Medical Check Up untuk Anak Muda, Pentingkah?

Dipublish tanggal: Des 20, 2020 Update terakhir: Jan 12, 2021 Tinjau pada Des 18, 2020 Waktu baca: 3 menit
Medical Check Up untuk Anak Muda, Pentingkah?

Ringkasan

Buka

Tutup

    • Pemeriksaan kesehatan atau medical check up bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara mendalam, termasuk memastikan ada atau tidaknya gangguan medis tertentu;
    • Pemeriksaan kesehatan secara rutin perlu dilakukan oleh semua orang, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa muda, hingga lansia. Anda disarankan untuk melakukan medical check up 1-2 tahun sekali;
    • Medical check up meliputi pemeriksaan organ vital, suhu tubuh, berat badan, darah, kolesterol, diabetes, pap smear (khusus wanita), mata, serta mulut dan gigi;
    • Klik untuk membeli paket medical check up dengan harga bersahabat dan dokter berpengalaman melalui HDmall;
    • Gunakan fitur chat untuk berkonsultasi dengan apoteker kami secara gratis seputar obat dan paket kesehatan yang Anda butuhkan.

    Menerapkan pola hidup sehat sangat penting dilakukan semua orang. Kesadaran untuk melakukan tes kesehatan juga termasuk di dalam pola hidup sehat tersebut. 

    Masalahnya, tak sedikit orang yang menganggap bahwa medical check up hanya wajib dilakukan oleh lansia dan orang-orang dengan penyakit atau kondisi medis tertentu. Padahal, penyakit tak mengenal usia dan prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati juga berlaku untuk anak-anak muda.

    Iklan dari HonestDocs
    Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

    Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

    Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

    Toh, tujuan medical check up adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan secara detail dan menyeluruh. Kepastian seperti ini dapat mengurangi risiko penyakit. Kalaupun hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan keberadaan penyakit tertentu, penanganannya akan lebih optimal karena lebih cepat diketahui.

    Siapa saja yang perlu melakukan medical check up?

    Medical check up rutin, setidaknya 1-2 tahun sekali, perlu dilakukan oleh setiap orang, mulai remaja, anak muda, orang dewasa, hingga orang tua. Terlepas dari memiliki gangguan medis atau tidak, tindakan ini tidak boleh diabaikan. Lagi pula, sejumlah penyakit tidak menimbulkan gejala yang mengkhawatirkan pada awalnya. Untuk itulah deteksi ada atau tidaknya penyakit hanya bisa dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan mendalam.

    Medical check up juga berlaku pada wanita maupun pria dengan tes kesehatan umum yang serupa. Pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh memungkinkan untuk ditambah dengan beberapa pemeriksaan lain yang lebih spesifik, termasuk berdasarkan faktor usia.

    Baca juga: Manfaat, Prosedur, dan Biaya Medical Check Up

    Medical check up seperti apa yang diperlukan?

    Medical check up pada umumnya meliputi pemeriksaan fisik untuk mengetahui fungsi kerja organ vital seperti jantung, ginjal, hati, dan paru paru. Pemeriksaan suhu tubuh, berat badan, dan tes darah juga mungkin dilakukan untuk memastikan bahwa Anda berada dalam kondisi sehat dan normal. 

    Berikut ini adalah beberapa rekomendasi pemeriksaan kesehatan tambahan yang bisa dilakukan oleh anak muda berusia 20-30 tahunan:

    Iklan dari HonestDocs
    Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

    Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

    Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

    1. Cek tekanan darah

    Tekanan darah tinggi atau hipertensi seringkali disebut sebagai "silent killer' karena tidak menimbulkan gejala. Padahal hipertensi bisa menimbulkan komplikasi penyakit lain, seperti stroke, gagal jantung, dan jantung koroner

    Dalam kondisi normal, tekanan darah umumnya berada di angka 120/80 mmHG. Seseorang--pada umumnya--dapat disebut mengalami hipertensi jika tekanan darahnya di atas itu. Namun, jangan lupa bahwa kondisi setiap orang bisa berbeda.

    2. Cek kolesterol

    Kolesterol adalah zat hasil produksi dari hati (liver) yang umumnya disebabkan oleh berbagai jenis makanan yang dikonsumsi. Kadar kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. 

    Kadar normal LDL seharusnya kurang dari 100 mg/dL. Untuk mengetahui kadar kolesterol normal atau tidak, Anda bisa menjalani tes profil lipid (tes kolesterol).

    Baca juga: Suplemen untuk Atasi Hipertensi dan Kolesterol Tinggi

    3. Cek diabetes

    Untuk mengetahui ada atau tidaknya risiko diabetes, Anda bisa menjalani pemeriksaan HbA1c (hemoglobin A1C test). Diagnosis awal yang tepat dapat membantu mengontrol gejala diabetes melitus, terutama jika memiliki riwayat keturunan. Jika kadar gula darah normal, Anda bisa terhindar dari risiko prediabetes, hipoglikemia, dan hiperglikemia.

    Iklan dari HonestDocs
    Medical Check Up Paket Gold Di Path Lab Klinik

    Medical check-up diperlukan baik oleh perempuan maupun laki-laki, baik anak muda maupun orang lanjut usia. Orang yang terlihat sehat pun perlu melakukan medical check-up, terutama untuk memeriksa tingkat kesehatan dan mencegah secara dini jika adanya penyakit serius yang belum menunjukkan gejala.

    Medical check up paket gold di path lab klinik

    4. Pencegahan infeksi 

    Klamidia dan gonore yang merupakan penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh infeksi bakteri tanpa menunjukkan gejala apa pun. Maka dari itu, pemeriksaan secara berkala perlu dilakukan bagi mereka yang telah aktif secara seksual. 

    Anda juga bisa mempertimbangkan untuk melakukan tes hepatitis C dan tes HIV/AIDS sebagai langkah preventif.

    Baca juga: Mengetahui Perilaku Seksual Masyarakat Indonesia

    5. Pap smear 

    Pemeriksaan pap smear hanya dilakukan pada wanita. Tindakan ini bertujuan untuk mendeteksi ada atau tidaknya sel penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim. 

    Pap smear dilakukan dengan cara mengambil sampel sel dari leher rahim. Wanita yang sudah memasuki usia subur dan sudah aktif secara seksual disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear 1-3 tahun sekali.

    6. Cek kesehatan lain

    Cek kesehatan mata dan gigi juga diperlukan. Tes mata dapat dilakukan 1-2 tahun sekali. Sementara, pemeriksaan mulut dan gigi disarankan untuk dilakukan setidaknya 6 bulan sekali. 

    7. Lengkapi kebutuhan vaksinasi

    Vaksinasi jelas tidak boleh disepelekan. Vaksin wajib yang diberikan ketika masih anak-anak adalah vaksin BCG, vaksin polio, vaksin hepatitis B, vaksin MR, vaksin Tdap, dan vaksin DPT. Bagi dewasa muda, beberapa vaksin tambahan tambahan yang diperlukan adalah vaksin influenza (flu), vaksin varicella (cacar air), dan vaksin HPV.

    Baca juga: Jenis Vaksinasi untuk Orang Dewasa

    4 Referensi
    Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
    ​Medlineplus. Health screenings for men ages 18 to 39. (https://medlineplus.gov/ency/article/007464.htm)​
    Medlineplus. Health screenings for women ages 18 to 39. (https://medlineplus.gov/ency/article/007462.htm)​
    Insider. 7 health tests all people in their 20s need to get. (https://www.insider.com/health-tests-you-should-get-in-20s-2018-11)​

    Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

    Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
    (1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

    Tanya Dokter

    Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


    Lampirkan file (foto atau video)
    Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
    Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
    * Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

    Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

    Submit
    Buka di app