Aricept : Manfaat,Efek Samping,dan Dosis

Update terakhir: Feb 14, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 648.643 orang

Aricept adalah merek untuk obat generik donepezil. Kegunaan obat ini adalah untuk meningkatkan fungsi sel saraf di otak. Cara kerja obat ini adalah dengan mencegah kerusakan kimiawi pada acetylcholine. 

Penderita pikun memiliki kadar acetylcholine yang rendah. Dengan obat ini penderita tetap dapat mengingat, berpikir dan membuat keputusan. Kepikunan yang disebabkan oleh penyakit Alzheimer pada stadium rendah hingga menengah dianjurkan menggunakan Aricept. 

Perlu diingat, aricept bukan untuk menyembuhkan kepikunan. Kepikunan akan bertambah parah seiring waktu bahkan dengan rutin mengonsumsi donepezil.

Sekilas tentang Aricept

Penggunaan Aricept menyebabkan efek samping berupa kerusakan cara berpikir dan bereaksi akan suatu hal. Pertimbangkan dengan baik sebelum mengonsumsi obat ini jika setelahnya kamu perlu melakukan hal yang memerlukan konsentrasi seperti menyetir. 

Selain itu sebelum mengonsumsi obat ini sebaiknya diskusikan dengan dokter jika kamu memiliki masalah dengan detak jantung misalnya detak jantung lemah (sick sinus Syndrome), asma, pembesaran prostat, epilepsi atau masalah saat buang air kecil.

Cara penggunaan Aricept 

Beberapa hal penting yang perlu kamu diskusikan dengan dokter sebelum menggunakan donepezil yaitu:

  1. Alergi terhadap Aricept atau obat-obatan tertentu
  2. Masalah pada ritme detak jantung
  3. Riwayat tukak lambung
  4. Pembesaran pada prostat
  5. Sakit pada liver atau ginjal
  6. Masalah pernafasan seperti asma
  7. Kesulitan menelan; dan
  8. Epilepsi

Fungsinya adalah agar dokter dapat memberikan anjuran terbaik untuk kamu dan meminimalkan efek samping. Dengan ini kamu akan aman menjalani pengobatan dengan Aricept. 

Masih belum diketahui apakah penggunaan obat ini berbahaya bagi ibu hamil, ibu menyusui maupun janin. 

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika kamu adalah ibu hamil atau menyusui. Hentikan penggunaan obat jika kamu memerlukan operasi atau perawatan gigi dalam waktu dekat.

Penggunaan Aricept harus sesuai dengan resep dan anjuran dokter. Jangan mengonsumsi obat ini melebihi atau mengurangi apalagi memperpanjang jangka waktu konsumsi dari anjuran dokter. Baca petunjuk penggunaan obat yang biasanya ada pada kemasan obat.

  1. Dosis yang disarankan untuk penggunaan pertama yaitu 5 mg menjelang tidur sekali sehari. Penggunaan pertama biasanya  berlangsung selama 4 hingga 6 minggu. Obat dapat diminum sebelum dan sesudah makan.
  2. Pada penderita stadium menengah dosis yang disarankan adalah 10 mg sehari sekali. Pada saat ini jangka waktu penggunaan obat adalah 3 bulan.
  3. Pada penderita stadium akhir dosis yang disarankan adalah 23 mg sehari sekali.

Aricept dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Terdapat dua macam bentuk Aricept yaitu reguler dan bubuk. Cara menggunakan Aricept bentuk reguler adalah dengan menelannya bulat-bulat. Sementara pada Aricept bentuk bubuk perlu cara khusus untuk mengonsumsinya yaitu:

  1. Biarkan tablet berada pada bungkusnya jika belum akan digunakan. Saat akan digunakan, buka kemasan dan sobek bagian belakang blister obat. Jangan tekan tablet dari belakang agar tablet tidak hancur
  2. Gunakan tangan yang kering untuk memindahkan tablet ke mulut
  3. Jangan kunyah tablet yang utuh. Biarkan tablet larut dalam mulut tanpa dikunyah
  4. Setelah tablet larut, kunyah beberapa kali hingga tablet larut sempurna. Setelah itu minum air putih
  5. Simpan obat ini pada suhu ruangan, hindari dari tempat lembab dan paparan sinar matahari

Jika kamu lupa dengan jadwal minum obat sebaiknya segera minum obat. Namun jika mendekati dengan jadwal minum obat selanjutnya, lewatkan minum obat di jadwal sebelumnya. 

Jika kamu melewatkan jadwal minum obat hingga 7 hari, hubungi dokter untuk penjadwalan ulang minum obat ini. Meskipun jadwal terlewat, sebaiknya tidak merangkap mengonsumsi obat ini. 

Jika kamu merasa mual berat, muntah, berkeringat, pandangan kabur, detak jantung melemah, kesulitan menelan hingga pingsan setelah konsumsi obat ini, kemungkinan kamu mengalami overdosis. Segera menuju IGD untuk mendapatkan perawatan intensif.

Efek samping penggunaan Aricept 

Efek samping yang umum terjadi pada pengguna Aricept yaitu:

  1. Mual, muntah dan diare;
  2. Kehilangan nafsu makan;
  3. Nyeri otot;
  4. Susah tidur;
  5. Mudah lelah.

Namun terdapat juga efek samping yang sebaiknya segera menghentikan penggunaan Aricept jika terjadi pada pengguna obat ini yaitu:

  1. Muntah parah atau terus menerus;
  2. Kepala pusing hingga berasa seperti melayang-layang;
  3. Detak jantung melemah;
  4. Mati rasa mendadak pada bagian tubuh tertentu;
  5. Sulit buang air kecil;
  6. Masalah pada pernapasan;
  7. masalah pada perut seperti pendarahan pada perut dan merasa dada terbakar, buang air besar disertai darah, batuk hingga muntah darah.

Pertanda jika kamu alergi pada obat ini adalah gatal-gatal, sulit bernafas dan bengkak pada lidah, wajah, bibir atau tenggorokan. 

Segera menuju IGD untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Aricept dapat berinteraksi dengan obat non steroid anti inflamasi seperti aspirin, ibuprofen, naproxen, diclofenac, dan sebagainya. Sampaikan pada dokter jika kamu sedang menggunakan jenis obat ini.

Selalu jauhkan obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hanya gunakan untuk pribadi. Minum obat sesuai dengan resep dan petunjuk dokter. Jika kurang yakin kamu dapat mengonsultasikan mengenai kandungan maupun penggunaan obat pada dokter atau apoteker.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit