Bahaya Merokok Bisa Picu Diabetes, Ini Penyebabnya

Dipublish tanggal: Jul 2, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 2, 2019 Waktu baca: 3 menit
Bahaya Merokok Bisa Picu Diabetes, Ini Penyebabnya

Anda tentu sudah mengetahui berbagai bahaya rokok pada kesehatan, mulai dari efek panjang seperti batuk-batuk hingga risiko kanker paru dalam jangka panjang. Meski demikian, kandungan nikotin dalam rokok tetap saja membuat candu sehingga penggunanya tidak bisa lepas dari kebiasaan ini. Dalam kondisi normal, rokok tentunya akan merusak kesehatan tubuh Anda, lantas apa bedanya dengan mereka yang mengidap diabetes? Apa saja bahaya merokok bagi diabetesi?

Ragam bahaya merokok pada diabetesi

Kandungan nikotin pada rokok bekerja layaknya kokain. Zat-zat aktif dalam rokok akan merangsang otak mengeluarkan hormon dopamin, serotonin, dan endorfin yang semuanya memengaruhi sensasi kebahagiaan dan kesenangan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Itu sebabnya, banyak orang kecanduan dan tak bisa lepas dari kebiasaan ini. Jika bahaya merokok sudah begitu parahnya bagi kesehatan orang sehat dan normal, apalagi bagi para diabetesi. Merokok akan memperburuk kondisi diabetes yang diderita oleh orang tersebut.

Ketika Anda terus-menerus merokok dalam kondisi terkena diabetes, tubuh Anda akan semakin kesulitan untuk mengendalikan gula darah. Hal ini dapat memperburuk kondisi kesehatan Anda bahkan meningkatkan risiko komplikasi diabetes.

Sebagai ibu dari segala penyakit, diabetes tidak jarang ditemani oleh berbagai macam komplikasi penyakit lain dalam tubuh. Salah satu komplikasi diabetes yang umum terjadi pada diabetesi tipe dua adalah penyakit jantung, stroke, dan masalah sirkulasi darah. 

Baca Selengkapnya: Berbagai Komplikasi Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Tanpa disadari, rokok memiliki cara kerja yang serupa dengan diabetes. Keduanya sama-sama dapat menyebabkan masalah kardiovaskular yang berujung pada penyakit jantung. Jika keduanya dikombinasikan, dalam artian penderita diabetes punya kebiasaan merokok, maka efek buruk yang dihasilkan tentu akan lebih besar dan cepat.

Zat-zat berbahaya dalam rokok dapat memicu penyempitan pembuluh darah. Hal ini mengakibatkan kandungan gula yang menempel pada dinding pembuluh darah dapat menyumbat pembuluh darah.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Bila dibiarkan terus-menerus, maka Anda berisiko tinggi mengalami serangan jantung di masa mendatang. Apabila penumpukan terjadi pada pembuluh darah otak Anda, maka kemungkinan stroke-lah yang dapat dialami.

Bisakah saya terkena diabetes karena kebiasaan merokok?

Merokok memang tidak akan menyebabkan Anda terkena diabetes secara langsung. Namun, jika Anda membiasakan diri untuk merokok, tubuh Anda akan mengalami resistensi insulin yang kemudian nantinya memicu terjadinya diabetes, khususnya diabetes tipe dua.

Diabetes tipe dua adalah jenis diabetes yang paling banyak terjadi pada perokok, mengingat diabetes jenis ini disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Perokok berisiko 30-40% lebih tinggi untuk mengidap diabetes dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

Ada juga penelitian yang membuktikan bahwa perokok aktif akan mengalami peningkatan lemak pada area sekitar perut, meskipun orang tersebut tidak menderita obesitas. Hal ini justru akan membuka risiko bagi tubuh Anda untuk terkena obesitas.

Tips-tips untuk berhenti merokok

Efek candu akibat rokok memang sudah ditahan, apalagi bagi orang-orang yang sudah merokok selama bertahun-tahun. Namun, penting untuk segera mengurangi kebiasaan merokok sedikit demi sedikit sampai pada akhirnya sukses berhenti merokok.

Bagi Anda diabetesi yang punya kebiasaan merokok tapi ingin berhenti, ada beberapa tips berhenti merokok yang bisa Anda lakukan, antara lain:

  1. Buatlah kegiatan merokok Anda menjadi tidak menyenangkan. Singkirkan rokok, asbak, dan korek dari tempat yang bisa Anda jangkau, sehingga Anda akan lebih kesulitan untuk menemukan alat-alat untuk menyalakan rokok.
  2. Habiskan waktu di tempat di mana Anda dilarang merokok. Mau tidak mau, Anda harus bisa menahan untuk tidak merokok di tempat tersebut.
  3. Ubah rutinitas Anda. Bila Anda biasanya sering merokok sambil ngopi atau baca koran, segera ubah kebiasaan tersebut. Lakukanlah aktivitas yang melibatkan lebih banyak interaksi dengan orang lain, sehingga Anda menjadi sungkan untuk merokok.
  4. Pertimbangkan untuk mencari terapi, seperti akupunktur, terapi laser, atau psikoterapi
  5. Pertimbangkan penggunaan obat-obatan, seperti Bupropion dan Varenicline, keduanya merupakan obat resep non-nikotin.
  6. Carilah kegiatan lain yang menyenangkan. Dengan begitu, Anda akan menyadari bahwa Anda tetap dapat bersenang-senang tanpa rokok.

Selain menjaga kadar gula dalam darah, upayakan untuk mengurangi kebiasaan merokok sedikit demi sedikit. Dengan demikian, Anda dapat menghindari bahaya rokok yang mengintai tubuh, khususnya bagi diabetesi.

Baca Selengkapnya: 4 Strategi Mulai Berhenti Merokok

11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app