ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR.VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR.VINA SETIAWAN

Virus Corona Disebut Bisa Menular Lewat Mata, Bagaimana Bisa?

Dipublish tanggal: Jan 28, 2020 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Feb 19, 2020 Waktu baca: 4 menit
Virus Corona Disebut Bisa Menular Lewat Mata, Bagaimana Bisa?

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Bertatapan mata dengan penderita tidak akan membuat Anda ketularan virus corona Covid-19.
  • Penularan diduga terjadi karena ada droplet virus corona yang masuk lewat mata.
  • Risiko penyebaran juga bisa terjadi apabila ada virus yang menempel di tangan, lalu penderita mengucek mata tanpa cuci tangan dulu.
  • Gejala virus corona yang masuk ke mata meliputi iritasi mata, sensitif terhadap cahaya (fotofobia), dan keluarnya cairan atau kotoran mata (belekan).
  • Selain pakai masker, gunakan kacamata pelindung untuk mencegah risiko penularan virus corona lewat mata. 
  • Coronavirus tidak dapat menular lewat benda mati seperti makanan, baju, atau ponsel China.

Bermula dari Kota Wuhan, China, virus corona terus mewabah hingga ke beberapa negara di sekitarnya. Hal ini karena penyebaran virus corona terjadi begitu cepat dan cara penularannya pun masih belum bisa dipastikan. Virus penyebab pneumonia Wuhan ini diketahui menular lewat kontak langsung dengan penderita. Selain itu, beredar kabar bahwa virus corona juga disebut-sebut bisa menular lewat mata. Apa benar begitu?

Awal mula dugaan virus corona menular lewat mata

Penularan virus corona secara umum terjadi lewat udara, yakni dengan menghirup droplet atau partikel air liur yang berisi virus. Selain itu, santer dibicarakan juga bahwa virus yang muncul pertama kali di Kota Wuhan, China ini juga bisa menyebar melalui mata. 

Iklan dari HonestDocs
Beli PARATUSIN 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Paratusin tablet 3

Melansir dari South China Morning Post, virus corona yang diduga menular melalui mata pertama kali diungkapkan oleh Wang Guangfa, seorang pakar kesehatan dari Peking University First Hospital, Beijing. Semua ini berawal saat dr. Wang bersama tim sempat mengunjungi klinik dan bangsal isolasi pasien pengidap virus corona pada awal Januari lalu. 

Wang dan tim-nya menggunakan masker N95 secara lengkap, tapi sayangnya tidak memakai kacamata pelindung. Sekitar 2-14 hari setelahnya, dr. Wang merasakan matanya kemerahan seperti terkena konjungtivitis. Ia pun merasakan demam beberapa jam kemudian.

Baca Juga: Berapa Lama Gejala Virus Corona Muncul dari Awal Paparan?

Mulanya, Wang menganggap bahwa ia sedang terkena flu biasa. Namun, karena gejalanya tak juga membaik setelah minum obat flu dan melalui serangkaian pemeriksaan lebih lanjut, dr. Wang diketahui positif terkena infeksi virus corona.

Bagaimana cara penularan virus corona lewat mata?

Perlu diketahui bahwa penularan virus corona bukan berarti terjadi akibat bertatapan mata langsung dengan penderita. Akan tetapi, penularan virus corona yang terjadi pada dr. Wang diduga karena ada droplet virus corona yang masuk lewat mata. Atau bisa juga ketika ada virus yang menempel di permukaan tangan, kemudian penderita mengucek-ngucek mata tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Lewat batuk maupun bersin, virus akan berterbangan di udara lalu masuk ke dalam tubuh jika terhirup. Selain itu, virus tersebut ternyata juga dapat masuk lewat mata.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kesehatan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 2

Mata dan hidung terhubung dengan adanya saluran lakrimal. Virus yang masuk lewat mata kemudian akan mengalir ke hidung hingga menimbulkan gejala pernapasan. Proses penularan ini bahkan tidak bisa dilakukan oleh jenis virus flu biasa.

Virus corona juga diketahui bisa menular lewat kontak langsung dengan penderita. Itulah sebabnya, Anda tidak boleh menyentuh mata, hidung, maupun mulut dengan tangan kotor (belum cuci tangan) karena ini bisa menjadi jalur masuknya virus ke dalam tubuh.

Melansir dari American Optometric Association, Novel Coronavirus (2019-nCoV) dapat menyebabkan gejala tertentu pada mata, antara lain:

Meski demikian, dugaan virus corona menular lewat mata masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Hal ini juga tetap perlu diwaspadai dengan cara menggunakan kacamata pelindung, selain memakai masker, guna mencegah risiko penularan.

Baca Juga: Seseorang Diduga Terkena Virus Corona? Ini yang Harus Dilakukan

Virus corona tidak menular lewat barang impor China

Alih-alih menyebarkan fakta kesehatan yang akurat, beberapa oknum justru menyebarkan berita palsu yang kian meresahkan masyarakat. Baru-baru ini beredar kabar hoaks bahwa virus corona bisa menular lewat barang impor yang berasal dari China, baik itu makanan, baju, bahkan ponsel yang mungkin sedang Anda gunakan saat ini. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk dan Flu via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 9

Perlu diketahui bahwa virus corona merupakan penyakit zoonosis atau bisa ditularkan dari hewan ke manusia. Virus yang menjadi penyebab pneumonia Wuhan ini memang belum bisa dipastikan cara penularannya, tapi diduga karena kontak langsung dengan bersentuhan atau dari droplet berisi virus yang beterbangan di udara.

Baca Juga: Geger Virus Corona Masuk ke Indonesia, Bagaimana Cara Mendeteksinya?

Berdasarkan penjelasan bersebut, maka virus corona mungkin saja bisa menular lewat mata tapi tidak bisa menular lewat benda mati, termasuk barang impor China. Yang terpenting adalah selalu jaga kebersihan dan kesehatan diri Anda dengan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik. Jauhi orang yang sedang sakit dan gunakanlah masker saat bepergian ke luar rumah.

Sekilas tentang virus corona Covid-19

Coronavirus adalah jenis virus yang dikategorikan sebagai zoonosis, yaitu dapat ditularkan melalui hewan ataupun manusia. COVID-19 mirip dengan jenis coronavirus penyebab SARS (SARS-CoV). Waspadai tanda dan gejala virus corona meliputi demam, batuk, hingga kesulitan bernapas.

Untuk mencegah penularan virus corona, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan diri sendiri dan orang terdekat. Selalu cuci tangan pakai sabun, gunakan masker pelindung, perhatikan etika batuk dan bersin, dan konsumsi makanan bergizi seimbang. 

Hindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit. Bila Anda mengalami gejala-gejala tadi, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Jaga kebersihan diri sendiri dan orang terdekat dari virus Corona (Covid-19) dengan rajin cuci tangan dengan sabun, kenakan masker pelindung, gunakan tisue ketika bersin atau batuk, dan hindari tempat keramaian. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, istirahat cukup, dan minum air putih serta multivitamin.     

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, bersin, atau kondisi lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan. Untuk informasi atau laporan mengenai kasus Covid-19, bisa melihat di website resmi www.covid19.go.id atau menghubungi hotline Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) khusus COVID-19 di nomor 119 ext. 9. Pencegahan dan penanganan awal akan membantu mengurangi risiko bahaya atau komplikasi yang lebih parah.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
All About Vision. Coronavirus: How eyes may play a role in its spread. (https://www.allaboutvision.com/conditions/coronavirus-and-your-eyes/). Februari 2020.
American Optometric Association. U.S. declares public health emergency - what you need to know. (https://www.aoa.org/news/clinical-eye-care/coronavirus-emergency-declared). 6 Februari 2020.
CDC. 2019 Novel Coronavirus: Symptoms & Complications. (https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/about/symptoms.html). 10 Februari 2020.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app