ASI Lebih Baik Untuk Bayi Maupun Ibu

Dipublish tanggal: Sep 10, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 4 menit

Istilah ASI eksklusif masih banyak digunakan oleh beberapa dokter sebagai saran pemberian susu untuk bayi. Umumnya ASI disarankan diberikan secara penuh pada enam bulan pertama usia bayi. Jika memungkinkan lanjutkan pemberian ASI disertai dengan MPASI (Makanan Pendamping ASI) hingga usia dua tahun. Bukan tanpa alasan istilah ASI eksklusif gencar diberitahukan kepada ibu hamil maupun ibu yang baru saja melahirkan. Meski terjadi secara alami, pemberian ASI eksklusif pada bayi membutuhkan usaha, perjuangan, dan pengorbanan dari sang ibu. Tentunya semua yang dilakukan sang ibu akan menghasilkan manfaat yang sepadan bagi bayi maupun ibu sendiri.

Manfaat pemberian ASI eksklusif bagi bayi

ASI memiliki manfaat yang sangat banyak bagi pertumbuhan bayi dibandingkan dengan susu formula. Berikut beberapa manfaat pemberian ASI:

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

1. Mencegah infeksi dan penyakit

Kolostrum ASI mengandung immunoglobulin A (IgA), yang merupakan kandungan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Kandungan ini berperan sebagai pelindung untuk memerangi kuman pada membran mukosa tenggorokan, hidung, usus, dan  juga dapat mengurangi risiko infeksi dan berbagai penyakit. Risiko infeksi yang mungkin dihadapi bayi antara lain: meningitis, diare, infeksi saluran pernapasan, infeksi telinga. Manfaat lainnya dari ASI juga dapat membantu mencegah obesitas, leukemia pada anak, diabetes, alergi, asma, hingga sindrom kematian mendadak pada bayi.

2. Mengandung vitamin dan mineral lengkap

ASI dihasilkan melalui proses alami di tubuh setiap ibu dengan komponen yang paling sesuai dengan kebutuhan bayi, dan proses ini tidak bisa digantikan oleh apapun. Kelengkapan vitamin dan mineral dalam ASI tidak dapat ditemukan pada susu formula, oleh sebab itu banyak ibu memilih pemberian ASI untuk sang bayi.

3. Memperkenalkan bayi pada banyak rasa

Saat hamil hingga menyusui, ibu disarankan untuk mengkonsumsi berbagai macam makanan sehat untuk dapat memproduksi ASI. Dengan demikian, secara tidak langsung, bayi yang menyusu juga menyicipi berbagai rasa makanan berbeda melalui ASI yang dikonsumsinya, sehingga diharapkan akan lebih mudah untuk menerima makanan padat dan mencegah adanya alergi makanan terhadap bayi.

4. Anak lebih cerdas

Anak yang mendapat ASI eksklusif mengkonsumsi vitamin dan mineral secara lengkap dibandingkan dengan anak yang mengkonsumsi susu formula. Penelitian mengungkap bahwa anak yang saat bayi diberi ASI eksklusif memiliki IQ yang sedikit lebih tinggi dibanding yang tidak. Selain itu antibodinya juga lebih kuat. Saat diimunisasi, bayi yang mendapat ASI lebih tidak berisiko demam dibanding yang tidak diberi ASI. Penelitian juga menemukan angka kematian mendadak pada bayi berusia kurang dari 28 hari memiliki resiko 20% lebih rendah dari bayi yang tidak mendapat ASI.

5. Mudah dicerna

ASI telah melalui proses pengolahan yang sempurna di dalam tubuh sang ibu. Secara alami ASI memang diproses khusus untuk sumber makanan bayi sejak keluar dari perut ibu. Komponen ASI sangat tepat untuk sistem pencernaan bayi karena mengandung protein, laktosa, dan lemak yang mudah dicerna bayi baru lahir. Hal ini penting untuk menghindari konstipasi atau pun diare, terutama bagi bayi yang terlahir prematur.

Manfaat Menyusui bagi Ibu

Ibu juga mendapat manfaat yang tak kalah penting saat pemberian ASI bagi sang bayi, diantaranya:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Alergi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 11

1. ASI tanpa biaya

Seperti banyak diketahui susu formula dijual dengan harga yang lumayan tinggi. Semakin banyak kandungan vitaminnya maka harganya pun semakin tinggi. Belum lagi kebutuhan bayi yang semakin bertambah setiap harinya. ASI merupakan pemberian yang sangat berharga karena dihasilkan tanpa biaya dan jumlahnya pun tidak akan berkurang. Semakin sering memberikan ASI pada bayi maka produksinya juga semakin banyak. Selain itu ASI juga dapat disimpan di lemari pendingin jika jumlahnya berlebihan dan dapat diberikan oleh orang lain saat ibu tidak berada di dekat sang bayi. Selain menghemat dari segi keuangan, ASI juga menghemat tenaga ibu dalam pemberiannya. ASI tidak perlu menggunakan botol yang harus dicuci dan di-steril terlebih dahulu, dan juga tidak memerlukan air panas untuk membuatnya, kecuali ASI sudah disimpan di lemari pendingin. 

2. Ikatan emosional

Kontak fisik dari kulit ke kulit antara ibu dan bayi yang terjadi saat proses menyusui akan menumbuhkan ikatan emosional yang kuat. Terjalin kontak batin yang kuat antara ibu dan bayi dan membuat bayi semakin mengenali ibunya.

3. Menyusui dapat membakar kalori

Menyusui dapat membakar kalori, sehingga membuat berat badan ibu lebih cepat kembali normal .Selain itu pemberian ASI dapat mengecilkan rahim kembali ke ukuran semula.

4. Mengurangi risiko penyakit

Selain menjaga kesehatan bayi, pemberian ASI juga mencegah berbagai penyakit bagi sang ibu. Penelitian mengungkapkan manfaat kesehatan menyusui pada ibu antara lain adalah mengurangi risiko kanker payudara, kanker rahim, diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, osteoporosis, penyakit jantung, hingga obesitas.

Mendukung ibu menjalani proses menyusui

Agar pemberian ASI berjalan dengan lancar, sang ibu butuh dukungan dari pihak keluarga. Dalam memproduksi ASI ibu haruslah dalam keadaan yang rileks dan sehat. Makanan yang dikonsumsi juga mendukung pembentukan ASI dalam tubuh ibu. Disinilah peran suami dapat membantu mencukupi kebutuhan makanan bagi ibu dan bayi.

Salah satu hal yang ditakutkan ibu menyusui adalah rasa sakit. Rasa sakit ini umumnya hanya dialami kurang dari semenit di awal waktu menyusui, dan berlangsung selama sepekan hingga 10 hari. Rasa sakit waktu menyusui bisa dihindari dengan memberikan posisi menyusui yang tepat. Untuk mengatasinya, Anda dapat berkonsultasi ke dokter atau bidan. Pelatihan menyusui umumnya juga dapat diakses di masa kehamilan.

Karena ASI lebih cepat dicerna dibanding susu formula, bayi yang diberi ASI akan lebih mudah lapar. Oleh karenanya, ibu perlu makan cukup dan siap menyusui setidaknya 2–3 jam sekali. Umumnya, bayi menyusu selama 10–20 menit pada tiap payudara, sehingga dibutuhkan kesabaran ibu selama proses ini. Ada kalanya ASI tidak keluar karena ibu merasa tidak nyaman. Posisikan diri senyaman mungkin, misalnya dengan posisi duduk yang nyaman ataupun dengan bantuan bantal di bagian tertentu.

Kesimpulannya perjuangan sang ibu dalam pemberian ASI eksklusif tidak luput dari dukungan oleh pihak keluarga. Tanamkan tekad dan niat untuk memberikan ASI yang terbaik bagi si kecil untuk kesempurnaan pertumbuhannya.


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Breastfeeding vs. Formula Feeding (for Parents). Nemours KidsHealth. (https://kidshealth.org/en/parents/breast-bottle-feeding.html)
Benefits of breastfeeding. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/benefits-breastfeeding/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app