Daftar APD (Alat Pelindung Diri) yang Wajib Digunakan Tenaga Medis dalam Menangani Pasien Covid-19

Dipublish tanggal: Apr 1, 2020 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 4 menit
Daftar APD (Alat Pelindung Diri) yang Wajib Digunakan Tenaga Medis dalam Menangani Pasien Covid-19

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) sangat penting dan dibutuhkan bagi para petugas medis yang bertugas di rumah sakit dalam menangani pasien Covid-19
  • Penggunaan Alat Pelindung Diri terdiri dari banyak komponen yang digunakan sebagai pelindung dari kepala hingga kaki
  • APD seperti masker, sarung tangan, pakaian (baju hazmat), dan penutup kepala seharusnya hanya digunakan sekali pakai dan segera dibuang. 
  • Untuk APD seperti sepatu dan kacamata pelindung masih bisa digunakan kembali selama beberapa kali tapi harus rajin dibersihkan setiap kali digunakan
  • APD harus segera diganti atau dibuang untuk mencegah virus tidak terbawa dan menyebabkan kontaminasi di tempat lain

Beberapa hari lalu sempat beredar video di mana terdapat dua orang yang menggunakan baju hazmat masuk ke dalam supermarket untuk berbelanja. Hal tersebut tentu tidak lazim digunakan oleh orang awam ketika berada di tempat umum. Haruskah kita menggunakan baju hazmat ketika keluar rumah? 

Jawabannya tentu tidak. Yang perlu dilakukan adalah dengan menghindari kerumunan orang, menjaga jarak aman dengan orang lain (physical distancing), seminimal mungkin keluar rumah kecuali untuk hal penting dan mendesak, serta kurangi menyentuh bagian wajah dan rajin mencuci tangan. Karena selain menjaga kesehatan serta kebersihan diri sendiri dan orang terdekat, mengurangi aktivitas di luar rumah juga menjadi kunci penting dalam menghambat laju penyebaran virus Covid-19.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

Dalam kondisi seperti saat ini, setiap orang pasti ingin terhindar dari segala jenis penyakit, termasuk virus Corona (Covid-19) yang telah menyebar hampir ke seluruh dunia dan menewaskan puluhan ribu orang. Tetapi kepedulian terhadap sesama juga harus diperhatikan, terutama para petugas medis yang telah mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan para pasien tentu harus mendapat perlindungan penuh. Karena keterbatasan akan APD tentu dapat membahayakan nyawa para petugas medis ketika harus berhadapan dengan pasien yang terjangkit virus Covid-19. 

Daftar APD (Alat Pelindung Diri) dalam Menangani Pasien Covid-19

Berikut ini merupakan dasar protokol kesehatan yang dibutuhkan oleh para petugas medis menurut WHO (Organisasi Kesehatan Dunia). Perlengkapan APD lengkap berupa baju penutup (baju hazmat), penutup kepala, kacamata pelindung, masker N95, sarung tangan, dan sepatu.

Baju hazmat

Baju hazmat sendiri termasuk ke dalam APD (Alat Pelindung Diri) yang seharusnya digunakan oleh para petugas medis seperti dokter dan perawat di rumah sakit. Baju hazmat umumnya terbuat dari bahan Tyvek dengan serat khusus. 

Tetapi belakangan ini ketersediaan baju hazmat atau pakaian pelindung cukup sulit didapat sehingga para petugas medis pun harus berjuang menangani penderita Covid-19 hanya dengan menggunakan jas hujan atau pakaian seadanya.

Masker N95

Bagi para petugas medis sangat disarankan untuk menggunakan masker N95 untuk mencegah terpaparnya partikel halus, termasuk mikroorganisme ataupun cairan tubuh (droplet). Penggunaan masker N95 sendiri juga sebaiknya memiliki standar surgical N95 respirator yang tahan terhadap cairan, karena virus Covid memiliki sifat aerosol sehingga bisa menyebar di udara hingga sekitar 3 jam.

Kacamata pelindung

Kacamata pelindung yang digunakan sebagai APD para petugas medis dalam menangani pasien penderita Covid-19 dibuat tanpa memiliki celah sehingga menempel lembut pada wajah. Dilengkapi pula dengan ventilasi tambahan untuk memperlancar sirkulasi udara.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

Sarung tangan

APD ini sangat penting dan wajib digunakan oleh para petugas medis seperti dokter dan perawat, karena bersentuhan langsung dengan penderita. Sarung tangan yang disarankan oleh WHO juga terdiri dari dua lapisan (ganda) dan dengan ukuran yang cukup panjang sehingga menutupi kulit. 

Jenis sarung tangan yang digunakan umumnya berbahan dasar nitril yang hanya boleh digunakan sekali buang. Bahan nitril tersebut lebih ramah lingkungan, tahan bahan kimia, klorin, hingga larutan disinfektan.

Penutup kepala dan sepatu

Penutup kepala yang dimaksud berupa topi pelindung yang menutup bagian kepala hingga wajah secara keseluruhan. Tetapi penutup kepala umumnya terpisah dari pakaian pelindung tubuh, sehingga mudah dilepaskan. 

Sementara sepatu pelindung tentu digunakan untuk melindungi kaki dari beragam hal, seperti lantai basah, adanya benda tajam yang jatuh di ruang perawatan atau operasi, hingga paparan droplet atau cairan yang mungkin jatuh ke lantai.

Tak hanya itu, penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) juga sebenarnya tidak boleh digunakan berkali-kali. APD seperti masker, sarung tangan, pakaian (baju hazmat), dan penutup kepala seharusnya hanya digunakan sekali pakai dan segera dibuang. Sementara itu untuk sepatu dan kacamata pelindung masih bisa digunakan beberapa kali tetapi harus dibersihkan secara berkala.

Kebutuhan APD sangat diperlukan guna melindungi tenaga medis dari bahaya paparan virus yang ada di ruangan dan saat bersentuhan dengan pasien, serta harus segera diganti untuk mencegah agar virus tidak terbawa dan menyebabkan kontaminasi di tempat lain.

Jaga kebersihan diri sendiri dan orang terdekat dari virus Corona (Covid-19) dengan rajin cuci tangan dengan sabun, kenakan masker pelindung, gunakan tisue ketika bersin atau batuk, dan hindari tempat keramaian. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, istirahat cukup, dan minum air putih serta multivitamin.

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, bersin, atau kondisi lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan. 
Untuk informasi atau laporan mengenai kasus Covid-19, bisa melihat di website resmi www.covid19.go.id atau menghubungi hotline Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) khusus COVID-19 di nomor 119 ext. 9. 
Pencegahan dan penanganan awal akan membantu mengurangi risiko bahaya atau komplikasi yang lebih parah.

Sekilas Mengenai Covid-19

Covid-19 atau penyakit yang disebabkan oleh virus Corona telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Virus tersebut dapat menyebabkan gangguan pernapasan dengan gejala demam, batuk, bersin, sakit kepalasesak nafas, nyeri dada, hingga menyebabkan pingsan. 

Penularan virus bisa terjadi melalui batuk atau bersin, bersentuhan dengan penderita, serta menyentuh benda yang telah terkontaminasi karena virus dapat bertahan hingga 24 jam di permukaan benda. Untuk mencegah penyebaran virus Corona, sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri.

Baca selengkapnya: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Coronavirus

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
WHO. Rational use of personal protective equipment (PPE) for coronavirus disease (COVID-19). https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/331498/WHO-2019-nCoV-IPCPPE_use-2020.2-eng.pdf
Health Government New Zealand. Personal Protective Equipment (PPE): for staff caring for COVID-19 positive patients in hospital. (https://www.health.govt.nz/system/files/documents/pages/hp7353-ppe-ipc-poster-positive-people-in-hospital-28mar20-v3.pdf)
Department of Health Australian Government. Interim recommendations for the use of personal protective equipment (PPE) during hospital care of people with Coronavirus disease (COVID-19). (https://www.health.gov.au/sites/default/files/documents/2020/03/interim-recommendations-for-the-use-of-personal-protective-equipment-ppe-during-hospital-care-of-people-with-coronavirus-disease-2019-covid-19.pdf)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app