Sindrom Mallory Weiss : Penyebab,Gejala,dan Pengobatannya

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.035.823 orang

Sindrom Mallory Weiss adalah suatu kelainan dalam sistem pencernaan bagian atas yang berupa robekanya selaput lendir tepat pada bagian bawah kerongkongan. 

Selaput yang tobek menimbulkan gejala muntah dan BAB berdarah dalam jangka waktu yang cukup lama. Meskipun penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari, tetapi pada kondisi kritis kelainan ini dapat memicu pendarahan yang terus-menerus dan membahayakan jiwa.    

Sindrom Mallory Weiss atau juga dikenal dengan sindrom laserasi esofagus menimbulkan lecetnya permukaan daripada kerongkongan atau esofagus. Kondisi ini banyak terjadi pada laki-laki dari pada perempuan dengan persentasi hampir mencapai 80%.

Penyebab Sindrom Mallory Weiss

Penyebab dari terjadinya Sindrom Mallory Weiss antara lain:

  • Pecandu alkohol, memilki riwayat mengonsumsi alkohol setiap hari atau sejak usia muda
  • Bulimia nervosa (kelainan psikologis dengan mengeluarkan makanan yang dikonsumsi karena merasa makan terlalu berlebihan)
  • Keracunan makanan, Biasanya pada konsumsi makanan instant atau yang telah terkontaminasi bahan kimia
  • Kejang, menjadi bagian dari suatu penyakit lain
  • Batuk berulang sebagai adanya tanda infeksi
  • Hiperemesis gravidarum, rasa mual dan muntah pada pagi hari pada masa kehamilan.
  • Penggunaan obat anti inflamatori non steroidal dalam jangka waktu yang lama.
  • Trauma pada resusistasi jantung paru
  • Trauma abdomen akibat kecelakaan atau pukulan

Gejala Sindrom Mallory Weiss

Gejala yang dialami pada Sindrom Mallory Weiss antara lain:

  • Rasa mual muntah
  • Pusing
  • Badan lemas
  • Nyeri leher bawah
  • Hematemesis (muntah dengan mengeluarkan darah)
  • Melena atau tinja berdarah
  • Darah segar yang keluar di anus
  • Nafsu makan menurun
  • Nyeri perut

Diagnosis Sindrom Mallory Weiss

Diagnosis Sindrom Mallory Weiss dapat dilakukan melalui deteksi dari gejala yang dialami, riwayat apa saja yang memicu timbulnya penyakit ini. Alah satu diagnosis defenitf yang terpilih adalah dengan menggunakan esofagogastroduodenoskopi. 

Alat ini  adalah salah satu jenis pemeriksaan yang digunakan untuk melihat organ di dalam tubuh. Teknik ini menggunakan endoskop yang merupakan alat berbentuk kamera yang disambungkan ke monitor. Kamera tersebut dimasukkan ke dalam jalur pencernaan atas lalu hasil visualisasi akan terlihat di dalam monitor.

Pemeriksaan slainnya yang tidak kalah penting dalam menentukan diagnosis Sindrom Mallory Weiss antara lain:

  • Pemeriksaan darah lengkap atau CBC
  • Pemeriksaan hematokrit
  • Pemeriksan platetet
  • Level elektrolit
  • Serum kreatinin

Penatalaksaan Sindrom Mallory Weiss

Sindrom Mallory Weiss pada kondisi yang kronis harus segera dibawa ke rumah sakit untuk penanganan emergensi. Gejala seperti muntah darah hingga melena perlu dilakukan tindakan segera untuk mencegah terjadinya anemia yang dapat mengancam jiwa. 

Dokter akan menentukan jenis terapi awal serta apakah dibutuhkan operasi atau tidak.

Tatalaksana awal adalah dengan memberhentikan pendarahan menggunakan injeksi epinefrin,

Pemberian obat-obat asam lambung seperti lanzoprazole atau famotidine menjadi pilihan untuk menurunkan produksi asam lambung yang dapat memperberat gejala pada dinding esofagus dan lambung.

Pemeriksaan dengan endoskopi dilakukan untuk mencari letak robekan yang menimbulkan gejala pendarahan. Setelah menemukan letak robekan dokter akan melakukan tindakan penutupan dan perbaikan dinding bagian dalam yang robek untuk mencegah pendarahan.

Laparoskopi

Apabila endoskopi masih belum cukup dalam menangani kasus pendarahan, teknik lainnya yang perlu dilakukan adalah laparoskopi.

Laparoskopi merupakan suatu teknik pada ilmu bedah dalam melakukan eksplorasi serta operasi tanpa melakukan sayatan yang besar. Laparoskopi lebih dipilih dan  mulai digunakan dalam beberapa penyakit yang membutuhkan operasi karena sangat minim resiko dan mengurangi bentuk luka paska operasi.

Laparoskopi memberikan kemudahan bagi dokter untuk mendeteksi suatu kelainan pada organ di dalam tubuh dan memberikan kenyamanan bagi pasien paska operasi. 

Cara kerja laparoskopi adalah dengan membuat sayatan pada daerah pusar sepanjang 1 hingga 1,5 sentimeter. Setelah itu sebuah kamera yang dinamakan laparoskop dengan cahaya dimasukkan ke dalam perut. 

Dokter akan memasukkan udara karbon dioksida untuk menggembungkan bagian perut untuk mempemudah visualisasi organ di dalam tubuh.

Keuntungan pada bedah laparoskopi yaitu:

  • Proses penyembuhan menjadi lebih cepat
  • Mencegah pendarahan paska operasi
  • Luka bekas sayatan lebih kecil
  • Mencegah komplikasi yang lebih berat

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit