Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA

Biostatik (Roxithromycin)

Update terakhir: SEP 21, 2019 Tinjau pada SEP 21, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 1.394.544 orang

Ini adalah review terhadap obat dengan merk biostatik. di bagian akhir review ini juga disertakan tautan untuk mengetahui merk obat-obat lain dengan kandungan yang sama dengan biostatik.

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Thiamycin 500 mg kapsul 1

pabrik  

pharos

golongan

obat keras

kemasan  

  • dos 3 x 10 tablet 150 mg,
  • 3 x 10 tablet 300 mg
  • Tablet salut selaput 150mg / 300mg

kandungan

Iklan dari HonestDocs
Beli obat CEFSPAN 100MG CAP via HonestDocs

Cefspan merupakan antibiotik untuk mengatasi infeksi pada saluran pernafasan atas, infeksi saluran kemih dan kelamin, kulit & jaringan lunak. GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Cefspan 100mg cap 1

Roxithromycin 150 mg, 300 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

roksitromisina (Roxithromycin) adalah antibiotik golongan makrolidum yang mempunyai spektrum luas, aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif meskipun dibandingkan eritromisin, roksitromisina (Roxithromycin) lebih aktif terhadap bakteri gram negatif. roksitromisina (Roxithromycin) adalah bakteriostatik yang bekerja dengan cara mengikat sub unit 50s dari ribosom bakteri sehingga menghambat translasi mRNA. Dengan demikian sistesis protein akan terganggu sehingga pertumbuhan bakteri akan terhambat.

Indikasi biostatik

Kegunaan biostatik (Roxithromycin) adalah untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh kuman yang peka terhadap biostatik (Roxithromycin) seperti :

  • infeksi telinga hidung dan tenggorokan (THT),
  • bronkopulminari,
  • infeksi saluran genital (kecuali infeksi gonococcus)
  • infeksi kulit dan struktur kulit
  • biostatik (Roxithromycin) juga digunakan untuk infeksi kulit dan jaringan lunak.

Kontra indikasi 

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Thiamycin 500 mg kapsul 1
  • biostatik (Roxithromycin) harus dihindari pada pasien yang memiliki riwayat reaksi hipersensitifitas pada biostatik (Roxithromycin) dan antibiotika makrolidum lainnya.
  • biostatik (Roxithromycin) dikontraindikasikan untuk pasien dengan fungsi hati dan ginjal yang rusak.
  • biostatik (Roxithromycin) harus digunakan dengan hati-hati jika pasien memiliki masalah jantung atau sedang memakai obat-obatan yang dapat menyebabkan masalah jantung tertentu ( misalnya , perpanjangan QT atau bradycardia ) , atau terjadinya ketidakseimbangan elektrolit ( misalnya , level kalium atau natrium yang rendah ) .
  • biostatik (Roxithromycin) harus dihindari pada pasien yang memiliki riwayat reaksi hipersensitifitas pada biostatik (Roxithromycin) dan antibiotika makrolidum lainnya.
  • biostatik (Roxithromycin) dikontraindikasikan untuk pasien dengan fungsi hati dan ginjal yang rusak.
  • biostatik (Roxithromycin) harus digunakan dengan hati-hati jika pasien memiliki masalah jantung atau sedang memakai obat-obatan yang dapat menyebabkan masalah jantung tertentu ( misalnya , perpanjangan QT atau bradycardia ) , atau terjadinya ketidakseimbangan elektrolit ( misalnya , level kalium atau natrium yang rendah ) .

Efek Samping biostatik

  • kebanyakan efek samping biostatik (Roxithromycin) yang muncul adalah mual, muntah, diare, kembung, flatulensi, palpitasi, nyeri dada, dispepsia, dan nyeri pada perut.
  • Sakit kepala, insomnia, reaksi alergi (seperti ruam kulit dan anafilaktik) dan hasil tes fungsi hati yang abnormal juga dilaporkan terjadi akibat pemakaian biostatik (Roxithromycin) meski kejadiannya jarang.
  • kebanyakan efek samping biostatik (Roxithromycin) yang muncul adalah mual, muntah, diare, kembung, flatulensi, palpitasi, nyeri dada, dispepsia, dan nyeri pada perut.
  • Sakit kepala, insomnia, reaksi alergi (seperti ruam kulit dan anafilaktik) dan hasil tes fungsi hati yang abnormal juga dilaporkan terjadi akibat pemakaian biostatik (Roxithromycin) meski kejadiannya jarang.
  • Gejala lain yang bisa muncul seperti : candidiasis pada vulvovaginal, gagal ginjal, perpanjangan QT interval pada rekam jantung, mata dan kulit kuning, kadar gula darah tinggi, perubahan warna pada kulit.

Perhatian  

  • Hati-hati memberikan biostatik (Roxithromycin) pada penderita dengan fungsi hati dan ginjal yang rusak.
  • Meski belum ada bukti berbahaya bagi janin pemberian biostatik (Roxithromycin) pada wanita hamil harus dilakukan dengan hati-hati termasuk pemberian kepada ibu menyusui dan pasien usia lanjut.
  • Hati-hati memberikan biostatik (Roxithromycin) pada penderita dengan fungsi hati dan ginjal yang rusak.
  • Meski belum ada bukti berbahaya bagi janin pemberian biostatik (Roxithromycin) pada wanita hamil harus dilakukan dengan hati-hati termasuk pemberian kepada ibu menyusui dan pasien usia lanjut.

Toleransi terhadap kehamilan

roksitromisina (Roxithromycin) yang telah digunakan oleh hanya sejumlah wanita hamil dan wanita usia subur, tidak terjadi peningkatan frekuensi malformasi atau efek berbahaya langsung atau tidak langsung lainnya pada janin manusia yang telah diamati. Studi pada hewan belum menunjukkan bukti terjadinya peningkatan kerusakan janin.

interaksi obat 

  • Jika biostatik (Roxithromycin) diberikan bersamaan dengan teofilin, terjadi peningkatan konsentrasi teofilin pada plasma sehingga meningkatkan efek sampingnya.
  • biostatik (Roxithromycin) juga berinteraksi dengan warfarin dan agen anti koagulan lainnya sehingga jika diberikan bersamaan berpotensi terjadi perdarahan.
  • Sebaiknya biostatik (Roxithromycin) tidak diberikan bersamaan dengan ergotamine dan sejenisnya.
  • Jika biostatik (Roxithromycin) diberikan bersamaan dengan teofilin, terjadi peningkatan konsentrasi teofilin pada plasma sehingga meningkatkan efek sampingnya.
  • biostatik (Roxithromycin) juga berinteraksi dengan warfarin dan agen anti koagulan lainnya sehingga jika diberikan bersamaan berpotensi terjadi perdarahan.

Dosis biostatik

biostatik (Roxithromycin) diberikan dengan dosis :

  • Dewasa: 150 mg dua kali sehari atau 300 mg sekali sehari
  • Untuk anak-anak : 2.5 - 5 mg / kg BB / hari, diberikan dalam dua dosis terbagi
  • 30 menit sebelum makan atau 2 jam setelah makan

Terkait

Merk - merk obat dengan kandungan roksitromisina (Roxithromycin)

Merk - merk obat yang termasuk antibiotik golongan macrolide

 

EDITING

 

Ini adalah review terhadap obat dengan merk biostatik. di bagian akhir review ini juga disertakan tautan untuk mengetahui merk obat-obat lain dengan kandungan yang sama dengan biostatik.

pabrik  

Pharos Indonesia

golongan

obat keras (harus dengan resep dokter)

Sediaan

kandungan

Roxithromycin 150 mg, 300 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

roksitromisin (Roxithromycin) adalah antibiotik golongan makrolidum yang mempunyai spektrum luas, aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif meskipun dibandingkan eritromisin, roksitromisina (Roxithromycin) lebih aktif terhadap bakteri gram negatif. roksitromisina (Roxithromycin) adalah bakteriostatik yang bekerja dengan cara mengikat sub unit 50s dari ribosom bakteri sehingga menghambat translasi mRNA. Dengan demikian sistesis protein akan terganggu sehingga pertumbuhan bakteri akan terhambat.

Indikasi biostatik

Kegunaan biostatik (Roxithromycin) adalah untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh kuman yang peka terhadap biostatik (Roxithromycin) seperti :

  • Infeksi telinga hidung dan tenggorokan (THT)
  • Bronkopulmolinari
  • Infeksi saluran genital (kecuali infeksi gonococcus)
  • Infeksi kulit dan struktur kulit
  • Biostatis juga digunakan untuk infeksi kulit dan jaringan lunak
  • Staphylococcus, Streptomyces, Bacillus cereus, Bordetella pertussis, Chlamydia trachomatis
  • Gardnerella vaginalis, H. influenzae, Mycoplasma pneumoniae, Ureaplasma urealyticum

Kontra indikasi 

Efek Samping biostatik

Perhatian  

Toleransi terhadap kehamilan

Kategori B1. Roksitromisin (Roxithromycin) dapat digunakan hanya pada wanita hamil tertentu dan wanita usia subur, tanpa terjadi peningkatan frekuensi dari malformasi atau efek langsung dan tidak langsung yang membahayakan janin selama ini. Penelitian pada hewan coba juga tidak menunjukkan bukti adanya kerusakan organ pada janin.

interaksi obat 

  • Sebaiknya biostatik (Roxithromycin) tidak diberikan bersamaan dengan ergotamine dan sejenisnya karena dapat meningkatkan resiko ergotisme akut.
  • Astemizole dan Biostatis dapat mengurangi metabolism hati menghasilkan QT yang memanjang pada rekam jantung (sebaiknya tidak digunakan bersamaan).
  • Dikontraindikasikan untuk penggunaan Biostatis dan Pimozide karena dapat meningkatkan resiko kardio toksik.

Dosis biostatik

biostatik (Roxithromycin) diberikan dengan dosis :

  • Dewasa : 150 mg dua kali sehari atau 300 mg sekali sehari. Terapi dapat dilanjutkan paling tidak selama dua hari setelah gejala berkurang. Atau paling tidak selama 10 hari pada infeksi streptokokus, urethritis, serviksitis, dan servikovaginitis.
  • Anak-anak : 2.5 - 5 mg / kg BB / hari, diberikan dalam dua dosis terbagi 30 menit sebelum makan atau 2 jam setelah makan.
  • Maksimal durasi dari terapi adalah 4 minggu.

Terkait

Merk - merk obat dengan kandungan roksitromisina (Roxithromycin)

Merk - merk obat yang termasuk antibiotik golongan macrolide

 

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp