Doctor men
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN
Kesehatan Fisik

Waspadai Risiko Pencemaran Udara

Update terakhir: OCT 16, 2019 Tinjau pada OCT 16, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.800.026 orang

Waspadai Risiko Pencemaran Udara

Pencemaran udara terjadi ketika adanya bahan kimia atau partikel di udara yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Sebagian sumber pencemaran udara disebabkan oleh emisi atau limbah pembuangan dari pabrik maupun kendaraan, ini disebut dengan antropogenik atau sumber pencemaran udara buatan. Sementara asap kebakaran hutan dan abu gunung berapi merupakan sumber pencemaran udara yang terjadi secara alami. 

Mengapa kita perlu mewaspadai risiko pencemaran udara yang terjadi?

Kualitas udara yang buruk dapat menimbulkan efek bagi kesehatan, baik efek jangka pendek maupun jangka panjang. Beberapa efek samping akibat pencemaran udara di antaranya adalah sakit kepala, pusing, mual, pneumonia atau bronkhitis, iritasi pada hidung, tenggorokan, mata serta kulit.

Selain itu, efek jangka panjang dari pencemaran udara juga dapat menyebabkan penyakit yang cukup serius, seperti jantung, kanker paru-paru, emfisema, serta dapat menyebabkan kerusakan saraf, otak, ginjal, hati, dan organ lainnya. Beberapa penelitian juga menduga pencemaran udara dapat menyebabkan cacat lahir.

Dampak pencemaran udara juga dapat menimbulkan beberapa penyakit, seperti kerusakan kulit atau gangguan pada kulit lainnya, psikosis atau gangguan mental lainnya, serta asma atau gangguan pernapasan lainnya. Baca juga: Dampak Bahaya Polusi Udara Bagi Kesehatan

Berapa batas kadar udara yang dapat dinyatakan masih aman?

Menurut data dari Air Visual yang dirilis Greenpeace Indonesia, Jakarta disebut-sebut sebagai kota yang memiliki polusi udara terburuk se-Asia Tenggara pada tahun 2018 lalu. Data tersebut menggunakan metode pengukuran indeks kualitas udara dengan menghitung konsentrasi rata-rata tahunan Particulate Matter (PM) 2,5.

Batas aman tahunan yang ditetapkan menurut standar nasional adalah 15 µg/m3 dan jika mengacu pada standar World Health Organization (WHO) adalah sebesar 10 g/m3. Sementara, konsentrasi rata-rata tahunan di Jakarta berdasarkan indeks PM 2,5 mencapai 45,3 µg/m3 dan ini sudah melebihi batas aman tahunan yang telah ditetapkan.

Untuk penyebab pencemaran udara di Jakarta sendiri, menurut Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) disebabkan oleh polusi kendaraan bermotor yang mencapai 70%. Sehingga pemerintah menempuh beberapa upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan pemberlakuan bahan bakar setara EURO4, uji emisi kendaraan bermotor secara reguler, serta penerapan eco-driving.

Selain itu, juga telah diadakan Car Free Day, penghijauan Taman Kota/Hutan Kota, hingga pengembangan transportasi massal seperti bus TransJakarta, Commuter Line Jabodetabek, serta MRT dan LRT untuk mengurangi polusi udara.

Bagaimana solusi untuk mencegah bahaya pencemaran udara?

Selain melalui program pemerintah untuk mengurangi dampak pencemaran udara, kita juga sebagai masyarakat perlu menerapkan upaya untuk memperbaiki kualitas udara yang kurang baik dalam kehidupan kita sehari-hari. 

Mengatasi dampak pencemaran udara di lingkungan sekitar

Beberapa cara mengatasi pencemaran udara adalah dengan:

  • Mengurangi produk kemasan serta pemakaian plastik, kardus, styrofoam, dan aluminium
  • Mengganti sarana transportasi dengan menggunakan kendaraan umum
  • Mengurangi konsumsi rokok
  • Mengurangi pemakaian listrik jika tidak diperlukan
  • Melakukan perjalanan singkat dengan bersepeda atau berjalan kaki
  • Tidak melakukan pembakaran sampah
  • Melakukan penghijauan di sekitar rumah

Cara mengatasi pencemaran udara di atas selain baik untuk lingkungan dan alam, tetapi baik juga bagi kesehatan kita. Tetapi tidak hanya itu saja, ketika Anda sedang beraktivitas di luar ruangan dan merasakan atau melihat kondisi udara yang kurang baik, Anda juga memerlukan beberapa perlindungan, salah satunya adalah dengan menggunakan masker. Tapi apakah masker efektif menghindari kita dari polusi udara?

Penggunaan masker dalam melawan polusi udara

Tidak semua masker yang sering kita lihat sehari-hari dibuat khusus untuk mengatasi polusi udara, tetapi masker yang bagus adalah masker yang dapat membantu mengurangi dan menyaring masuknya udara kotor ke hidung dan mulut yang mungkin saja terdiri dari berbagai jenis bakteri atau virus.

Dalam penggunaan khusus untuk mengurangi dampak pencemaran udara bagi pernapasan, Anda dapat menggunakan masker N95 Respirator, di mana masker ini bukanlah masker wajah biasa, tetapi bentuk masker N95 ini dibuat khusus untuk menutupi mulut dan hidung serta dilengkapi dengan alat penyaring partikel berbahaya yang berukuran kecil sekalipun.

Namun saat ini penjualan N95 tidak begitu banyak di pasaran serta jarang digunakan sehari-hari, selain dikarenakan harga masker N95 yang tergolong cukup mahal, masih banyak masyarakat yang belum memiliki kesadaran yang tinggi akan bahaya dan dampak pencemaran udara bagi kesehatan

Sehingga untuk menyiasatinya, Anda dapat menggunakan masker wajah entah masker kain atau masker kertas sekali pakai yang cukup banyak dijual di pasaran seperti di apotek, toko obat, maupun toko retail. Selain itu, Anda juga dapat membelinya di Honestdocs.

Detoksifikasi juga penting!

Jangan salah, detox tidak hanya berguna untuk mengeluarkan racun akibat konsumsi makanan atau minuman yang masuk melalui mulut saja, tetapi dari udara yang tercemar pun mengandung racun yang tentunya tidak baik bagi kesehatan.

Tubuh yang terus menerus terpapar polusi udara dapat membuat tubuh menjadi mudah sakit. Hal ini disebabkan juga oleh racun yang menumpuk di dalam tubuh sehingga membuat sistem kekebalan tubuh harus bekerja lebih keras. Maka dari itu, perlu dilakukannya detox sehingga tubuh akan menjadi bersih dari racun dan fungsi organ tubuh dapat bekerja secara normal kembali.

Anda dapat melakukan detox dengan melakukan diet gizi seimbang, seperti sayuran, buah, dan biji-bijian, mengonsumsi lebih banyak air putih, serta berolahraga teratur. Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi air alkali atau infused water yang kaya antioksidan sehingga tubuh akan menjadi lebih sehat dan membantu mengatasi penuaan dini. 

Anda juga disarankan untuk sesekali menghirup udar segar di daerah pegunungan yang bebas dari paparan debu dan polusi untuk menetralkan kembali paru-paru yang mungkin sudah terpapar udara kotor.

Referensi

Nationalgeographic.org. Air pollution.

Menlhk.go.id. (2019). KLHK: Indeks Kualitas Udara Kota Jakarta Tidak Buruk.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit