Trigonitis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Dipublish tanggal: Mei 28, 2019 Update terakhir: Jan 21, 2020 Waktu baca: 3 menit

Trigon atau yang biasa disebut dengan leher kandung kemih merupakan potongan jaringan segitiga yang terletak di bagian bawah kandung kemih Anda. Jaringan tersebut dekat dengan pintu pembukaan uretra (saluran yang membawa urin dari kandung kemih keluar dari tubuh). Saat terjadi peradangan pada jaringan trigon, maka kondisi tersebut dikenal juga sebagai trigonitis.

Namun, trigonitis tidak selalu merupakan hasil dari suatu peradangan. Kadang-kadang trigonitis terjadi karena perubahan seluler jinak pada jaringan trigonum. Secara medis, perubahan seluler tersebut disebut sebagai metaplasia skuamosa non-keratin. Metaplasia skuamosa non-keratin dapat menghasilkan suatu kondisi yang disebut trigonitis pseudomembran. Perubahan ini terjadi karena ketidakseimbangan hormon, terutama pada hormon wanita yaitu hormon estrogen dan progesteron.

Penyebab, Tanda dan Gejala dari Trigonitis

Trigonitis memiliki berbagai macam penyebab. Beberapa yang penyebab yang paling sering adalah:

Penggunaan kateter dalam jangka panjang.
Kateter merupakan tabung kecil berlubang yang dimasukkan ke dalam kandung kemih yang berfungsi untuk mengalirkan urin. Kateter biasanya sering digunakan setelah operasi, setelah cedera tulang belakang, atau ketika saraf di kandung kemih Anda mengalami masalah. Namun, pada penggunaan kateter yang terlalu lama, dapat meningkatkan terjadinya resiko iritasi dan peradangan. Kondisi inilah yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya trigonitis. Jika Anda menggunakan kateter, bicarakanlah dengan dokter Anda tentang penggunaan kateter yang baik dan benar.

Infeksi saluran kemih berulang (ISK).
Infeksi merupakan penyebab yang paling sering mengiritasi area trigonum dan menyebabkan peradangan kronis dan trigonitis.

Ketidakseimbangan hormon.
Telah diperkirakan bahwa hormon wanita yaitu estrogen dan progesteron dapat berperan dalam perubahan seluler yang terjadi pada trigonitis pseudomembran. Mayoritas orang dengan trigonitis adalah wanita di usia subur, serta pria yang menjalani terapi hormon untuk kondisi-kondisi tertentu seperti kanker prostat. Menurut penelitian, trigonitis pseudomembran terjadi pada 40 persen wanita dewasa dan kurang dari 5 persen pada pria.

Tanda dan Gejala Trigonitis

Gejala trigonitis tidak berbeda dengan gejala kandung kemih lainnya. Gejala-gejala tersebut termasuk:

  • kebutuhan mendesak untuk buang air kecil
  • sakit atau nyeri tekan pada panggul
  • kesulitan buang air kecil
  • rasa sakit saat buang air kecil
  • terdapat darah dalam urin

Cara Mencegah Terjadinya Trigonitis

Mencegah terjadinya trigonitis tergantung pada penyebab yang mendasarinya.  Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko terjadinya trigonitis:

  • Minumlah banyak air.
  • Usap kemaluan dari depan ke belakang setelah buang air untuk menghindari terjadinya ISK.
  • Kosongkan kandung kemih segera setelah berhubungan intim.
  • Hindari produk-produk yang berpotensi mengiritasi area kemaluan.
  • Ubah metode penggunaan kontrasepsi Anda. Kondom yang tidak dilumasi atau diobati dengan spermisida, semuanya dapat berkontribusi pada pertumbuhan bakteri.
  • Jika Anda menggunakan kateter, ganti kateter Anda secara teratur dan pastikan area di sekitar kateter tetap bersih.

Cara Mengobati Trigonitis

Diagnosa
Trigonitis hampir sulit untuk dibedakan dengan ISK jika dilihat berdasarkan gejala. Namun pada pemeriksaan urinalisis hanya dapat mendeteksi adanya bakteri dalam urin, tapi tidak dapat memberi tahu apakah pada jaringan trigon terdapat peradangan atau iritasi.

Untuk mengonfirmasi diagnosis trigonitis, dokter Anda akan melakukan pemeriksaan sistoskopi. Prosedur ini menggunakan alat cystoscope, yang merupakan tabung tipis dan fleksibel yang dilengkapi dengan cahaya dan lensa. Alat tersebut dimasukkan ke dalam uretra dan kandung kemih. Anda akan mendapatkan anestesi lokal yang dioleskan ke uretra sebelum prosedur tersebut dilakukan.

Alat Cystoscope memungkinkan dokter Anda untuk melihat lapisan dalam uretra dan kandung kemih dan mencari tanda-tanda trigonitis. Tanda-tanda tersebut termasuk peradangan pada area trigonum dan semacam pola cobblestone pada jaringan yang melapisi trigonum.

Pengobatan
Bagaimana pengobatan trigonitis akan tergantung pada gejala yang Anda alami. Misalnya, dokter akan meresepkan beberapa obat sebagai berikut:

  • Obat antibiotik jika terdapat bakteri dalam urin Anda
  • Obat antidepresan dosis rendah, yang dapat membantu mengendalikan rasa nyeri
  • Obat relaksan otot untuk meredakan rasa tegang pada kandung kemih
  • Obat anti-inflamasi

Dokter Anda juga dapat menyarankan tindakan sistoskopi dengan fulguration. Tindakan ini adalah prosedur yang dilakukan secara rawat jalan dengan menggunakan anestesi. Sistoskopi dengan fulguration menggunakan alat cystoscope atau urethroscope untuk membakar jaringan yang meradang. Sistoskopi dengan fulguration bekerja berdasarkan teori bahwa ketika jaringan yang rusak atau mati, maka jaringan tersebut dapat digantikan oleh jaringan yang sehat.


4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app