Cefazolin: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 6, 2019 Update terakhir: Okt 24, 2020 Tinjau pada Apr 2, 2019 Waktu baca: 3 menit

Terdapat banyak golongan obat antibiotik, salah satunya yaitu golongan sefalosporin. Sefalosporin adalah golongan antibiotika Betalaktam.

Mekanisme kerja antimikrobanya yaitu dengan menghambat sintesis dinding sel mikroba (sintesis peptidoglikan yang diperlukan kuman untuk ketangguhan dindingnya). Sefalosporin memiliki beberapa generasi yaitu generasi I- IV. 

Pada artikel ini akan membahas salah satu obat dari generasi I sefalosporin yaitu obat antibiotik Cefazolin. Generasi I sefalosporin umumnya efektif terhadap bakteri Gram-positif dan memiliki aktivitas yang sedang terhadap baktei Gram-negatif. 

Untuk itu mari simak lebih lanjut pembahsan tentang obat antibiotik Cefazolin berikut ini. Selamat membaca.

Mengenai Obat Cefazolin

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Suntik

Kandungan:

Antibiotik sefalosporin

Apa sih obat antibiotik Cefazolin itu?

Cefazolin merupakan generasi pertama golongan sefalosporin. Obat ini bekerja dengan membunuh bakteri atau mencegah pertumbuhan bakteri. Namun, obat ini tidak akan berfungsi untuk penyakit seperti pilek, flu, atau infeksi virus lainnya. 

Mekanisme kerja Cefazolin terdistribusi hampir ke semua jaringan tubuh dan cairan termasuk saluran empedu, hati, ginjal, tulang, sputum, paru-paru dan cairan sinovial. Cefazolin biasanya digunakan untuk mengobati infeksi bakteri di berbagai bagian didalam tubuh. Obat ini juga diberikan sebelum melakukan berbagai jenis operasi tertentu untuk mencegah infeksi. 

Apa saja indikasi pemberian dan dosis obat antibiotik Cefazolin?

Cefazolin biasanya digunakan untuk perawatan profilaksis perioperatif, infeksi tulang dan sendi, infeksi bakteri garam-positif dan negatif, infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran kemih, infeksi saluran empedu, keracunan darah, infeksi kulit dan jaringan lunak, endokarditis, infeksi genital dan kondisi lainnya.

Sedangkan untuk pemberian dosis biasanya dibagi berdasarkan usia yaitu dosis untuk dewasa dan anak-anak. Dosis yang diberikan pada orang dewasa yaitu:

  • Infeksi sedang sampai berat: 500 mg - 1 gr tiap 6-8 jam
  • Infeksi ringan yang disebabkan oleh kokus gram-positif yaitu: 250-500mg tiap 8 jam
  • Infeksi pneumocoocal pneumonia yaitu 500 mg tiap 12 jam
  • Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi yaitu 1 gr tiap 12 jam
  • Infeksi berat yang mengancam jiwa seperti endokarditis atau septikemia yaitu 1 gr - 1.5gr tiap 6 jam

Untuk dosis pada anak-anak dengan jenis infeksi ringan sampai sedang dapat diberikan dosis 25 mg/kg dalam 3-4 dosis yang terbagi. Sedangkan untuk infeksi berat dapat diberikan dengan dosis 100mg/kg per hari.

Apa saja efek samping dari obat antibiotik Cefazolin?

Berikut merupakan efek samping yang memungkinkan yang dapat terjadi dalam obat-obat yang mengandung Cefazolin. Efek samping ini mungkin saja terjadi saat mengkonsumsi obat Cefazolin, tetapi tidak selalu terjadi. Terdapat beberapa efek samping yang langka tetapi serius. Efek sampingnya sebagai berikut:

Konsultasi ke dokter jika Anda melihat efek samping tersebut diatas, terutama jika efek samping tidak hilang dan menetap. Khususnya jika terjadi penurunan kesadaran, sesak dan hal-hal lainnya segera bawa ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

Interaksi Obat Cefazolin

Obat ini dapat berinteraksi dengan obat-obatan lainnya termasuk:

  • Menurunnya efektivitas natrium picosulfate, vaksin BCG, dan vaksin tifus.
  • Bila dikonsumsi dengan probenecid dapat meningkatkan kadar cefazolin dalam darah.
  • Obat ini dapat meningkatkan risiko efek samping dari heparin.
  • Bila dikonsumsi dengan obat aminoglikosida dapat menimbulkan gangguan fungsi ginjal

Peringatan dan perhatian penggunaan Cefazolin

Dalam memutuskan penggunaan obat ini, risiko penggunaan obat harus ditimbang secara baik sebelum dikonsumsi. Hal ini merupakan keputusan yang Anda dan dokter akan putuskan. 

Untuk obat Cefazolin, berikut beberapa hal-hal yang harus Anda pertimbangkan:

  • Katakan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat alergi. Anda pernah mengalami reaksi alergi atau tidak biasa terhadap obat ini atau obat-obatan lainnya. Juga beri tahu ke dokter jika Anda memiliki alergi jenis lain, seperti makanan, pewarna, pengawet, atau hewan.
  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan infeksi bakteri, termasuk diare yang berhubungan dengan c.difficile dan kolitis pseudomembran. 
  • Penelitian yang dilakukan hingga saat ini belum menunjukkan masalah khusus untuk anak yang akan menggunakan obat antibiotik Cefazolin.
  • Karena sifat toksisitas obat cefazolin, penggunaan pada bayi yang baru lahir dan prematur tidak dianjurkan.
  • Penelitian yang dilakukan hingga saat ini juga belum menunjukkan masalah khusus untuk penggunaan obat terhadap orang lanjut usia yang akan menggunakan obat cefazolin. Namun, pasien usia lanjut lebih cenderung memiliki masalah ginjal yang berkaitan dengan usia, yang mungkin memerlukan perhatian dan penyesuaian khusus dalam dosis untuk pasien yang menerima obat cefazolin.
  • Perhatian khusus juga diberikan kepada ibu hamil dan menyusui yang akan menggunakan obat Cefazolin. Konsultasikan terlebih dahulu ke dokter sebelum mengkonsumsi obat tersebut. Semoga bermanfaat.

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
WebMD (2017). Cefazolin Sodium Vial with Threaded Port. (https://www.webmd.com/drugs/2/drug-17325/cefazolin-intravenous/details)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app