ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR.VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR.VINA SETIAWAN
Pemeriksaan Kesehatan

Seseorang Suspek Virus Corona, Harus Dikarantina Atau Isolasi?

Dipublish tanggal: Jan 27, 2020 Update terakhir: Apr 1, 2020 Tinjau pada Feb 19, 2020 Waktu baca: 4 menit
Seseorang Suspek Virus Corona, Harus Dikarantina Atau Isolasi?

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Virus corona Covid-19 memiliki masa inkubasi selama 14 hari dari awal pajanan hingga menimbulkan gejala dalam tubuh pasien.
  • Selama inkubasi, pasien cenderung tidak menular tapi tetap perlu menjaga jarak dengan orang sehat guna mencegah risiko penularan.
  • Isolasi adalah memisahkan orang yang suspek maupun positif terkena penyakit menular dengan orang sehat yang tidak terkontaminasi.
  • Karantina adalah membatasi pergerakan orang-orang yang berisiko terpapar penyakit untuk mengetahui apakah mereka benar terkena penyakit tersebut atau tidak.
  • Petugas medis tetap akan melakukan pemeriksaan rutin terhadap kesehatan pasien yang dikarantina.
  • Karantina dan isolasi biasanya dilakukan secara sukarela, tapi juga bisa diminta oleh pihak berwenang setempat seperti Dinas Kesehatan.

Kabar mewabahnya virus corona sudah mulai santer masuk ke tanah air. Beberapa orang di sejumlah daerah di Indonesia diduga terjangkit virus misterius yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, China itu. Hal ini ditandai dengan timbulnya gejala mirip pneumonia Wuhan dan penderita diketahui baru saja pulang dari China.

Guna mencegah penyebaran penyakit, orang yang suspek atau diduga terkena virus corona dapat diisolasi maupun karantina di rumah sakit sampai bisa dipastikan status kesehatannya. Sudah tahu apa bedanya karantina dan isolasi? 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk Ibu dan Anak via HonestDocs

Obat Batuk Pei Pa Koa dapat membantu meredakan batuk berdahak, sakit tenggorokan, melegakan sakit tenggorokan, dan memelihara kesehatan paru-paru. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Obat batuk ibu anak pei pa koa 75 ml 1

Kenapa pasien harus dikarantina atau isolasi?

Menurut Dr. Nancy Messioner, direktur Center for Immunization and Respiratory Diseases di CDC, virus corona Covid-19 yang mulanya mewabah di Kota Wuhan ternyata tidak langsung menimbulkan gejala. Para ahli menyebutkan bahwa virus misterius ini memiliki masa inkubasi selama 14 hari dari awal pajanan hingga menimbulkan gejala dalam tubuh pasien.

Baca Selengkapnya: Berapa Lama Gejala Virus Corona Muncul dari Awal Paparan?

Selama inkubasi, pasien cenderung tidak menular. "(Virus) Itu ada di tubuh, tapi tidak bisa keluar (dari tubuh)," ujar Dr. William Schaffner, seorang dosen di Vanderbilt University sekaligus direktur medis di National Foundation for Infectious Disease kepada NBC News (25/01).

Meskipun virus yang awalnya disebut dengan 2019-nCoV ini tidak menular selama masa inkubasi, upaya pencegahan tetap penting dilakukan. Ketika ada seseorang yang suspek atau diduga terinfeksi virus corona dan berisiko menular, maka pasien dapat diisolasi maupun karantina untuk diperiksa lebih lanjut.

Apa perbedaan karantina dan isolasi?

Orang yang dicurigai terinfeksi virus corona akan dirawat di rumah sakit untuk mengendalikan infeksinya. Hal ini bisa dengan karantina maupun isolasi, tergantung kondisi masing-masing pasien. Lalu, apa perbedaan kedua prosedur tersebut?

Isolasi

Isolasi adalah prosedur memisahkan orang yang suspek maupun positif terkena penyakit menular dengan orang sehat yang tidak terkontaminasi. Hal ini dilakukan untuk melindungi orang lain dari sekresi pernapasan penderita sehingga orang sehat tidak ikut ketularan.

Iklan dari HonestDocs
Beli obat CEFSPAN 100MG CAP via HonestDocs

Cefspan merupakan antibiotik untuk mengatasi infeksi pada saluran pernafasan atas, infeksi saluran kemih dan kelamin, kulit & jaringan lunak. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Cefspan 100mg cap 1

Orang yang suspek coronavirus akan diisolasi di dalam ruang isolasi pernapasan. Ruangan khusus ini mampu mengendalikan aliran udara untuk mencegah kuman masuk maupun ke luar ruangan.

Karena penyebaran virus corona terjadi sangat cepat, tim medis yang masuk ke ruang isolasi harus menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Mulai dari baju dan kacamata khusus, sarung tangan medis, hingga masker N95. Jenis masker ini dapat menyaring hingga 95% partikel udara kecil agar tidak terhirup dan masuk ke dalam tubuh.

Risiko penularan virus corona tergantung dari gejalanya, apakah pasien masih mengalami demam, batuk, dan bersin. Jika tidak muncul gejala, maka risiko penularannya kemungkinan lebih rendah. Karena itulah, orang yang melakukan kontak langsung dengan penderita tidak akan diisolasi sampai mereka mengalami gejala yang dicurigai mengarah ke infeksi coronavirus.

Baca Juga: Geger Virus Corona Masuk ke Indonesia, Bagaimana Cara Mendeteksinya?

Karantina

Karantina adalah prosedur memisahkan atau membatasi pergerakan orang-orang yang berisiko terpapar penyakit untuk mengetahui apakah mereka benar terkena penyakit tersebut atau tidak. Jika pasien suspek atau bahkan sudah dipastikan positif terinfeksi, maka pada saat itulah ia akan segera diisolasi.

Seseorang perlu dikarantina jika mengalami gejala-gejala yang dicurigai penyakit menular atau menderita suatu penyakit tertentu tapi tidak menunjukkan gejala. Karantina juga berfungsi untuk mencegah risiko penyebaran penyakit jika nantinya pasien dinyatakan positif terinfeksi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Orang yang dikarantina akan diminta untuk tinggal di suatu tempat (balai karantina, rumah sakit, atau klinik) atau di rumahnya sendiri untuk mencegah ketularan. Selama dikarantina, mereka masih bisa melakukan aktivitas apa pun di dalam ruangan, asalkan tidak keluar dari tempat karantina. Dengan kata lain, Anda tidak diperbolehkan masuk sekolah, kuliah, berangkat kerja, atau pergi ke tempat-tempat umum. 

Petugas medis tetap akan melakukan pemeriksaan rutin terhadap kesehatan pasien yang dikarantina. Pasien pun dapat mengukur suhu tubuhnya sendiri dan melaporkan hasilnya secara rutin pada petugas untuk memantau kesehatannya setiap hari.

Baca Juga: Seseorang Diduga Terkena Virus Corona? Ini yang Harus Dilakukan

Karantina dan isolasi biasanya dilakukan secara sukarela, tapi juga bisa diminta oleh pihak berwenang setempat seperti Dinas Kesehatan. Langkah-langkah ini dilakukan untuk menurunkan risiko sekaligus mencegah penularan penyakit, terutama penyebaran virus corona yang diketahui sangat cepat. 

Sekilas tentang virus corona Covid-19

Coronavirus adalah jenis virus yang dikategorikan sebagai zoonosis, yaitu dapat ditularkan melalui hewan ataupun manusia. COVID-19 mirip dengan jenis coronavirus penyebab SARS (SARS-CoV). Waspadai tanda dan gejala virus corona meliputi demam, batuk, hingga kesulitan bernapas.

Untuk mencegah penularan virus corona, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan diri sendiri dan orang terdekat. Selalu cuci tangan pakai sabun, gunakan masker pelindung, perhatikan etika batuk dan bersin, dan konsumsi makanan bergizi seimbang. 

Hindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit. Bila Anda mengalami gejala-gejala tadi, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Jaga kebersihan diri sendiri dan orang terdekat dari virus Corona (Covid-19) dengan rajin cuci tangan dengan sabun, kenakan masker pelindung, gunakan tisue ketika bersin atau batuk, dan hindari tempat keramaian. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, istirahat cukup, dan minum air putih serta multivitamin.     

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, bersin, atau kondisi lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan. Untuk informasi atau laporan mengenai kasus Covid-19, bisa melihat di website resmi www.covid19.go.id atau menghubungi hotline Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) khusus COVID-19 di nomor 119 ext. 9. Pencegahan dan penanganan awal akan membantu mengurangi risiko bahaya atau komplikasi yang lebih parah.

7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Ministry of Health New Zealand Government. Novel coronavirus update: Healthline to check on welfare and wellbeing of people in self-isolation. (https://www.health.govt.nz/news-media/media-releases/novel-coronavirus-update-healthline-check-welfare-and-wellbeing-people-self-isolation). 6 Februari 2020.
U.S. Department of Health & Human Services. What is the difference between isolation and quarantine? (https://www.hhs.gov/answers/public-health-and-safety/what-is-the-difference-between-isolation-and-quarantine/index.html).
CDC and American Red Cross. Understand Quarantine and Isolation. (https://www.mecknc.gov/HealthDepartment/Preparedness/Documents/QuarantineIsolation.pdf).

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app