Tansy: Informasi Manfaat dan Cara Kerja

Dipublish tanggal: Jun 24, 2019 Update terakhir: Okt 26, 2020 Tinjau pada Okt 1, 2019 Waktu baca: 2 menit

Tansy (Chrysanthemum vulgare) merupakan tanaman beracun yang memiliki peran penting dalam bidang kesehatan modern. Walaupun, beberapa negara menganggapnya sebagai gulma berbahaya.

Tanaman ini termasuk dalam kategori keluarga Asteraceae atau bunga aster yang bermanfaat untuk kesehatan. Kata “tansy” sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu “anthanasia” yang artinya keabadian.

Tansy berasal dari Eropa yang sejak lama sudah digunakan sebagai pengobatan atau dijadikan sebagai tanaman hias. Habitatnya dapat ditemukan pada daerah beriklim Eropa dan Asia. Namun, tanaman ini telah diperkenalkan di seluruh dunia, bahkan tumbuh liar di Amerika Serikat.

Kandungan Tansy

Tansy mengandung minyak atsiri dengan bahan aktif thujone yang dapat beracun jika digunakan dalam dosis yang tidak tepat. Kadarnya dalam setiap tanaman bervariasi dan berbeda-beda.

Zat kimia dalam tanaman tansy dapat meningkatkan saliva dan aliran darah ke jaringan di mulut, perut, usus, dan juga panggul.

Manfaat penggunaan Tansy

Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat yaitu bunga dan daunnya yang telah dikeringkan, tetapi Anda dapat menemukannya dalam bentuk ekstrak atau minyak esensial.  

Beberapa manfaat yang dimiliki tansy, yaitu:

  • Secara historis, kegunaan tanaman ini dapat digunakan sebagai pembersih wajah untuk mencerahkan kulit dan mengobati cacingan pada anak-anak.
  • Tansy juga memiliki efek anti inflamasi, antihistamin, dan anti jamur. Saat ini, tansy umumnya digunakan juga untuk mengusir serangga atau sebagai insektisida. Secara eksternal digunakan sebagai obat herbal untuk mengatasi kutu, kudis, dan kuku.
  • Tanaman ini juga dapat digunakan mengatasi masalah saluran pencernaan seperti bisul perut dan usus, kembung, sakit perut, kejang perut, dan nafsu makan yang buruk.
  • Termasuk untuk pengobatan kejang epilepsi , pilek, demam, histeria, asam urat, masalah ginjal, dan TBC.
  • Tansy dapat menyembuhkan masalah  kulit, seperti scabies, gatal, memar, luka, keseleo, bengkak, bintik-bintik, peradangan, keputihan, terbakar sinar matahari, dan juga tumor.
  • Selain itu, dapat juga untuk mengatasi penyakit migrain, nyeri saraf (neuralgia), nyeri sendi (rematik), detak jantung yang cepat (palpitasi), dan retensi cairan yang disebabkan oleh gagal jantung kongestif.

Efek Samping penggunaan Tansy

Tansy tidak aman digunakan langsung secara oral karena mengandung bahan kimia beracun yang disebut thujone. Penggunaan dosis yang berlebihan dapat mengakibatkan kematian.

Beberapa orang, dapat mengalami efek samping yang bervariasi. Efek yang dapat ditimbulkan seperti kegelisahan, muntah parah, mual, diare berlebihan, sakit perut, pusing, tremor, dan kerusakan hati serta ginjal.

Tansy memiliki sifat emmenagogue dan efek abortifacient. Oleh sebab itu, hindari penggunaan bagi ibu hamil karena hal tersebut dapat menyebabkan kontraksi rahim yang menyebabkan keguguran atau kematian pada janin.

Orang yang sensitive terhadap tanaman keluarga Asteraceae dapat menyebabkan reaksi alergi. Selain itu, hindari penggunaan tansy pada penderita yang memiliki kondisi terkait metabolisme karena dapat memperparah gangguan tersebut.

Interaksi

  • Senyawa thujone pada tanaman tansy dapat mengubah efek alcohol, Anda disarankan berhati-hati saat menggunakan tansy dengan alcohol dalam jumlah yang besar.
  • Tansy dapat mengubah gula darah. Perhatian lebih harus dilakukan pada penderita diabetes mellitus yang menggunakan obat atau insulin bersamaan dengan tansy.

Dosis

Tidak ada informasi terkait dosis yang terbukti atau efektif untuk orang dewasa dan anak-anak. Anda diajurkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli obat sebelum menggunakannya.


9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Tran TA, et al. (2015). Camphor induces proliferative and anti-senescence activities in human primary dermal fibroblasts and inhibits UV-induced wrinkle formation in mouse skin. DOI: (https://doi.org/10.1002/ptr.5484)
Shnaubelt K. (2005). Essential oil therapy according to traditional Chinese medical concepts. DOI: (https://doi.org/10.1016/j.ijat.2005.03.002)
Ehmhoffer-Ressler M, et al. (2013). Identification of 1,8-cineole, borneol, camphor, and thujone as anti-inflammatory compounds in a Salvia officinalis L. infusion using human gingival fibroblasts. DOI: (https://doi.org/10.1021/jf305472t)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app