Pil KB Bisa Menghilangkan Jerawat?

Dipublish tanggal: Mei 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Pil KB Bisa Menghilangkan Jerawat?

Jerawat adalah penyakit kulit yang hampir diderita oleh banyak wanita. Timbulnya jerawat akan menimbulkan krisis kepercayaan diri pada wanita. Apalagi jerawat dapat meninggalkan bekas dan pengobatannya membutuhkan waktu yang lama.

Mungkin terdengar aneh, tetapi pada kenyataannya pil KB dapat digunakan sebagai alternatif mengobati jerawat. Pada umumnya pil KB diresepkan oleh dokter kepada penderita jerawat yang juga membutuhkan kontrasepsi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Cara kerja Pil KB mengobati jerawat

Timbulnya jerawat sangat berkaitan dengan hormon. Pada saat menjelang menstruasi, biasanya akan muncul banyak jerawat. Hal tersebut dikarenakan melambungnya tingkat hormon estrogen menjelang menstruasi. Selain itu, jerawat juga muncul pada wanita yang telah mengalami menopause

Pada saat menopause, wanita akan mengalami penurunan kadar hormon estrogen.

Jerawat dipicu oleh produksi minyak yang berlebih. Minyak dan sisa-sisa kulit mati akan menyumbat pori-pori, sehingga menyebabkan pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Selain itu, kadar hormon androgen yang tinggi juga akan menyebabkan kelenjar kulit memproduksi minyak secara berlebih. 

Mengkonsumsi pil KB akan meningkatkan kadar hormon estrogen dan progesteron, sehingga dapat menekan kadar androgen dalam tubuh dan produksi minyak akan berkurang.

Pil KB dapat mengobati jerawat ringan hingga sedang

Pil KB memang terbukti mampu mengobati jerawat. Bahkan banyak dokter yang memang meresepkan pil KB untuk mengobati masalah jerawat. Selain itu, dokter juga mungkin akan merekomendasikan produk kontrasepsi lain seperti pil KB Yasmin dan Allesse yang sudah terbukti mampu menyembuhkan jerawat.

Pil KB mampu mengobati jerawat ringan maupun sedang pada wanita usia 14-15 tahun, wanita yang sudah menstruasi, ataupun wanita yang membutuhkan kontrasepsi. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Selain pemberian pil KB, Anda mungkin akan diberikan obat luar yang akan membantu menyembuhkan jerawat yang meradang setelah mengkonsumsi pil KB.

Jika Anda mengalami peradangan jerawat yang parah disertai dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, munculnya bulu-bulu halus di wajah, ataupun obesitas, dokter mungkin akan melakukan uji khusus untuk mengetahui kemungkinan terjadinya gangguan hormon ataupun sindrom ovarium polisistik.

Manfaat Pil KB untuk jerawat

Selain mengobati jerawat, pil KB juga dapat mengatasi peradangan akibat jerawat, mengurangi munculnya jerawat, hingga mengurangi iritasi akibat jerawat. Untuk mengobati jerawat, selain mengonsumsi pil KB juga harus diimbangi dengan perawatan jerawat dari luar.

Risiko menggunakan Pil KB

Pil KB memang terbukti mampu menyembuhkan jerawat. Namun kandungan progesteron dan estrogen yang terkandung dalam pil KB memiliki efek samping. Meskipun kandungan estrogen dan progesteron dalam pil KB saat ini sudah kecil, tetapi tetap saja mengkonsumsi pil KB dapat menimbulkan efek samping seperti serangan jantung, stroke, maupun penggumpalan darah pada kaki atau paru-paru. 

Selain itu, mengkonsumsi pil KB juga mempunyai risiko terkena hipertensi (darah tinggi) dan masalah kardiovaskuler lainnya, penyakit hati dan kantung empedu, sakit kepala sebelah (migrain), ataupun perubahan mood dan depresi.

Orang yang dilarang mengkonsumsi pil KB

Jika Anda ingin mengkonsumsi pil KB untuk menyembuhkan jerawat, Anda pelu berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan memeriksa riwayat penyakit Anda, sehingga akan diketahui apakah Anda bisa mengkonsumsi pil KB atau tidak. Hal ini dikarenakan kondisi penyakit tertentu yang bisa diperparah akibat reaksi dari pil KB.

Pil KB tidak bisa dikonsumsi bagi Anda yang memiliki penyakit jantung, hipertensi, penggumpalan darah pada kaki dan paru-paru, penyakit pembekuan darah, riwayat kanker, penyakit hati, diabetes, ataupun migren. 

Selain itu pil KB juga tidak boleh dikonsumsi oleh perokok yang berusia 35 tahun, wanita hamil dan menyusui, serta penderita obesitas.

27 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
FDA drug safety communication: FDA warns of rare but serious hypersensitivity reactions with certain over-the-counter topical acne products. U.S. Food and Drug Administration. http://www.fda.gov/Drugs/DrugSafety/ucm400923.htm.
Emmy Graber. Treatment of acne vulgaris. https://www.uptodate.com/contents/search.
Thiboutot D, et al. Pathogenesis, clinical manifestations and diagnosis of acne vulgaris. https://www.uptodate.com/contents/search.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app