Kesehatan Fisik

4 Tes Pemeriksaan Kadar Gula Darah

Dipublish tanggal: Jul 8, 2019 Update terakhir: Agu 4, 2020 Waktu baca: 3 menit
4 Tes Pemeriksaan Kadar Gula Darah

Penderita diabetes mellitus yang memiliki kadar gula darah tinggi umumnya memerlukan tes gula darah secara rutin untuk mengetahui kadar gula darah di dalam tubuhnya. Pengujian kadar gula darah dapat dilakukan untuk mengecek kondisi diabetes tipe 1, tipe 2, maupun diabetes gestasional. Diabetes sendiri merupakan kondisi di mana terjadi peningkatan kadar gula darah yang tinggi dalam tubuh. 

Seperti diketahui, glukosa atau gula darah dalam tubuh sangatlah penting karena memiliki peran sebagai sumber energi paling utama dalam tubuh. Glukosa sendiri berasal dari kandungan karbohidrat yang dikonsumsi dan diolah oleh hormon tubuh yakni hormon insulin. Tetapi bagi penderita diabetes, tubuh tidak dapat bekerja cukup baik untuk menghasilkan insulin sehingga menimbulkan peningkatan kadar glukosa dalam darah.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Dapatkan Obat Diabetes Terlengkap 2020. Beli sekarang juga, GRATIS ongkir* pengiriman ke seluruh Indonesia dan bisa COD. Privasi Paket Pengiriman. Konsultasi gratis dengan apoteker kami.

Default internal ads 36

Baca juga: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Diabetes Mellitus

Jenis Diabetes (Tingginya Kadar Gula Darah)

Tes pemeriksaan kadar gula darah atau glukosa darah merupakan tes yang berguna untuk mengukur jumlah gula dalam tubuh yang merupakan sumber energi utama tubuh. Dalam kondisi sehat, glukosa akan diubah tubuh melalui bantuan hormon insulin. Sementara bagi penderita diabetes, tubuh tidak akan cukup memproduksi insulin sehingga hormon insulin tidak dapat bekerja dengan optimal sehingga menyebabkan glukosa darah akan menumpuk.

Jika tidak segera diobati, kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan organ dan komplikasi pada tubuh yang membahayakan kesehatan. Diabetes atau disebut juga dengan penyakit kencing manis terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Diabetes tipe 1 yang umumnya dialami oleh anak-anak dan remaja karena faktor genetik
  • Diabetes tipe 2 yang umumnya dialami oleh orang dewasa dengan kondisi obesitas
  • Diabetes gestasional yang terjadi pada ibu hamil dan akan menghilang setelah melahirkan

Pada orang normal, kadar gula darah seharusnya berada dalam ambang batas 70-130 mg/dL (sebelum makan) dan kadar gula darah normal (setelah makan) adalah kurang dari 140 mg/dL. Sementara kadar gula darah normal setelah menjalani puasa sekitar 8 jam harusnya berada di batas 100 mg/dL.

Baca juga: Kadar Gula Darah Normal dan Cara Mencegah Diabetes

Pemeriksaan Kadar Gula Darah

Ada 4 macam tes gula darah yang dapat dilakukan untuk mengukur kadar gula darah, yaitu:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Dapatkan Obat Diabetes Terlengkap 2020. Beli sekarang juga, GRATIS ongkir* pengiriman ke seluruh Indonesia dan bisa COD. Privasi Paket Pengiriman. Konsultasi gratis dengan apoteker kami.

Default internal ads 36

Tes gula darah 2 jam (postprandial atau GD2PP)

Jenis tes pemeriksaan gula darah yang pertama ini dilakukan pada 2 jam setelah pasien makan terakhir. Karena setelah makan, kadar gula darah akan mulai mengalami kenaikan di 10 menit awal dan mengalami puncak setelah 2 jam. Gula darah pun akan turun kembali ke kondisi normal pada 2-3 jam setelahnya. 

Melalui tes post prandial ini, Anda bisa memperhatikan apakah asupan makanan yang Anda konsumsi sudah tepat atau justru memberikan dampak buruk terhadap kadar gula darah. Jumlah kadar insulin dalam tubuh yang terlalu tinggi bagi penderita diabetes bisa menimbulkan peradangan di bagian saraf atau pembuluh darah.

Tes gula darah puasa (GDP)

Ketika ingin melakukan tes gula darah puasa, maka Anda akan diminta untuk menjalankan puasa selama 8 jam terlebih dahulu. Meskipun sedang berpuasa untuk tidak makan apapun, tetapi Anda masih tetap bisa minum air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Tes gula darah ini biasa digunakan untuk mengetahui apakah kadar gula normal atau tidak. Selain itu, melalui tes ini juga biasanya diketahui apakah Anda menderita diabetes atau prediabetes.

Tes gula darah sewaktu (GDS)

Untuk tes gula darah sewaktu ini dapat dilakukan kapan pun tanpa perlu berpuasa terlebih dahulu. Kegunaan dari tes acak ini untuk mengetahui kadar gula di waktu-waktu tertentu dengan kondisi seperti saat lemas atau pingsan. Apabila hasil dari tes gula darah sewaktu menunjukkan hasil yang bervariasi maka hal ini diartikan orang tersebut mungkin mengalami permasalahan pada kadar gula darahnya, tetapi dibutuhkan pemeriksaan lanjutan, karena hasil gula darah yang tinggi pada pemeriksaan gula darah sewaktu bisa disebabkan oleh faktor makanan yang dikonsumsi dan tidak hanya terjadi pada penderita diabetes saja, tetapi orang sehat pun juga mungkin memiliki kadar gula darah tinggi.

Tes hemoglobin A1c (HbA1c)

Tes Hemoglobin A1c (HbA1c) dapat dilakukan agar bisa mengetahui banyaknya kadar gula yang ada di dalam sel darah merah dan melekat pada hemoglobin. Dengan menjalani tes gula darah jenis ini maka dokter bisa mendiagnosis diabetes yang mungkin dialami. Hal ini pun berguna untuk menunjukkan bagaimana penderita diabetes seharusnya mengontrol pola makan yang tepat.

Pengontrolan gula darah melalui tes hemoglobin sebaiknya dilakukan dalam 2-3 bulan terakhir. Hasil tes ini digunakan sebagai perkiraan kadar gula darah secara rata-rata di mana jika 2 kali hasil tes HbA1c dalam kondisi berbeda berada di atas 6,5 persen maka ada kemungkinan Anda menderita diabetes. Jika kadar gula berada di batas 5,7-6,4 persen maka ada indikasi Anda mengalami prediabetes, sementara jika di bawah 5,7 persen maka kadar gula darah termasuk dalam kategori normal.

4 Jenis tes pemeriksaan kadar gula darah di atas dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan. Dengan melakukan pemeriksaan secara rutin, maka Anda dapat terhindar dan mencegah penyakit diabetes atau penyakit gula darah. Pemeriksaan tersebut juga dapat membantu mencari tahu kondisi kadar gula darah dan kesehatan Anda serta langkah-langkah yang bisa dilakukan setelahnya. Hindari pula makanan ataupun minuman yang banyak mengandung gula agar mengurangi risiko tingginya kadar gula darah dan penyebab diabetes.

Baca juga: Pengaruh Stress terhadap Diabetes dan Gula Darah

25 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Type 2 diabetes - Getting diagnosed. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/conditions/type-2-diabetes/getting-diagnosed/)
Diabetes testing and monitoring. healthdirect. (https://www.healthdirect.gov.au/diabetes-testing-and-monitoring)
Patient education: Self-monitoring of blood sugar in diabetes (Beyond the Basics). UpToDate. (https://www.uptodate.com/contents/self-monitoring-of-blood-sugar-in-diabetes-beyond-the-basics)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app