Cefmetazole : Manfaat,Efek Samping,dan Dosis

Update terakhir: Feb 21, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 525.634 orang

Cefmetazole adalah antibiotik parenteral, artinya obat ini digunakan dengan cara disuntikan. Baik itu disuntikan melalui pembuluh darah maupun disuntikan masuk ke dalam otot. Cefmetazole diklasifikasikan sebagai generasi kedua cephalosporin. 

Penggunaan Cefmetazole sudah tidak lagi tersedia untuk penggunaan klinis di Amerika Serikat.

Cefmetazole memiliki aktivitas spektrum yang luas, termasuk dalam melawan aerob gram positif dan gram negatif dan anaerob.Cefmetazole juga dapat digunakan dalam pengobatan infeksi intra-abdomen, kulit dan infeksi struktur kulit, infeksi tulang, infeksi pernafasan, dan infeksi saluran kemih. 

Obat ini juga bisa digunakan untuk profilaksis (pencegahan infeksi sebelum melakukan tindakan medis) dalam operasi gastrointestinal / intraabdominal.

Cefmetazole mengandung rantai samping tetrazolethiomethyl yang bertanggung jawab atas gangguan kelaian pembekuan darah PT yang memanjang (walaupun jarang terjadi) dan menyebabkan reaksi seperti disulfiram (mual muntah dan reaksi alergi).

Cefmetazole sangat terikat dengan protein plasma yang menyebabkan mayoritas dosis yang diberikan, akan dikeluarkan oleh ginjal melalui urin. Obat ini harus diberikan secara parenteral

Cefmetazole adalah antibiotik bakterisida (obat antibiotik yang bekerja dengan cara membunuh bakteri) dengan cara menghambat pembentukan dinding sel bakteri yang menyebabkan bakteri tersebut rentan terhadap serangan antibodi.

Cefmetazole menghambat pembentukan dinding sel bakteri dengan cara mengikat satu atau lebih protein pengikat penisilin yang secara aktif melakukan pembelahan (membentuk dinding sel). Selain itu juga Cefmetazole bekerja dengan cara mengurangi ketersediaan inhibitor ke murein hidrolase (autolysin), enzim yang terlibat dalam pembelahan sel.

Pada kondisi apa Cefmetazole tidak dapat digunakan?

Cefmetazole dikontraindikasikan pada pasien dengan riwayat reaksi alergi terhadap antibiotik golongan sefalosporin seperti cefixime, ceftriaxone, ceftazidime dan lain lain. 

Cefmetazole harus dihindari pada mereka yang telah mengalami reaksi anafilaktik terhadap penisilin dan harus digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan keterlambatan reaksi hipersensitivitas seperti ruam, demam, dan eosinofilia (kelainan komponen sel darah putih).

Efek samping apa yang dapat dihasilkan dari penggunaan obat ini?

Reaksi hipersensitivitas terjadi pada sekitar 5% (atau kurang) dari pasien yang menerima antibiotik cephalosporin. Efek samping yang sering terjadi adalah urtikaria, pruritis, ruam, demam, eosinofilia, angioedema, hipotensi, Stevens-Johnson Syndrome, eritema multiforme, epidermis beracun necrolysis, dan dermatitis eksfoliatif.

Antiglobulin langsung dan tidak langsung positif (Coombs ’)

tes telah dilaporkan pada 3% atau lebih dari pasien yang menerima cephalosporins.

Walaupun jarang terjadi tetapi penggunaan sefalosporin dapat menyebabkan efek gangguan komposisi komponen darah seperti neutropenia, trombositopenia, leukositosis, granulositosis, monositosis, limfositopenia, basofilia, leukopenia reversibel, anemia aplastik, pansitopenia, dan anemia hemolitik.

Selain itu penggunaan obat-obatan golongan sefalosporin dapat menyebabkan gangguan pada hati dan ginjal yang ditandai dengan Kenaikan sementara BUN

dan kreatinin serum sebagai penanda kerusakan ginjal. Dan peningkatan sementara dalam level AST, ALT, GGT, dan alkalin fosfotase sebagai penanda kerusakan hati. Kolitis Clostridium difficile dapat terjadi dengan penggunaan cephalosporin

Interaksi Agen-agen

Penggunaan Cefmetazole dapat menyebabkan reaksi-reaksi jika digunakan bersamaan dengan obat-obatan lain. Contoh obat yang dapat menimbulkan reaksi adalah :

  • Ada peningkatan risiko nefrotoksisitas dengan penggunaan bersamaan
  • Antibiotik cefmetazole dan aminoglikosida (misalnya, gentamisin, tobramycin, amikacin)
  • Penggunaan bersamaan obat Cefmetazole dengan Alkohol dapat menimbulkan reaksi yang menyerupai efek disulfiram. Penggunaan Alkohol harus dihindari 24-72 jam setelah berhenti mengkonsumsi cefmetazole

Apakah Cefmetazole aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut US Food and Drugs Administration (FDA)

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  •  A= Tidak berisiko,
  •  B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •  C=Mungkin berisiko,
  •  D=Ada bukti positif dari risiko
  •  X=Kontraindikasi
  •  N=Tidak diketahui

Bagaimana cara penyimpanan Cefmetazole?

Cefmetazole adalah obat yang baiknya  disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. 

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. 

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit