalu lama, cukup sekali pakai sekitar 3-4 jam untuk menghindari penumpukan kuman atau virus yang telah menempel pada masker. Selain itu, jika masker terasa sudah basah, rusak, atau kotor maka harus segera dibuang ke tempat sampah.

Cara penggunaan masker yang benar dalam mencegah virus Corona

Untuk mencegah virus Corona, penggunaan masker dengan benar tentu sangat penting dilakukan. Masker harus dapat menutupi bagian hidung dan mulut secara rapat sehingga tidak terdapat celah udara yang masuk dari luar. Berikut ini cara penggunaan masker yang benar dalam mencegah virus Corona:

  • Gunakan masker baru yang sesuai dengan ukuran wajah
  • Cuci tangan terlebih dahulu sebelum memakai atau menyentuh masker
  • Pasang masker dengan posisi yang benar. Warna putih berada menutupi hidung dan mulut, sementara warna hijau atau lainnya yang terlihat dari luar
  • Pastikan bahwa garis kawat pada masker berada di bagian atas (hidung), lalu tarik sisa masker hingga ke bagian bawah mulut (dagu)
  • Eratkan seluruh bagian masker hingga menutupi bagian wajah dengan rapat

Setelah digunakan, masker dapat dilepas dengan menarik bagian ikatan pada telinga. Hindari menarik bagian tengah masker, tepatnya di depan mulut dan hidung karena di situlah biasanya penumpukan kuman atau virus terjadi. Setelah melepas masker, segera buang ke tempat sampah dan cuci tangan Anda.

Selain menggunakan masker dalam mencegah virus Corona (Covid-19), setiap orang juga disarankan untuk menjaga kebersihan diri sendiri dengan rajin cuci tangan, menghindari kontak dengan orang sakit, meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat yang bergizi dan istirahat cukup.

Baca juga: Langkah Cuci Tangan yang Benar

Jaga kebersihan diri sendiri dan orang terdekat dari virus Corona (Covid-19) dengan rajin cuci tangan dengan sabun, kenakan masker pelindung, gunakan tisue ketika bersin atau batuk, dan hindari tempat keramaian. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, istirahat cukup, dan minum air putih serta multivitamin.    

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, bersin, atau kondisi lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan. 
Untuk informasi atau laporan mengenai kasus Covid-19, bisa melihat di website resmi www.covid19.go.id atau menghubungi hotline Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) khusus COVID-19 di nomor 119 ext. 9. 
Pencegahan dan penanganan awal akan membantu mengurangi risiko bahaya atau komplikasi yang lebih parah.

Sekilas Mengenai Covid-19

Covid-19 atau penyakit yang disebabkan oleh virus Corona telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Virus tersebut dapat menyebabkan gangguan pernapasan dengan gejala demam, batuk, bersin, sakit kepalasesak nafas, nyeri dada, hingga menyebabkan pingsan. 

Penularan virus bisa terjadi melalui batuk atau bersin, bersentuhan dengan penderita, serta menyentuh benda yang telah terkontaminasi karena virus dapat bertahan hingga 24 jam di permukaan benda. Untuk mencegah penyebaran virus Corona, sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri.

Baca selengkapnya: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Coronavirus

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Livescience. Coronavirus cases exceed 14,000: Live updates on 2019-nCoV. (https://www.livescience.com/new-china-coronavirus-faq.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app