Phosphatidylserine: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Apr 30, 2019 Update terakhir: Okt 26, 2020 Waktu baca: 4 menit

Informasi umum

Fosfatidilserin merupakan bahan kimia yang dapat diproduksi oleh tubuh, akan tetapi kebutuhan dalam jumlah besar diperoleh dari makanan. Suplemen Fosfatidilserin awalnya dibuat dari otak sapi, tetapi sekarang umumnya dibuat dari kubis atau kedelai. Peralihan ini dipicu oleh kekhawatiran bahwa produk yang dibuat dari sumber hewani dapat menyebabkan infeksi seperti penyakit sapi gila.

Fosfatidilserin pada umumnya digunakan untuk memperbaiki fungsi mental terutama pada manula. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Bagaimana cara kerjanya?

Fosfatidilserin adalah bahan kimia penting yang memiliki banyak fungsi di tubuh. Zat ini adalah bagian dari struktur sel dan merupakan kunci dalam pemeliharaan fungsi seluler, terutama di otak.

Kegunaan & efektivitas

Kemungkinan efektif untuk

  • Penurunan mental terkait usia
    Fosfatidilserin tampaknya dapat meningkatkan perhatian, keterampilan bahasa, dan memori pada orang lanjut usia dengan kemampuan berpikir yang menurun. Sebagian besar penelitian telah menggunakan fosfatidilserin dari otak sapi.
    Tetapi kebanyakan suplemen fosfatidilserin saat ini dibuat dari kedelai atau kubis. Tidak diketahui apakah produk baru yang dibuat dari tanaman ini memiliki manfaat yang sama.
    Tetapi penelitian terdahulu telah membuktikan bahwa fosfatidilserin dari bahan nabati juga dapat meningkatkan daya ingat pada orang dengan kehilangan daya ingat terkait usia.
    Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa menggunakan produk yang mengandung fosfatidilserin yang berasal dari tumbuhan yang diperkaya dengan asam lemak DHA membantu meningkatkan daya ingat dan perhatian pada wanita tua yang mengeluh kehilangan ingatan. Produk ini tampaknya bekerja paling baik pada orang dengan gejala yang tidak terlalu parah.
  • Alzheimer
    Mengkonsumsi fosfatidilserin dapat memperbaiki beberapa gejala Alzheimer setelah 6-12 minggu pengobatan. Fosfatidilserin tampaknya dapat bekerja dengan baik pada orang dengan gejala yang kurang parah.
    Tetapi fosfatidilserin mungkin menjadi kurang efektif seiring waktu. Setelah 16 minggu pengobatan, perkembangan penyakit Alzheimer tampaknya melemahkan manfaat yang diberikan oleh fosfatidilserin.
    Sebagian besar penelitian menggunakan fosfatidilserin dari otak sapi. Tetapi kebanyakan suplemen fosfatidilserin sekarang dibuat dari kedelai atau kubis. Masih belum diketahui bagaimana efektifitas fosfatidilserin yang dibuat dari sumber tanaman dibandingkan dengan otak sapi dalam mengatasi penyakit Alzheimer.

Tidak memiliki cukup bukti untuk

  • Meningkatkan performa atletik
    Mengkonsumsi fosfatidilserin selama 6 minggu sebelum bermain golf dapat meningkatkan kualitas bermain golf. Tetapi hal ini sepertinya tidak mengurangi stres atau tingginya detak jantung selama kompetisi golf.
    Penelitian lain menunjukkan bahwa mengonsumsi fosfatidilserin dengan kafein dan vitamin dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi rasa lelah setelah berolahraga. Tetapi perbaikan ini cenderung kecil, dan tidak jelas apakah manfaatnya dari fosfatidilserin atau bahan lainnya.
  • ADHD
    Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi fosfatidilserin dari bahan nabati dapat membantu meningkatkan perhatian, kontrol impuls, dan hiperaktif pada anak-anak dan remaja dengan ADHD.
  • Stres karena olahraga
    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa atlet yang menggunakan fosfatidilserin selama menjalani latihan berat mungkin dapat merasa lebih baik secara keseluruhan dan nyeri otot yang lebih sedikit. Namun, penelitian lain menunjukkan hasil yang bertentangan.
  • Depresi
    Terdapat beberapa bukti awal bahwa fosfatidilserin dapat memperbaiki depresi pada orang tua.
  • Nyeri otot yang disebabkan oleh olahraga
    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi fosfatidilserin selama menjalani latihan berat dapat membantu mengurangi nyeri otot setelah berolahraga.
  • Memperbaiki kemampuan berfikir.
  • Kondisi lainnya.

Masih diperlukan lebih banyak bukti untuk menilai tingkat efektifitas fosfatidilserin bagi penggunanya.

Efek samping & keamanan

Fosfatidilserin kemungkinan aman di gunakan secara oral oleh orang dewasa dan anak-anak dengan dosis yang tepat. Fosfatidilserin telah terbukti aman dalam penelitian klinis untuk jangka waktu pemakaian selama 6 bulan pada orang dewasa dan hingga 4 bulan pada anak-anak.

Fosfatidilserin dapat menyebabkan efek samping seperti insomnia dan gangguan lambung, terutama pada dosis di atas 300 mg.

Ada beberapa kekhawatiran bahwa produk yang dibuat dari sumber hewani dapat menularkan penyakit, seperti penyakit sapi gila. Sampai saat ini, tidak ada kasus manusia yang diketahui terkena penyakit hewan dari suplemen fosfatidilserin akan tetapi gunakanlah suplemen yang terbuat dari tanaman agar aman.

Pencegahan & peringatan khusus

  • Kehamilan & Menyusui: Tidak ada informasi yang cukup memadai mengenai keamanan fosfatidilserin jika dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Jagalah keamanan dan hindari pemakaian.

Interaksi

Interaksi sedang

Berhati-hatilah dengan kombinasi berikut

  • Obat-obatan kering (obat antikolinergik) berinteraksi dengan Fosfatidilserin.
    Beberapa obat kering disebut obat antikolinergik. Fosfatidilserin dapat meningkatkan bahan kimia yang dapat mengurangi efek dari obat kering ini. <br/> <br/> Beberapa obat kering ini adalah atropin, skopolamin, dan beberapa obat yang digunakan untuk alergi (antihistamin) dan untuk depresi (antidepresan).
  • Pengobatan Alzheimer (Inhibitor Asetilkolinesterase) berinteraksi dengan Fosfatidilserin.
    Fosfatidilserin dapat meningkatkan zat kimia dalam tubuh yang disebut asetilkolin. Obat untuk penyakit Alzheimer yang disebut inhibitor asetilkolinesterase juga meningkatkan asetilkolin.
    Menggunakan fosfatidilserin bersama dengan obat untuk penyakit Alzheimer dapat meningkatkan reaksi dan efek samping obat untuk penyakit Alzheimer. Beberapa obat asetilkolinesterase adalah donepezil (Aricept), tacrine (Cognex), rivastigmine (Exelon), dan galantamine (Reminyl, Razadyne).
  • Obat-obatan yang digunakan untuk glaukoma, penyakit Alzheimer, dan kondisi lain (obat kolinergik) berinteraksi dengan Fosfatidilserin.
    Fosfatidilserin dapat meningkatkan zat kimia dalam tubuh yang disebut asetilkolin. Bahan kimia ini mirip dengan beberapa obat yang digunakan untuk glaukoma, penyakit Alzheimer, dan kondisi lainnya. Menggunakan fosfatidilserin dengan obat-obatan ini dapat meningkatkan kemungkinan efek samping. Beberapa obat yang digunakan untuk glaukoma, penyakit Alzheimer, dan kondisi lain adalah pilocarpine (Pilocar dan lain-lain), dan lainnya.

Dosis

Berikut adalah dosis yang telah diteliti secara ilmiah:

  • Secara oral:
    • Untuk penurunan mental terkait usia: Untuk penurunan mental terkait usia: 100 mg fosfatidilserin dari otak sapi atau sumber tanaman diminum tiga kali sehari hingga 6 bulan atau 1-3 kapsul produk tertentu (Vayacog, Enzymotec Ltd.) yang mengandung fosfatidilserin yang diperkaya dengan asam lemak DHA diminum setiap hari selama 15 minggu.
    • Untuk alzheimer: 300-400 mg fosfatidilserin diminum setiap hari dalam dosis yang terbagi.

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Phosphatidylserine: Benefits, Side Effects, Dosage, and Interactions. Verywell Mind. (https://www.verywellmind.com/the-benefits-of-phosphatidylserine-89496)
Phosphatidylserine: Health Benefits, Uses, Side Effects, Dosage & Interactions. RxList. (https://www.rxlist.com/phosphatidylserine/supplements.htm)
Phosphatidylserine and the human brain. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25933483)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp
Buka di app