Yang Sebaiknya Diperiksa Ketika Menjalani Medical Check-Up

Dipublish tanggal: Sep 5, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 5 menit

Faktanya, hanya sebagian kecil masyarakat Indonesia yang rutin melakukan medical check-up. Ada yang mengaku malas atau tidak sempat, namun tak sedikit yang enggan melakukannya karena masalah biaya. 

Padahal medical check-up sangat penting karena ini menginformasikan kondisi tubuh terkini, mengingat beberapa penyakit tidak menunjukkan gejala. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Medical check-up sekaligus merupakan sarana pencegahan berkembangnya penyakit (bila ada) ke tahap yang lebih kronis

Hal lain yang sering salah dimengerti adalah medical check-up bukan hanya untuk orang tua saja. Anak muda, baik perempuan maupun laki-laki, juga perlu rutin melakukannya sekalipun mereka tampak sehat.

Sekarang, kira-kira apa saja yang perlu diperiksa ketika melakukan medical check-up?

1.Indeks Massa Tubuh 

Kita mulai dari yang paling sederhana dulu yakni masalah berat badan atau indeks massa tubuh (BMI). Faktanya, BMI yang kurang ideal bisa memicu gangguan kesehatan. 

Untuk yang overweight atau obesitas misalnya, kondisi berat badan berlebih ini meningkatkan risiko penyakit:

Sebaliknya, bagi yang underweight atau terlalu kurus juga rawan mengidap:

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Medical Check Up via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket medical check up hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h07 medical check up
  • Melemahnya sistem kekebalan tubuh
  • Osteoporosis
  • Kurang darah atau anemia

Karenanya, sangat penting untuk rutin mengecek BMI. Lakukan minimal 2 tahun sekali untuk yang usianya di bawah 50 tahun, dan setahun sekali bagi yang lebih tua dari itu. 

Tentunya saran ini tak berlaku untuk Anda yang mengalami berat badan naik atau turun secara drastis. 

Untungnya, tidak sulit memeriksa BMI sendiri di rumah. Dalam hal ini, Anda hanya perlu mengetahui berat badan (kg) dan tinggi badan (m) saja. 

Cara menghitungnya adalah sebagai berikut: berat badan: (tnggi badan x tinggi badan). Hasilnya dikatakan ideal jika BMI berkisar antara 18,5-22,9. 

2.Tekanan Darah

Nah kalau pemeriksaan satu ini dapat dilakukan sendiri di rumah jika punya tensimeter. Bagi orang sehat, tes boleh dilakukan setiap 1-2 tahun sekali. 

Lain halnya dengan penderita hipertensi atau hipotensi yang perlu lebih sering mengecek tekanan darahnya.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Medical Check Up via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket medical check up hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h07 medical check up

Tekanan darah dikatakan normal kalau besaran sistolik/ diastoliknya <140/90 mmg Hg bagi yang usianya di bawah 60 tahun. 

Sedangkan yang umurnya di atas itu, tekanan normalnya <150/90 mm Hg. Kalau hasil yang keluar melebihi angka tersebut, berarti Anda menderita hipertensi. 

3.Gula Darah

Pemeriksaan gula darah rutin setiap 3 tahun sekali sangat disarankan untuk Anda yang berumur di atas 45 tahun. 

Akan tetapi tentu saja, tes gula darah mesti lebih sering dilakukan untuk penderita (atau mereka yang berisiko terkena) diabetes. Gejala diabetes sendiri umumnya meliputi:

Biasanya sebelum tes gula darah dilakukan, petugas medis akan menyarankan Anda untuk puasa selama 8 jam lebih dulu. Setelah hasilnya keluar, barulah Anda akan tahu termasuk dalam golongan mana, apakah:

  • Normal (70-100 mg/ dL)
  • Pra diabetes (100-125 mg/ dL)
  • Diabetes ( ≥ 126 mg/ dL)

4.Kolesterol

Kolesterol merupakan jenis lemak yang diperlukan tubuh. Namun jika kadarnya berlebihan, itu juga tidak baik karena bisa memicu penyumbatan pembuluh darah sehingga menyebabkan stroke atau jantung. Kadar kolesterol dikatakan normal kalau memenuhi kriteria berikut:

  • Kolesterol baik (HDL) >60 mg/ dL
  • Kolesterol jahat (LDL) <100 mg/ dL
  • Trigliserida <150 mg/ dL
  • Total kolesterol keseluruhan <200 mg/ dL

Tes kolesterol sebenarnya boleh dilakukan 5 tahun sekali sejak usia 35 tahun untuk yang bertubuh sehat. Akan tetapi pemeriksaan dini mulai umur 20 tahun dengan intensitas lebih sering sebaiknya dilakukan oleh mereka yang:

  • Kegemukan
  • Menderita diabetes atau hipertensi
  • Memiliki keluarga dengan riwayat sakit jantung atau stroke
  • Perokok aktif

5.Jantung

Karena merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh, maka wajar bila jantung wajib rutin diperiksa. Tes biasanya dilakukan dengan metode rekam jantung atau EKG (Elektrokardiogram). 

Pemeriksaan yang mampu menunjukkan abnormalitas detak jantung atau pembuluh darah tersebut sebaiknya segera dilakukan, utamanya kalau muncul gejala nyeri dada atau jantung berdebar kencang.

6.Gigi

Gigi merupakan bagian tubuh yang sering dipakai, khususnya untuk menggigit dan mengunyah makanan. Karena itu, gigi sangat rawan terkena plak, karang, atau bahkan serangan kuman penyakit. 

Memeriksakan gigi secara rutin setiap 6 bulan sekali dapat menghindarkan kita dari berbagai kondisi seperti:

  • Abses atau bengkak disertai nanah karena infeksi
  • Kerusakan gigi maupun tulang rahang
  • Gigi impaksi karena gigi bungsu tumbuh secara abnormal
  • Kista atau tumor

Kalau saat diperiksa, dokter hanya menemukan karang, maka beliau akan membersihkannya saja. Tapi bila ada gejala masalah gigi lainnya, mungkin diperlukan tes lebih lanjut menggunakan X-ray

7.Mata 

Buat yang merasa penglihatan tak lagi setajam dulu, segera lakukan pemeriksaan mata

Memeriksakan mata rutin setiap 1-2 tahun sekali bisa meminimalisir gangguan penglihatan, serta mata malas atau juling pada anak. Sedangkan untuk orang tua, tes mata bisa mendeteksi risiko:

  • Retinopati (rusaknya pembuluh darah di belakang mata) - biasanya karena diabetes.
  • Glaukoma (rusaknya saraf optik sehingga tekanan mata bertambah)
  • Katarak atau mata berkabut

Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan mata biasanya meliputi berbagai tes berikut:

  • Retina - mata terlebih dulu ditetesi cairan khusus supaya korneanya membesar, lalu disinari cahaya supaya dokter dapat mengamati struktur di dalamnya
  • Otot mata - dengan mengamati pergerakan mata
  • Ketajaman visual - menggunakan papan berisi tulisan huruf
  • Kelopak, bulu, kornea, iris, lensa, serta ruang cairan antara kornea dan iris - dengan bantuan lampu celah
  • Perimetri - mengetes kemampuan melihat ke samping tanpa menggerakkan bola mata
  • Tonometri (tekanan intraokular) - tekanan/ tensi mata

8.Kulit

Pemeriksaan kulit mungkin tidak wajib rutin dilakukan. Tapi jangan tunda lagi bila mengalami perubahan abnormal pada indera terbesar tubuh manusia ini, misalnya seperti:

  • Muncul benjolan
  • Tahi lalat tampak berubah warna, ukuran, atau bahkan berdarah
  • Timbul jaringan abnormal di kulit, biasanya berwarna merah, biru, putih, atau kehitaman dengan batas tak beraturan

Gejala di atas dapat menandakan kanker kulit. Umumnya diperlukan pemeriksaan lebih lanjut terkait hal ini, termasuk pengambilan sampel kulit atau biopsi. 

9.Telinga 

Audiometri merupakan tes untuk mendiagnosa risiko, tingkatan, maupun jenis gangguan pendengaran

Selain orang dewasa, anak-anak atau bayi juga perlu menjalaninya supaya kemampuan mendengarnya tidak sampai berdampak negatif pada kemampuan belajar atau berbicaranya. 

10.Tulang 

Ingin tahu seberapa kuat tulang dan apakah itu berisiko terkena osteoporosis? Jika demikian, mari lakukan tes kepadatan tulang dengan bantuan sinar X atau CT scan. 

Tes tersebut sebaiknya dilakukan perempuan yang usianya melebihi 65 tahun, serta laki-laki di atas 70 tahun. 

Selain itu, Anda yang berisiko terkena osteoporosis sebaiknya juga segera memeriksakan tulang. Berikut beberapa faktor risiko osteoporosis yang perlu diwaspadai: 

  • Menggunakan steroid dalam waktu jangka panjang
  • Merokok 
  • Suka minum alkohol
  • Underweight
  • Ada keluarga yang pernah menderita osteoporosis

11.Penyakit lainnya

Selain pemeriksaan umum tadi, ada pula tes yang dapat mendeteksi risiko penyakit, misalnya risiko gangguan paru-paru untuk perokok berat. Contoh pemeriksaannya:

  • COPD (penyakit paru obstruktif kronik) - tes fungsi paru-paru untuk mengukur kadar udara dalam paru-paru, kecepatan masuk-keluarnya udara, serta sinar X pada dada.
  • Kanker paru - melalui CT scan 

Sedangkan tes penyakit menular seksual (PMS) dan hepatitis B mungkin diperlukan oleh mereka yang aktif secara seksual atau pernah melakukan seks bebas. Contoh tesnya adalah:

  • Gonore - melalui tes urin atau pengambilan sampel cairan, bisa dari saluran uretra pria atau serviks pada wanita, maupun tenggorokan
  • Herpes genital - selain mengamati gejalanya, penyakit juga dapat dideteksi dari sampel luka 
  • HIV - melalui immunoassay (pemeriksaan antibodi)
  • Sifilis - tes darah dan cairan luka sifilis
  • Hepatitis B - serupa dengan tes HIV 

Sebenarnya masih ada jenis pemeriksaan lain, misalnya untuk mendeteksi kanker yang kebanyakan muncul tanpa gejala. 

Namun yang kami sebutkan tadi merupakan contoh medical check-up secara umum yang bisa Anda lakukan rutin mulai dari sekarang.

9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Physical exam: Types and what to expect. Medical News Today. (Accessed via: https://www.medicalnewstoday.com/articles/325488)
A checkup for the checkup: Do you really need a yearly physical?. Harvard Health. (Accessed via: https://www.health.harvard.edu/blog/a-checkup-for-the-checkup-do-you-really-need-a-yearly-physical-201510238473)
Do You Need an Annual Physical?. AARP® Official Site. (Accessed via: https://www.aarp.org/health/healthy-living/info-2018/annual-physical-possibly-unnecessary.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app