Renal Artery Stenosis - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Mei 21, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Waktu baca: 3 menit

Pembuluh darah arteri ginjal adalah pembuluh darah yang memberikan suplai darah kaya oksigen ke ginjal Anda. Pada kondisi tertentu, pembuluh darah arteri ginjal dapat mengalami penyempitan sehingga mengurangi asupan darah pada ginjal. Kondisi ini disebut Renal Artery Stenosis (RAS). Seiring waktu, RAS dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, edema, dan kerusakan ginjal.

Apa penyebab dan faktor risiko terjadinya penyempitan pembuluh darah arteri ginjal?

RAS terutama disebabkan oleh penumpukan zat lemak dan kolesterol (aterosklerosis) pada pembuluh darah arteri ginjal. Menurut Klinik Cleveland,  80% penyempitan pembuluh darah ginjal disebabkan oleh kondisi ini. Saat terjadi penumpukan lemak dan kolestrol, keduanya membentuk plak, yang tidak hanya mempersempit pembuluh darah, tetapi juga mengurangi aliran darah secara keseluruhan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Penyebab lain yang kurang umum adalah suatu kondisi yang disebut displasia fibromuskular. Kondisi ini terjadi ketika otot-otot di luar pembuluh darah tumbuh secara tidak normal dan menekan arteri, menyebabkan pembuluh darah menyempit. Displasia fibromuskular adalah cacat bawaan yang lebih sering terjadi pada wanita.

Penyebab lainnya yang mungkin menyebabkan kondisi ini:

  • Tumor pada rongga perut yang dapat memberikan tekanan pada ginjal (kompresi ekstrinsik)
  • vasculitis, atau pembengkakan pembuluh darah
  • neurofibromatosis, atau pertumbuhan tumor pada jaringan saraf

Faktor risiko lain yang dapat menyebabkan RAS meliputi:

Gejala penyempitan pembuluh darah arteri ginjal

Tidak ada gejala khusus yang dapat Anda temukan pada RAS. Tanda dan kondisi yang terkait dengan RAS meliputi :

Bagaimana mencegah terjadinya penyempitan pembuluh darah arteri ginjal

Karena RAS sering terjadi bersamaan dengan kondisi lain, cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Anda juga perlu mengobati kondisi yang mendasari yang mungkin sudah Anda miliki seperti diabetes, hipertensi atau tinggi kolesterol (dislipidemia).

Apa penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyempitan pembuluh darah arteri ginjal?

Diagnosa
Untuk menegakan diagnosa, dokter akan melakukan:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36
  • Pemeriksaan urin untuk mengukur kadar protein dan fungsi ginjal secara keseluruhan.
  • Pemeriksaan darah juga dapat mengukur fungsi ginjal dan hormon pengatur tekanan darah.
  • CT scan
  • magnetic resonance angiography (MRA)
  • arteriografi ginjal
  • USG

Pengobatan
Pengobatan untuk RAS tergantung pada kombinasi obat, perubahan gaya hidup dan prosedur medis tertentu seperti.

Obat-obatan
Salah satu cara pertama untuk mengobati kondisi ini adalah dengan menggunakan obat-obatan. Dokter Anda mungkin meresepkan obat-obatan untuk membantu melebarkan pembuluh darah sehingga mereka tidak menyempit, seperti:

  • angiotensin II receptor blockers (ARBs)
  • blocker saluran kalsium
  • inhibitor angiotensin converting enzyme (ACE)
  • Alpha-beta-blocker dan beta-blocker
  • Diuretik

Perubahan gaya hidup
Bahkan jika Anda minum obat untuk RAS dan kondisi mendasar lainnya, perubahan gaya hidup tertentu dapat membantu. Ini termasuk:

  • berolahraga secara teratur
  • menurunkan atau mempertahankan berat badan
  • berhenti merokok
  • mengurangi alkohol atau kafein
  • mengkonsumsi lebih sedikit sodium
  • mengelola stres
  • beristirahat cukup

Prosedur
Jika pengobatan dan perubahan gaya hidup tidak cukup untuk mengatasi gejala yang ditimbulkan RAS, dan menyebabkan komplikasi. Dokter Anda dapat merekomendasikan prosedur tertentu yang dapat meningkatkan fungsi arteri. Prosedur ini dapat dilakukan dengan operasi bypass arteri ginjal dan stenting ginjal.


14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app