Doctor men
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Pemeriksaan Kesehatan

Geger Virus Corona Masuk ke Indonesia, Bagaimana Cara Mendeteksinya?

Update terakhir: Feb 13, 2020 Waktu baca: 3 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Virus corona dari China yang semula disebut 2019-nCoV, kini resmi berganti nama menjadi Covid-2019.
  • Infeksi virus corona Covid-2019 memiliki gejala yang mirip seperti pneumonia, di antaranya demam, batuk, hingga sulit bernapas.
  • CDC merekomendasikan setidaknya 3 jenis pemeriksaan, yaitu pemeriksaan pernapasan bawah, pernapasan atas, dan tes darah.
  • Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan penunjang berupa tes urine dan pemeriksaan feses untuk menegakkan diagnosis.
  • Apabila terbukti positif Covid-2019, maka pasien akan segera menjalani isolasi dan perawatan intensif.
Geger Virus Corona Masuk ke Indonesia, Bagaimana Cara Mendeteksinya?

Masyarakat Indonesia sempat dibuat geger dengan kabar seorang karyawan di salah satu gedung perkantoran di Jakarta Pusat diduga terjangkit virus corona, Kamis (23/1). Pasalnya, karyawan tersebut mengaku mengalami demam setelah tiba dari China. Karena ciri-cirinya mirip seperti gejala pneumonia Wuhan yang sedang mewabah baru-baru ini, hanya melihat gejalanya saja tidak cukup untuk mendeteksi virus corona dalam tubuh. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebabnya.

Pneumonia Wuhan tidak dapat dicegah dengan vaksin

Meski sama-sama berjenis coronavirus, virus yang mewabah di China belakangan ini termasuk coronavirus jenis baru. Di awal-awal kemunculannya, para ahli sempat menamainya dengan sebutan Novel Coronavirus (2019-nCoV). Lalu, pada tanggal 12 Februari 2020, WHO resmi mengganti nama virus misterius ini dengan nama Covid-19 (Corona Virus Disease 2019).

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk Ibu dan Anak via HonestDocs

Obat Batuk Pei Pa Koa dapat membantu meredakan batuk berdahak, sakit tenggorokan, melegakan sakit tenggorokan, dan memelihara kesehatan paru-paru. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Obat batuk ibu anak pei pa koa 75 ml 1

Baca Juga: Virus Corona Kian Mewabah, Jenis Virus Apakah Ini?

Infeksi virus corona yang satu ini memiliki gejala yang mirip seperti pneumonia, di antaranya demam, batuk, hingga sulit bernapas. Karena mulanya berasal dari Kota Wuhan, China, maka penyakit baru ini kerap disebut dengan pneumonia Wuhan.

Walaupun gejalanya sekilas mirip seperti pneumonia, infeksi Covid-19 tidak dapat dicegah dengan vaksin pneumonia yang sebelumnya sudah ada di Indonesia. Pasalnya, kandungan di dalamnya tidak cocok untuk mengatasi virus corona tipe baru ini. Penyebaran virus Covid-19 pada tubuh manusia juga terbilang baru sehingga vaksinnya belum dikembangkan.

Cara mendeteksi virus corona

1. Melihat gejala dalam tubuh

Virus corona yang masuk ke dalam tubuh umumnya menimbulkan gejala mirip flu biasa, di antaranya bersin, hidung meler, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, hingga kadang demam. Beda dengan itu, gejala virus Covid-19 yang terjadi di China justru lebih mirip dengan pneumonia, yaitu demam, batuk, hingga kesulitan bernapas.

Karena kemiripan ini, hanya melihat gejalanya saja tentu tidak cukup untuk mendeteksi keberadaan virus corona dalam tubuh. Diperlukan antisipasi lainnya guna memastikan bahwa gejala "flu" yang dialami merupakan gejala virus corona.

CDC mengungkapkan bahwa seseorang berisiko mengalami penyakit pneumonia Wuhan jika mengalami gejala berikut:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk Ibu dan Anak via HonestDocs

Obat Batuk Pei Pa Koa dapat membantu meredakan batuk berdahak, sakit tenggorokan, melegakan sakit tenggorokan, dan memelihara kesehatan paru-paru. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Obat batuk ibu anak pei pa koa 75 ml 1
  • Demam dan gejala infeksi saluran pernapasan bawah lainnya seperti batuk dan sesak napas. Terjadi setidaknya 14 hari setelah bepergian ke Kota Wuhan, China atau melakukan kontak langsung dengan orang yang diduga terinfeksi coronavirus.
  • Demam atau gejala infeksi saluran pernapasan bawah lainnya seperti batuk dan sesak napas. Terjadi setidaknya 14 hari setelah melakukan kontak langsung dengan orang yang sudah didiagnosis terjangkit virus corona.

Jika ada seseorang yang suspek atau diduga terkena infeksi virus corona, maka ia akan dirujuk ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Baca Selengkapnya: Seseorang Suspek Virus Corona, Harus Dikarantina Atau Isolasi?

2. Pemeriksaan pernapasan atas dan bawah

Untuk meningkatkan keakuratan diagnosis virus corona, CDC merekomendasikan setidaknya 3 jenis pemeriksaan yang terdiri dari pemeriksaan pernapasan bawah, pernapasan atas, dan tes darah. Bila dibutuhkan, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan penunjang, seperti tes urine dan pemeriksaan feses, untuk dilakukan sesegera mungkin.

Pada pemeriksaan pernapasan bawah, petugas akan mengambil sampel dahak sebanyak 2-3 ml kemudian ditampung ke dalam cangkir pengumpul dahak yang steril dan antibocor. Sampel dahak ini akan disimpan pada suhu 2-8°C sebelum diteliti.

Sedangkan untuk memeriksa organ pernapasan atas, petugas akan mengusapkan kapas khusus untuk mengambil sampel lendir dari lubang hidung dan langit-langit mulut. Kapas yang terdapat sampel lendir tersebut akan dimasukkan ke dalam tabung khusus sebelum dikirim untuk diteliti lebih lanjut.

3. Pemeriksaan sampel serum darah

Serum adalah bagian cair darah yang tidak mengandung sel-sel darah. Pemeriksaan sampel serum darah dapat membantu mendeteksi virus corona yang ada dalam tubuh. 

Jumlah serum darah yang akan diambil dan diteliti berbeda-beda, tergantung dari usia pasien itu sendiri. Untuk anak-anak dan dewasa, dibutuhkan 5-10 ml serum darah untuk diteliti. Sedangkan untuk bayi cenderung lebih sedikit yaitu sekitar 1 ml serum darah. 

Baca Juga: Virus Corona Disebut Bisa Menular Lewat Mata, Bagaimana Bisa?

Pengambilan sampel serum darah ini dapat dilakukan di rumah sakit maupun klinik-klinik dengan laboratorium yang memadai, kemudian dikirimkan ke CDC untuk diuji. Apabila terbukti positif, maka pasien akan segera menjalani isolasi dan perawatan intensif.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Patient. Covid-19: do you need to worry about coronavirus? (https://patient.info/news-and-features/wuhan-coronavirus-do-you-need-to-worry). 27 Januari 2020.
Healthline. The Latest on the Coronavirus: Cases Top 45,000. (https://www.healthline.com/health-news/what-to-know-about-the-mysterious-coronavirus-detected-in-china). 12 Februari 2020.
WHO. Novel Coronavirus - China. (https://www.who.int/csr/don/12-january-2020-novel-coronavirus-china/en/). 12 Januari 2020.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit