Kebiasaan Sehat

Sehabis Sahur, Apakah Boleh Langsung Tidur?

Update terakhir: Apr 25, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 939.743 orang

Sehabis Sahur, Apakah Boleh Langsung Tidur?

Setelah kenyang makan saat sahur, banyak orang merasa mengantuk dan memilih untuk tidur kembali. Apalagi jika pagi harinya Anda harus berangkat ke kantor, maka tidur setelah sahur dinilai bisa membantu meningkatkan energi sebelum beraktivitas.

Namun, apakah kebiasaan tidur setelah sahur diperbolehkan? Apa akibatnya bagi kesehatan? Semua jawabannya bisa Anda temukan pada ulasan berikut ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Akibat langsung tidur setelah sahur di bulan Ramadhan

Menurut Massachusetts Institute of Technology, kebiasaan tidur setelah makan sangat tidak dianjurkan atau bahkan dilarang. Secara tidak langsung, memilih tidur setelah sahur juga akan memberikan efek yang sama. 

Ada 3 dampak buruk yang dapat terjadi bila Anda memutuskan untuk tidur setelah sahur, di antaranya:

1. Asam lambung naik

Anda mungkin masih bisa merasa nyaman saat tidur setelah sahur. Bahkan, Anda menduga bahwa kebiasaan ini dapat membantu mencegah rasa kantuk di sekolah atau kantor.

Penting diketahui bahwa efek tersebut ternyata hanya bersifat sementara. Lama-kelamaan, kebiasaan tidur setelah sahur justru bisa memicu asam lambung naik saat puasa Ramadhan.

Dibandingkan saat duduk tegak, tubuh harus bekerja lebih ekstra untuk mencerna makanan dalam posisi berbaring. Makanan yang seharusnya masuk ke lambung bisa kembali naik ke kerongkongan dan memicu refluks asam lambung (GERD).

2. Dada dan tenggorokan terasa panas seperti terbakar (heartburn)

Heartburn adalah sensasi terbakar di dada dan tenggorokan akibat naiknya asam lambung. Penyakit ini sangat mungkin terjadi akibat kebiasaan tidur setelah sahur di bulan Ramadhan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Bila Anda langsung berbaring dan tidur setelah sahur, makanan tentu akan sulit bergerak turun ke bawah. Makanan yang Anda santap saat sahur justru berisiko kembali naik dan melukasi lapisan kerongkongan. Kondisi ini juga dapat menimbulkan sendawa dan mengganggu tidur.

3. Kenaikan berat badan

Banyak orang yang bilang kalau tidur setelah makan bisa memicu kegemukan. Nyatanya, hal ini bukan sekadar mitos belaka, lho!

Memutuskan tidur setelah sahur dapat menghambat proses pencernaan makanan. Kalori dari makanan yang seharusnya dibakar, justru dibiarkan menumpuk di dalam tubuh. Perut akan terasa begah, membuncit, dan menyebabkan berat badan terus naik saat puasa Ramadhan.

Baca Juga: Penyebab Munculnya Rasa Mengantuk Setelah Makan

Anda boleh tidur setelah sahur, asalkan....

Memang benar bahwa godaan terbesar setelah sahur di bulan Ramadhan adalah menahan supaya tidak tidur lagi. Kabar baiknya, tidur setelah sahur boleh saja dilakukan asalkan ada jeda waktu tertentu setelah selesai makan.

Idealnya, Anda boleh tidur 2-3 jam setelah makan sahur. Berikan kesempatan bagi lambung dan sistem pencernaan Anda untuk mencerna dan menyerap zat-zat penting dari makanan. Selain baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan, hal ini juga dapat membantu mencegah refluks asam lambung dan heartburn saat puasa.

Cara mengatasi rasa kantuk setelah sahur

Anda mungkin tidak bisa menunggu 2-3 jam supaya bisa kembali tidur setelah sahur. Apalagi jika pagi harinya Anda harus pergi ke kantor, maka kemungkinan Anda akan langsung berangkat kerja tanpa sempat tidur lagi.

Yang jadi masalah selanjutnya, Anda takut jika nanti tidak fokus di kantor karena diliputi rasa kantuk. Tenang, ada kiat-kiat jitu yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi rasa kantuk setelah sahur, di antaranya:

1. Tidur cukup di malam hari

Rasa kantuk yang menyerang saat sahur bisa jadi karena Anda kurang tidur. Supaya terhindar dari kebiasaan tidur setelah sahur, pastikan Anda mendapatkan cukup tidur setiap malam.

Idealnya, durasi tidur bagi orang dewasa adalah 7-8 jam. Usahakan untuk tidur lebih cepat setiap malam dan hindari kebiasaan begadang. Semakin lama Anda mengulur-ngulur waktu istirahat, maka semakin berkurang pula jam tidur Anda. Alhasil, Anda akan susah bangun sahur dan tergoda untuk kembali tidur setelah sahur.

Baca Selengkapnya: Durasi dan Waktu Tidur yang Baik untuk Kesehatan

2. Makan makanan yang bergizi seimbang saat sahur

Selain karena faktor kurang tidur, makanan yang dikonsumsi saat sahur juga bisa menyebabkan kantuk. Makanan yang mengandung karbohidrat dan protein, misalnya, dapat memicu rasa kantuk luar biasa bila dibandingkan jenis makanan lainnya.

Ingat, ini bukan berarti Anda tidak boleh mengonsumsi makanan berprotein atau karbohidrat. Kedua nutrisi tersebut justru berperan penting untuk menyuplai energi yang dibutuhkan selama berpuasa Ramadhan nanti.

Sebagai solusinya, hindari mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat atau protein terlalu banyak. Makanlah secukupnya supaya Anda bisa mendapatkan manfaat nutrisinya dengan maksimal, tapi juga tidak menyebabkan kantuk.

Yang tak kalah penting, pastikan Anda makan makanan yang bergizi seimbang saat sahur di bulan Ramadhan. Makanan bergizi seimbang dapat mengoptimalkan fungsi organ dan metabolisme tubuh selama berpuasa di bulan Ramadhan.

3. Lakukan aktivitas ringan setelah sahur

Kunci terpenting untuk menghindari kebiasaan tidur setelah sahur adalah bergerak. Dengan bergerak, fungsi organ-organ tubuh akan terus aktif dan bermetabolisme dengan baik. Semakin Anda bergerak dan menyibukkan diri, mata akan semakin melek dan mampu melawan rasa kantuk setelah sahur.

Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kantuk dan tidur setelah sahur. Contohnya menyapu lantai, menyiram tanaman, berjalan kaki, atau olahraga ringan lainnya. Ingat, hindari olahraga terlalu keras karena bisa memicu dehidrasi saat puasa di bulan Ramadhan.

Baca Selengkapnya: 6 Alasan Mengapa Olahraga Amat Penting!

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit