Medical Check Up untuk Anak Muda, Pentingkah?

Dipublish tanggal: Des 20, 2020 Update terakhir: Sep 30, 2021 Tinjau pada Des 18, 2020 Waktu baca: 3 menit
Medical Check Up untuk Anak Muda, Pentingkah?

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Pemeriksaan kesehatan atau medical check up bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara mendalam, termasuk ada atau tidaknya gangguan medis tertentu;
  • Pemeriksaan kesehatan secara rutin perlu dilakukan oleh anak-anak, remaja, dewasa muda, hingga lansia. Sebaiknya lakukan medical check up 1-2 tahun sekali;
  • Medical check up meliputi pemeriksaan organ vital, suhu tubuh, berat badan, darah, kolesterol, diabetes, pap smear (khusus wanita), mata, serta mulut dan gigi;
  • Klik untuk membeli paket medical check up dengan harga bersahabat dan dokter berpengalaman melalui HDmall;
  • Gunakan fitur chat untuk berkonsultasi dengan apoteker kami secara gratis seputar obat dan paket kesehatan yang Anda butuhkan.

Menerapkan pola hidup sehat sangat penting dilakukan semua orang. Kesadaran untuk melakukan tes kesehatan juga termasuk di dalam pola hidup sehat tersebut. Masalahnya, tak sedikit orang yang menganggap remeh perlunya medical check up.

Medical check up hanya dianggap perlu ketika sudah menginjak usia lanjut usia atau diperuntukkan bagi orang-orang dengan penyakit atau kondisi medis tertentu. Padahal, penyakit tak mengenal usia dan prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati juga berlaku untuk anak-anak muda.

Iklan dari HonestDocs
Medical Check Up Paket Gold Di Path Lab Klinik

Medical check-up diperlukan baik oleh perempuan maupun laki-laki, baik anak muda maupun orang lanjut usia. Orang yang terlihat sehat pun perlu melakukan medical check-up, terutama untuk memeriksa tingkat kesehatan dan mencegah secara dini jika adanya penyakit serius yang belum menunjukkan gejala.

Medical check up paket gold di path lab klinik

Toh, tujuan medical check up adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan secara detail dan menyeluruh. Kepastian seperti ini dapat mengurangi risiko penyakit. Kalaupun hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan keberadaan penyakit tertentu, penanganannya akan lebih optimal karena lebih cepat diketahui.

Untuk mengetahui apa saja yang diperiksa saat medical check up serta siapa saja yang perlu melakukan medical check up, berikut informasinya.

Medical check up meliputi apa saja?

Medical check up pada umumnya meliputi pemeriksaan fisik untuk mengetahui fungsi kerja organ vital seperti jantung, ginjal, hati, dan paru paru. Dilanjutkan pula dengan pemeriksaan suhu tubuh, berat badan, dan tes darah yang mungkin diperlukan untuk memastikan kondisi tubuh sehat dan normal. 

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi pemeriksaan medical check up yang biasa dilakukan oleh anak muda berusia 20-30 tahunan:

1. Cek tekanan darah

Tekanan darah tinggi atau hipertensi seringkali disebut sebagai "silent killer' karena tidak menimbulkan gejala. Padahal hipertensi bisa menimbulkan komplikasi penyakit lain, seperti stroke, gagal jantung, dan jantung koroner. Oleh karena itu, medical check up penting dilakukan guna mencegah komplikasi penyakit.

Dalam kondisi normal, tekanan darah umumnya berada di angka 120/80 mmHG. Seseorang--pada umumnya--dapat disebut mengalami hipertensi jika tekanan darahnya di atas itu. Namun, jangan lupa bahwa kondisi setiap orang bisa berbeda.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

2. Cek kolesterol

Kolesterol adalah zat hasil produksi dari hati (liver) yang umumnya disebabkan oleh berbagai jenis makanan yang dikonsumsi. Kadar kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke akibat tersumbatnya pembuluh darah. 

Kadar normal LDL seharusnya kurang dari 100 mg/dL. Untuk mengetahui kadar kolesterol normal atau tidak, Anda bisa menjalani tes profil lipid (tes kolesterol) ketika medical check up. 

Baca juga: Suplemen untuk Atasi Hipertensi dan Kolesterol Tinggi

3. Cek diabetes

Untuk mengetahui ada atau tidaknya risiko diabetes, Anda bisa menjalani pemeriksaan HbA1c (hemoglobin A1C test). Diagnosis awal yang tepat setelah melakukan medical check up dapat membantu mengontrol gejala diabetes melitus, terutama jika memiliki riwayat keturunan. Jika kadar gula darah normal, Anda bisa terhindar dari risiko prediabetes, hipoglikemia, ataupun hiperglikemia.

4. Pencegahan infeksi 

Klamidia dan gonore yang merupakan penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh infeksi bakteri tanpa menunjukkan gejala apa pun. Maka dari itu, pemeriksaan secara berkala perlu dilakukan bagi mereka yang telah aktif secara seksual. 

Anda juga bisa mempertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan medical check up seperti tes hepatitis C dan tes HIV/AIDS sebagai langkah preventif.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Baca juga: Mengetahui Perilaku Seksual Masyarakat Indonesia

5. Pap smear 

Pemeriksaan pap smear hanya dilakukan pada wanita. Tindakan ini bertujuan untuk mendeteksi ada atau tidaknya sel penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim. 

Pap smear dilakukan dengan cara mengambil sampel sel dari leher rahim. Wanita yang sudah memasuki usia subur dan sudah aktif secara seksual disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear 1-3 tahun sekali.

6. Cek kesehatan lain

Beberapa tes kesehatan atau medical check up lain yang biasa dilakukan setiap tahunnya adalah cek kesehatan mata dan gigi. Tes tersebut diperlukan terutama bagi mereka yang memiliki gangguan penglihatan ataupun masalah gigi.

Tes mata dapat dilakukan 1-2 tahun sekali, termasuk pemeriksaan katarak, glaukoma, serta retinopati. Sedangkan pemeriksaan mulut dan gigi disarankan untuk dilakukan setidaknya 6 bulan sekali yang meliputi pemeriksaan gigi berlubang hingga pembersihan karang gigi.

7. Lengkapi kebutuhan vaksinasi

Vaksinasi jelas tidak boleh disepelekan. Vaksin wajib yang diberikan ketika masih anak-anak adalah vaksin BCG, vaksin polio, vaksin hepatitis B, vaksin MR, vaksin Tdap, dan vaksin DPT. Bagi dewasa muda, beberapa vaksin tambahan juga diperlukan antara lain vaksin influenza (flu), vaksin pneumonia, vaksin varicella (cacar air), dan vaksin HPV.

Baca juga: Jenis Vaksinasi untuk Orang Dewasa

Siapa saja yang perlu melakukan medical check up?

Selain anak muda, medical check up sebaiknya dilakukan secara rutin setidaknya 1-2 tahun sekali, baik anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga orang tua. Terlepas dari memiliki gangguan medis atau tidak, pemeriksaan medical check up tidak boleh diabaikan. 

Lagi pula, sejumlah penyakit tidak menimbulkan gejala yang mengkhawatirkan pada awalnya. Untuk itulah deteksi ada atau tidaknya penyakit hanya bisa dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan mendalam, salah satunya dengan medical check up.

Medical check up juga berlaku pada wanita maupun pria dengan tes kesehatan umum yang serupa. Pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh memungkinkan untuk ditambah dengan beberapa pemeriksaan lain yang lebih spesifik, termasuk dari faktor usia.

Baca juga: Manfaat, Prosedur, dan Biaya Medical Check Up

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
​Medlineplus. Health screenings for men ages 18 to 39. (https://medlineplus.gov/ency/article/007464.htm)​
Medlineplus. Health screenings for women ages 18 to 39. (https://medlineplus.gov/ency/article/007462.htm)​
Insider. 7 health tests all people in their 20s need to get. (https://www.insider.com/health-tests-you-should-get-in-20s-2018-11)​

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app