Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Calcitonin : Penyebab,Gejala,dan pengobatannya

Update terakhir: NOV 10, 2019 Tinjau pada NOV 10, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.602.095 orang

Mengenai Calcitonin

Golongan:

Obat resep 

Kemasan:

Larutan injeksi, spray 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Kandungan:

Hormon thyrocalcitonin

Manfaat Calcitonin 

Calcitonin merupakan jenis hormon alami di dalam tubuh manusia. Hormon protein ini juga sering disebut thyrocalcitonin yang bermanfaat dalam proses penyerapan kadar kalsium di dalam tubuh. 

Calcitonin juga menjadi suplemen hormon yang dapat diberikan pada penderita osteoporosis untuk meningkatkan kadar kalsium di dalam darah.

Calcitonin terbentuk dari 32 asam amino. Calcitonin menjadi hormon yang diproduksi oleh kelenjar tiroid. Calcitonin bekerja mengatur level potasium dan kalsium di dalam tubuh. Calcitonin menghambat aktivitas osteoklas terutama pada penderita osteoporosis. Calcitonin memiliki 2 fungsi di dalam tubuh yaitu:

  • Meningkatkan penyerapan kalsium di dalam tulang
  • Menurunkan kadar kalsium di dalam darah.
  • Menjaga kadar vitamin D di dalam darah
  • Mencegah penyerapan fosfat
  • Menurunkan kadar fosfat dari darah
  • Meningkatkan ekskresi kalsium yang berlebih melalui urin
  • Menghambat kerja osteoklas.
  • Menggantikan osteoklas dengan osteoblas
  • Mencegah pengeroposan tulang

Sekresi hormon calcitonin ditentukan oleh kadar kalsium di dalam darah, kadar kalsium yang meningkatkan akan meningkatkan calcitonin atau membutuh tambahan calcitonin dari luar tubuh. 

Pengeluaran hormon cacitonin juga dapat dihambat oleh hormon somatostatin yang secara bersamaan juga dibentuk oleh sel di kelenjar tiroid.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Mengenai Osteoporosis

Osteroporosis adalah suatu penyakit disebabkan oleh pengeroposa tulang. Faktor penuaan menjadi sebab utama timbulnya kondisi ini. 

Massa tulang berkurang seiring berjalannya waktu dan usia yang menyebabkan tulang menjadi murah rapuh. Kepadatan tulang yang menurun juga beresiko rentannya retak pada tulang.

Gejala Osteoporosis

Gejala osteoporosis muncul dengan lambat. Sebelumnya memang sudah muncul kelainan pada tulang tetapi ini belum menunjukkan gejala. Saat kepadatan tulang mulai berkurang maka akan timbul gejala seperti:

  • Sakit punggung
  • Tinggi badan menurun
  • Tulang mudah patah
  • Rasa nyeri akibat patah tulang

Osteoporosis paling sering terjadi pada wanita di usia 50 tahun ke atas. Faktor resiko lain pada terjadinya osteoporosis yaitu:

  • Menopause
  • Penurunan hormon estrogen
  • Kalsium yang menurun
  • Konsumsi obat kortikosteroid
  • Kurang berolahraga
  • Stres
  • Konsumsi minuman bersoda

Calcitonin pada Hiperkalsemia

Hiperkalsemia adalah kondisi dimana tubuh menunjukkan peningkatan kadar kalsium dalam darah. Ini disebabkan oleh kelainaan kelenjar paratiroid dalam mengendalikan kadar kalsium dalam darah. 

Penyebab lainnya sperti adanya pertumbuhan sel kanker (pada kanker paru-paru tipe maligna) dan penggunaan suplemen kalsium dan vitamin D yang berlebihan dapat berpotensi terjadinya hiperkalsemia

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Gejala Hiperkalsemia antara lain:

  • Nafsu makan menurun
  • Sering haus
  • Mual muntah
  • Nyeri perut
  • Otot menjadi lemah
  • Sering haus

Penyakit Paget

Penyakit paget adalah jenis kanker pada tulang yang mengganggu proses regenerasi dari tulang yang rusak. Penyakit ini banyak menyerang pria daripada wanita. Faktor keturunan menjadi hal utama terjadinya penyakit paget tulang. Gejala yang ditimbulkan antara lain:

  • Nyeri tulang
  • Kaku sendi
  • Gangguan saraf sekitar tulang
  • Tulang mudah rapuh
  • Bentuk tulang berubah

Dosis Dan pemberian Calcitonin

Obat calcitonin tersedia dalam bentuk injeksi. Dengan sedia terkecil yaitu 50 IU/mL hingga 200 IU/mL. Injeksi calcitonin diberikan secara intramuskular atau subkutan. Dosis utama hormon suntikan calcitonin yang diberikan adalah 200 IU/ml. Calcitonin juga tersedia dalam sediaan larutan intranasal (spray) 200 units/actuation.

Berikut adalah dosis calcitonin yang direkomendasikan oleh para ahli kesehatan:

  • Dosis calcitonin pada penderita hiperkalsemia yaitu sebanyak 8 IU/kg sebanyak dua kali sehari secara intramuskular atau subkutan
  • Pada osteoporosis paska menopause, Hormon calcitonin diberikan sebanyak 100 IU injeksi melalui intramuskular atau subkutan. 
  • Dosis calcitonin pada penderita penyakit Paget yaitu sebanyak sebanyak 50 – 100 unit  melalui injeksi subcutaneous atau intramuskular, satu hari sekali. 

Interaksi Calcitonin

Adanya keterkaitan dengan produksi calcitonin pada penyakit kanker seperti kanker paru-paru dan kanker tiroid menunjukkan adanya peningkatan kadar calcitonin tanpa ada peningkatan kadar kalsium.

Obat calcitonin sangat mudah berinteraksi dengan magnesium sehingga dapat meningkatkan kadar magnesium dan menurunkan sekresinya melalui urin.

Efek samping Calcitonin

Efek samping yang mungkin ditimbulkan pada beberapa orang setelah pemberian hormon calcitonin yaitu:

  • Reaksi alergi
  • hipertensi
  • Syok anafilaktik (denyut nadi meningkat, tekanan darah menurun)
  • Nyeri kepala
  • Mual muntah
  • Diare
  • Nyeri otot
  • Nyeri lokasi penyuntikan

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini
calcitonin fungsi calcitonin