5 Fakta IUD yang Harus Anda Ketahui

Dipublish tanggal: Jun 21, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Agu 29, 2019 Waktu baca: 2 menit
5 Fakta IUD yang Harus Anda Ketahui

Pelaksanaan keluarga berencana menuntut Anda untuk mengatur jarak kehamilan, sehingga diperlukan alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan. Ada banyak jenis alat kontrasepsi  yang dapat digunakan. Salah satu jenis alat kontrasepsi adalah IUD.

IUD adalah pilihan tepat bagi Anda yang ingin menunda kehamilan dalam waktu lama. Untuk lebih mengetahui tentang IUD, berikut pemaparannya.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Apa itu IUD?

IUD merupakan alat kontrasepsi yang memiliki bentuk kecil sekitar 3 cm saja. Alat ini terbuat dari plastik dan berbentuk seperti huruf T dan akan dipasang ke dalam rahim. Ada 2 jenis IUD, yaitu IUD tembaga dan IUD hormon. IUD hormon bekerja dengan melepaskan hormon progesteron . Hormon ini akan mengentalkan leher rahim, sehingga akan menghalangi sperma masuk ke dalam rahim. Selain itu, hormon ini akan menipiskan dinding rahim, sehingga sel telur yang sudah dibuahi tidak dapat menempel di dinding rahim, akibatnya tidak akan terjadi kehamilan.

IUD tembaga memiliki lilitan tembaga di sekelilingnya. Tembaga pada alat ini akan mengeluarkan zat yang akan menimbulkan peradangan di rahim, sehingga sperma akan rusak sebelum bertemu dengan sel telur.

Keefektifan IUD

IUD merupakan alat kontrasepsi yang tergolong efektif dalam mencegah kehamilan. Dari 100 pengguna IUD, hanya ada 1 kemungkinan yang mengalami kehamilan. Dengan kata lain keefektifan IUD dalam mencegah kehamilan mencapai 99%.

Penggunaan IUD sangat cocok dipakai bagi Anda yang ingin menunda kehamilan dalam waktu yang lama. IUD hormonal dapat mencegah kehamilan hingga 5 tahun, sedangkan IUD tembaga efektif mencegah kehamilan hingga 10 tahun.

Pemasangan IUD

Sebelum melakukan pemasangan IUD, dokter akan memastikan terlebih dahulu, apakah Anda dalam keadaan hamil atau tidak. Setelah itu, dokter akan menjelaskan tentang tahap-tahap pemasangan IUD, sehingga Anda tidak akan takut saat pemasangan.

IUD akan dipasang di dalam rahim, hal ini mungkin akan menimbulkan perasaan tidak nyaman. Dokter akan menggunakan bantuan alat spekulum untuk menjaga leher rahim tetap terbuka, sehingga IUD dapat dipasang dengan mudah. Proses ini hanya membutuhkan waktu 5-10 menit. Proses pemasangan IUD akan berlangsung lebih lama jika Anda tegang. Kondisi tegang dan tidak rileks hanya akan membuat otot-otot vagina berkontraksi dan membuat dokter susah memasukkan IUD. Dokter juga akan memberikan obat pereda nyeri sebelum memasukkan IUD.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Waktu yang tepat untuk memasang IUD

Pemasangan IUD dapat dilakukan kapanpun, selama Anda tidak hamil. IUD juga dapat dipasang baik saat menstruasi maupun tidak. Pemasangan IUD saat menstruasi akan lebih mudah dan tidak terlalu nyeri. Saat menstruasi leher rahim akan terbuka, sehingga memudahkan memasukkan IUD. Hal yang perlu diperhatikan, jangan memasang IUD pada hari pertama atau kedua menstruasi, karena darah yang keluar masih banyak.

IUD juga dapat dipasang setelah proses persalinan. Pemasangan IUD dilakukan 48 jam setelah persalinan dan paling lambat 6-8 minggu setelah persalinan.

Efek samping penggunaan IUD

Bagi ibu menyusui, pemasangan IUD tidak akan mempengaruhi produksi ASI. IUD hanya akan berpengaruh pada kondisi rahim saja. Efek samping yang sering muncul setelah pemasangan IUD adanya munculnya keputihan. Namun, hal ini akan menghilang dengan sendirinya setelah tubuh beradaptasi dengan IUD.

Pemasangan IUD hormonal dapat menyebabkan menstruasi lebih deras disertai dengan nyeri. Sedangkan pemasangan IUD tembaga akan membuat menstruasi tidak teratur bahkan akan berhenti. Pemasangan IUD juga memiliki resiko terkena infeksi rahim, jika IUD berpindah tempat. Anda harus sering mengecek posisi IUD apakah masih pada posisi yang sama atau telah berpindah.

9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Overview of the IUD Contraceptive Device. Verywell Health. (Accessed via: https://www.verywellhealth.com/all-about-the-iud-906770)
IUD Types, Side Effects, Removal, and Effectiveness. MedicineNet. (Accessed via: https://www.medicinenet.com/iud/article.htm)
Intrauterine devices (IUD). MedlinePlus. (Accessed via: https://medlineplus.gov/ency/article/007635.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app