5 Fakta Tersembunyi Tentang Kortisol "Hormon Stres"

Dipublish tanggal: Sep 5, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
5 Fakta Tersembunyi Tentang Kortisol "Hormon Stres"

Tubuh akan memproduksi banyak hormon kortisol saat Anda sedang stres, baik karena stres emosional, fisik, maupun psikis. Karena itulah, hormon kortisol juga disebut sebagai hormon stres, berfungsi untuk mengontrol tekanan sehingga Anda bisa jadi lebih tenang setelah stres melanda. 

Fakta menarik seputar hormon kortisol

Nama hormon kortisol sendiri mungkin saja masih terasa asing jika dibandingkan hormon lain yang lebih umum, seperti adrenalin. Padahal, kenyatannya kedua hormon tersebut saling berkaitan erat satu sama lain untuk membuat tubuh tetap berfungsi optimal. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Hormon kortisol secara alami diproduksi oleh kelenjar adrenal. Kadar hormon kortisol harus dijaga agar tetap optimal karena tidak hanya penting untuk mengatasi stres, tapi juga berfungsi untuk mengontrol tekanan, mengendalikan metabolisme, hingga membantu sistem kekebalan tubuh. Jika kadar hormon di dalam tubuh berkurang, maka kemampuan kelenjar adrenal akan menurun.

Berikut ini sejumlah fakta menarik tentang hormon kortisol yang perlu diketahui, antara lain:

1. Berfungsi mengendalikan stres dan mensuplai energi

Salah satu fungsi hormon kortisol adalah mengubah lemak dan gula (glukosa) menjadi energi untuk membantu metabolisme tubuh. Tak hanya itu, hormon ini juga penting untuk mengendalikan stres yang dipengaruhi oleh banyak hal, misalnya stres fisik, stres emosional, cedera, infeksi, hingga aktivitas berat.

2. Dipengaruhi oleh sinyal dari dalam tubuh

Otak akan memberikan sinyal kepada tubuh saat merasa terancam. Pada saat inilah, kelenjar adrenal yang berada di atas ginjal akan memproduksi hormon kortisol bersamaan dengan adrenalin. 

Peningkatan hormon adrenalin akan membuat detak jantung lebih cepat, diikuti hormon kortisol yang akan memaksimalkan glukosa dalam darah. 

3. Kadar hormon kortisol tertinggi pada pagi hari

Dalam kondisi normal, kadar hormon kortisol bisa mencapai puncaknya pada pukul 8 jam. Selama beraktivitas, kadar hormon ini akan terus menurun hingga akhirnya mencapai titik paling rendah menjelang tidur (istirahat). 

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Namun, hal ini bisa terjadi sebaliknya jika Anda justru bekerja di malam hari dan beristirahat di siang harinya.

4. Hormon kortisol bisa bikin berat badan naik

Apabila produksi hormon kortisol dalam tubuh mengalami gangguan, maka hal ini akan sangat berpengaruh pada tubuh. Tubuh cenderung lebih sulit dalam menyuplai energi ke seluruh tubuh, bahkan diikuti dengan kenaikan berat badan.

Penelitian menyebutkan bahwa lemak berlebih yang didapat dari asupan makanan nantinya akan disimpan di dalam perut. Hati-hati, kondisi ini dapat meningkatkan risiko terkena penyakit stroke hingga jantung (kardiovaskular).   

Baca Juga: Bahaya dan Cara Mengurangi Hormon Kortisol yang Berlebih dalam Tubuh

5. Kadar kortisol bisa ketahui lewat tes darah

Jumlah kadar kortisol dalam tubuh dapat diketahui lewat tes darah. Jenis pemeriksaan ini perlu dilakukan khususnya bila diduga ada masalah pada kelenjar adrenal yang memproduksi hormon kortisol. Masalah pada kelenjar pituitari juga dapat dideteksi melalui pemeriksaan ini.

Saat sedang dalam ketakutan, misalnya karena menonton film horor, maka kadar hormon kortisol akan langsung meningkat. Hal ini akan membuat Anda reflek menutupi mata atau menghindar agar rasa takutnya tidak terlalu berlebihan dan jadi lebih tenang.

Untuk menurunkan kadar hormon kortisol, cobalah untuk olahraga rutin. Olahraga dapat membantu mengendalikan hormon-hormon dalam tubuh dan membuat pikiran jadi lebih rileks.

Yang tak kalah penting adalah selalu jaga kondisi emosional Anda agar tidak mudah marah. Hal ini dapat membantu menjaga hormon kortisol tetap normal dalam tubuh. Segera konsultasikan ke dokter jika Anda merasa ada gangguan kesehatan akibat peningkatan atau penurunan hormon kortisol dalam tubuh.

Baca Juga: Cara Mengatasi Stres dengan Menurunkan Hormon Kortisol

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Stress and hormones. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3079864/)
Cortisol: What It Does & How To Regulate Cortisol Levels. WebMD. (https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-cortisol#1)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app