5 Hal Utama yang Harus Dipersiapkan Menjelang Kehamilan

Dipublish tanggal: Feb 26, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jul 19, 2019 Waktu baca: 3 menit
5 Hal Utama yang Harus Dipersiapkan Menjelang Kehamilan

Siapa sih yang tidak menginginkan memiliki keturunan? Bagi pasangan yang sudah menikah biasanya ingin segera memiliki momongan. Bayangan menimang bayi pasti pernah dimiliki setiap calon Ibu.

Tapi jangan salah dan mengira bahwa proses kehamilan akan berjalan dengan lancar dan gampang, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan menjelang kehamilan tiba. Persiapan ini dilakukan agar kedepannya Mama, si Kecil dan Papa bisa menjadi keluarga yang sehat dan bahagia.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Apa saja, sih, persiapan menjelang kehamilan yang harus dilakukan oleh calon Mama beserta pasangan? Ini dia hal-hal yang harus disiapkan sebelum hamil:

1. Mempersiapkan mental

Menurut sebuah penelitian, 10% ibu hamil yang depresi akan menularkan biokimia kesedihannya kepada janinnya dan ini akan meningkatkan hormon stress dan aktivitas otak janin. Selain itu, ketika seorang wanita tidak mempersiapkan diri sebelum hamil, maka secara mental ia akan berat untuk menjalani kehamilannya.

2. Berhenti mengkonsumsi segala zat yang memiliki efek berbahaya bagi janin

Yang dimaksud zat berbahaya di sini bukanlah berfokus pada alkohol, narkotika dan rokok, karena sebagian besar wanita Indonesia yang merencanakan kehamilan umumnya tidak mengkonsumsi zat-zat tersebut. Namun jika mereka mengkonsumsi zat tersebut, sudah sangat jelas bahwa penggunaannya harus dihentikan minimal 1 tahun sebelum merencanakan kehamilan.

Penggunaan obat-obatan seperti pil kb, penggunaan antibiotik, obat-obatan diabetes atau darah tinggi tertentu dan konsumsi kafein berlebih juga harus dihentikan. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk setiap wanita hamil untuk mengkonsultasikan ke dokter untuk setiap pengobatan yang telah didapat atau akan didapat selama menjelang masa kehamilan.

3. Periksakan Kondisi Kesehatan

Hal lainnya yang juga penting untuk diketahui dan dilakukan oleh pasangan yang ingin memiliki anak adalah melakukan pemeriksaan kesehatan, khususnya yang terkait dengan sistem reproduksi, tingkat kesuburan dan hal lain yang berhubungan dengan masalah kehamilan.

Perlu diketahui pemeriksaan tidak hanya dilakukan oleh calon Ibu, melainkan harus dilakukan oleh calon ayah juga, karena kondisi kesehatan sang Ayah juga berperan dalam proses kehamilan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Hal-hal yang harus diperiksa adalah:

  • Pemeriksaan virus rubella (campak Jerman), cytomegalovirus, herpes simplex genitalia, atau varicella zoster, untuk menghindari terjadinya kecacatan pada janin.
  • Pemeriksaan virus hepatitis (A, B dan C) dan virus HIV dengan tujuan untuk menghindari diturunkannya penyakit akibat virus-virus tersebut kepada janin.
  • Pemeriksaan penyakit toxoplasmosis karena bisa menyebabkan kecacatan janin dan abortus.
  • Pemeriksaan Penyakit Seksual Menular (PMS). Sebab penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada ibu maupun bayi yang dilahirkan.
  • Pemeriksaan penyakit menurun (genetik), seperti down syndrome, hemofilia atau penyakit cacat bawaan lainnya. Karena jika keduanya (pria dan wanita) memiliki genetik yang berpotensi menyebabkan penyakit menurun, maka kemungkinan besar Anak mereka akan lahir dengan penyakit bawaan tersebut.
  • Pemeriksaan kesuburan juga sangat penting untuk dilakukan untuk menentukan tingkat keberhasilan Anda mendapatkan keturunan.
  • Pemeriksaan kondisi kesehatan umum seperti mengontrol penyakit yang diderita oleh calon ibu seperti diabetes dan darah tinggi, karena jika tidak dikontrol sejak dini akan memberat saat proses kehamilan berlangsung.

4. Menerapkan pola hidup sehat

Hal lain yang tidak kalah penting untuk diketahui pasangan yang ingin cepat memiliki momongan adalah menerapkan pola hidup sehat. Pola hidup sehat ini tentunya tidak hanya harus dijalankan oleh istri saja. Dalam hal ini, pola hidup sehat juga akan memperbaiki kualitas sperma suami.

  • Pelajari jenis makanan yang mendukung program kehamilan, dan juga jenis makanan yang dilarang. Dengan demikian, Anda dapat mengupayakan makanan yang dapat mendukung terjadinya kehamilan.
  • Perhatikan kesehatan lingkungan, seperti rumah, tempat kerja, dan sebagainya. Karena lingkungan yang kotor dapat beresiko menyebabkan infeksi pada calon bayi
  • Stop merokok untuk calon Ibu dan calon ayah
  • Rajin berolahraga
  • Menghindari stress

5. Persiapkan kondisi keuangan Anda

Melahirkan bisa menjadi salah satu pengeluaran yang cukup besar dan tidak terduga. Untuk itu, dihimbau untuk Anda mempersiapkan budget lebih untuk biaya persalinan hingga perawatan sang bayi kelak.

Bagi Anda yang belum kuat secara finansial, Anda bisa mempersiapkan Asuransi seperti BPJS untuk jaga-jaga jika sang istri harus melahirkan dengan operasi caesar karena operasi ini tidak murah, namun bisa ditanggung oleh BPJS.

Memiliki keturunan adalah anugrah terbesar yang mungkin bisa dimiliki oleh setiap individu, namun juga bisa menjadi masalah terbesar bagi kebanyakan orang jika tidak ada persiapan yang matang. Oleh karena itu, dengan mengikuti tips-tips di atas, diharapkan Anda dapat melewati proses kehamilan dan proses persalinan tanpa masalah dan bisa menjadi keluarga kecil yang bahagia.

13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app