Waspada Penyakit Endemik di Indonesia

Salah satu penyakit endemik yang kasusnya paling banyak terjadi di Indonesia adalah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus dengue dimana penularannya oleh nyamuk yang terus saja terjadi bahkan terus meningkat sepanjang tahun. DBD saat ini menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Dipublish tanggal: Sep 4, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Penyakit endemik adalah penyakit yang menyerang satu area geografis tertentu atau kelompok populasi. Penyakit endemik memiliki dampak yang signifikan, terutama pada orang-orang di negara berkembang. 

Ini sebagian terkait dengan pembangunan tidak merata, serta langkah-langkah pengobatan dan pencegahan yang cukup sulit dijangkau. Kurangnya edukasi terhadap penyakit endemik juga menjadi sorotan utama penyebaran penyakit ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

WHO (World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia) terus melakukan upaya maksimal untuk melakukan pencegahan penyakit endemik yang masih terjadi di banyak negara berkembang, dengan membantu membuka akses ke kesehatan yang lebih luas. 

Supaya upaya menangani kasus penyakit endemik di seluruh dunia bisa lebih intensif, termasuk Indonesia.

Perubahan iklim dan lingkungan adalah faktor utama

Salah satu penyakit endemik yang kasusnya paling banyak terjadi di Indonesia adalah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus dengue dimana penularannya oleh nyamuk yang terus saja terjadi bahkan terus meningkat sepanjang tahun. 

DBD saat ini menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Meningkatnya populasi penduduk Indonesia yang disertai dengan mobilitas yang cukup tinggi mengakibatkan jumlah penderita serta luas penyebaran semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Indonesia, angka penderita DBD dari tahun 1968 sampai tahun 2015 cenderung mengalami peningkatan. Perubahan iklim yang terjadi di Indonesia sangat berpengaruh dalam meningkatnya penyebab utama nyamuk Aedes yang menjadi penyebab DBD.

Selain demam berdarah dengue, masih ada lagi beberapa penyakit endemik kasusnya masih banyak terjadi di Indonesia, yaitu : 

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

1. Malaria

Penyebabnya adalah nyamuk Anopheles betina yang menularkan plasmodium yang merupakan parasit malaria. Malaria bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang jenis kelamin dan umur tanpa terkecuali. 

Gejala yang banyak dikeluhkan adalah demam tinggi yang disertai menggigil, pusing, mual serta muntah. Sampai hari ini malaria masih banyak ditemukan di daerah pedesaan.

2. Hepatitis

Penyebabnya adalah infeksi virus hepatitis dan sudah menjadi penyakit endemik di banyak negara. Ada 5 jenis penyakit hepatitis, yaitu hepatitis A, B, C, D dan E. 

Penyakit ini sudah banyak menyerang negara negara di dunia dimana Myanmar dan Indonesia adalah dua negara dengan angka penderita hepatitis B paling tinggi di Asia Tenggara.

3. Kusta

Penyebabnya adalah infeksi Mycobacterium leprae yang menyerang banyak bagian tubuh termasuk juga kulit dan saraf. Gejala yang sering kali dikeluhkan adalah bintik-bintik putih atau merah pada kulit yang menyerupai panu dan kesemutan yang terjadi di saraf tepi

Penyakit endemik ini banyak benyerang negara berkembang termasuk Indonesia, untuk Indonesia sendiri penderita pria jauh lebih banyak dibandingkan wanita.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

4. Filariasis

Penyebabnya dalah infksi cacing yang penularannya melalui gigitan nyamuk, filariasis dikenal juga dengan penyakit kaki gajah yang merupakan penyakit menular berbahaya yang sudah menyebar hampir ke seluruh indonesia. 

Penyakit ini bisa menyerang semua kelompok tanpa memandang jenis kelamin dan usia. Filariasis dapat menyebabkan cacat permanen dan menilbulkan rasa tidak nyaman seumur hidup karena adanya pembengkakan pada beberapa bagian tubuh. 

Minimnya edukasi mengenai penyakit ini pada satu lapisan masyarat tertentu mengakibatkan penderita seringkali dikucilkan atau bahkan dipasung di rumahnya sendiri.

Kementrian Kesehatan bekerja sama dengan berbagai pihak sudah berupaya keras untuk mengendalikan penyakit endemik dan melakukan pengobatan terhadap para penderita. 

Misalnya dengan melakukan sosialisasi gerakan untuk memberantas DBD dengan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik,3M Plus dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). 

Pencegahan Filariasis juga sudah dilakukan dengan gerakan Program Eliminasi Filariasis yang dilakukan dengan memberikan obat pencegahan Filariasis massal di banyak tempat endemis.

Upaya supaya penyakit endemik dapat teratasi di Indonesia tidak hanya terfokus pada ketersediaan layanan pengobatan, tetapi kini juga sudah mulai melakukan tindakan promotif dan preventif dengan sangat intensif melalui berbagai tindakan penyuluhan di Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) dan juga Puskesmas. 

Program ini bertujuan untuk mendidik dan meningkatkan kesadaran tentang apa saja yang menjadi penyebab penyakit endemik di Indonesia. Dukungan semua anggota masyarakat tentu diperlukan untuk mencegah dan memberantas penyakit endemik.


4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Endemic infectious diseases: the next 15 years. World Health Organization (WHO). (https://www.who.int/mediacentre/commentaries/2016/Endemic-infectious-diseases-next-15-years/en/)
Principles of Epidemiology. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (https://www.cdc.gov/csels/dsepd/ss1978/lesson1/section11.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app