Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Phlegmon - Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Update terakhir: Jul 6, 2019 Tinjau pada Mar 28, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 857.420 orang

Apa itu Phlegmon?

Phlegmon adalah penyakit inflamasi akut yang terjadi didalam jaringan ikat serta jaringan lunak. Penyebab Phlegmon biasanya adalah karena proses infeksi bakteri ataupun pada beberapa kasus disebabkan oleh non-infeksi seperti pankreatitis. Phlegmon yang tidak dilakukan penanganan akan mengarah kepada abses.

Penyebab penyakit Phlegmon

Penyebab phlegmon sendiri adalah karena infeksi dari bakteri Staphylococcus Aureus koagulase positif. Infeksi bisa didapatkan dari luka lecet, gigitan binatang,gt;cedera pada jaringan dibawah kulit, atau infeksi bakteri berlebihan dimulut dan organ dalam seperti perut, apendiks. Biasanya Phlegmon akan dikaitkan dengan penyakit seperti selulitis atau abses namun pada kenyataannya ketiga penyakit ini berbeda, dimana Phlegmon bisa tetap menyebar melalui jaringan ikat dan serat otot dan penyakit seperti abses hanya terdapat didaerah yang terlokalisasi. 

Penyebab non infeksi dari Phlegmon adalah biasanya berupa pankreatitis akut dimana inflamasi yang terjadi disebabkan oleh kebocoran enzim pankreas kedalam jaringan ikat atau jaringan lunak.

Tanda dan Gejala penyakit Phlegmon

Tanda dangt;gejala yang bisa dialami oleh seorang penderita Phlegmon, antara lain:
Tanda tanda radang. Biasanya 5 tanda radang akan muncul, yaitu nyeri (dolor), kalor (peningkatan temperatur daerah lokal), rubor (kemerahan pada kulit), tumor (pembengkakan daerah lokal), dan functio laesa (penurunan fungsi).
Limfadinitis dan limfangitis. Limfadenitis adalah peradangan kelenjar getah bening, biasanya kelenjar getah bening yang terkena adalah daerah sekitar infeksi. Limfangitis sendiri adalah peradangan pembuluh limfatik yang mengangkut cairan limfa jaringan menuju pembuluh darah.
Demam. Demam biasanya akan terjadi dalam mengkompensasi proses infeksi dalam tubuh, terutama infeksi bakteri.
Kelemahan tubuh. Seperti pada proses infeksi yang lain, biasanya kelemahan tubuh akan dirasakan.
Berkeringat lebih
Nyeri kepala
Penurunan napsu makan, timbul abses yang dapat meluas dan edema ringan

Pemeriksaan penyakit Phlegmon

Phlegmon merupakan penyakit yang harus diperiksakan secara langsung ke dokter guna memastikan diagnosanya. Adapun beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan seorang dokter bila anda terkena Phlegmon ini adalah
Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik yang biasa dilakukan adalah pemeriksaan fisik sederhana yang memeriksa keadaan daerah lokal yang sedang mengalami infeksi.
Lab darah. Hal ini biasa akan dilakukan bila didapatkan kecenderungan Phlegmon seperti pemeriksaan darah lengkap dan yang lainnya untuk menentukan ada tidaknya infeksi.
CT Scan / MRI. Hal ini dilakukan untuk melihat ada tidaknya edema jaringan, ataupun ada tidaknya tumpukan cairan pus (abses).
Operasi. Phlegmon juga bisa dipastikan dengan cara pengoperasian dimana akan sekaligus dilakukan pembersihan ataupun pengangkatan jaringan jika diperlukan. Hal ini juga bisa dilakukan sekaligus sebagai pemeriksaan dan penatalaksanaan.
Pemeriksaan penunjang lain yang sesuai.

Pencegahan penyakit Phlegmon

Dikarenakan penyebab Phlegmon yang belum diketahui secara pasti, sampai saat ini pencegahan spesifik masih belum diketahui. Namun, hal hal yang dapat dilakukan adalah:
Menerapkan pola hidup sehat. Mengonsumsi banyak buah dan sayur serta makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang infeksi.
Minum air putih minimal 8 gelas atau setara dengan 2 liter per harinya.
Rutin berolahraga 3-4 kali seminggu dengan intensitas olahraga ringan sampai sedang dan dilakukan 30 – 45 menit sekali olahraga untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Rutin memeriksakan diri ke dokter untuk memeriksakan kesehatan Anda secara menyeluruh.

Pengobatan penyakit Phlegmon

Pengobatan penyakit phlegmon sangat tergantung dari luas infeksi yang terjadi dan dimana infeksi tersebut terjadi. 

Beberapa pengobatan phlegmon antara lain:
Antibiotik. Pengobatan dengan antibiotik topikal (salep/krim) ataupun antibiotik sistemik (obat minum) bisa saja dilakukan bila penyebaran infeksi phlegmon ini belum terlalu besar dan belum memerlukan tindakan operasi.
Bed rest. Istirahat total sangat direkomendasikan terutama mengistirahatkan anggota tubuh yang terkena phlegmon untuk membantu mempercepat proses penyembuhan infeksi.
Operasi. Operasi akan dilakukan bila pengobatan dengan obat obatan seperti antibiotik dan obat obatan lain tidak bisa menyembuhkan penyakit phlegmon ini, biasanya akan dilakukan pembersihan jaringan agar terbebas dari infeksi.

Pada dasarnya, pengobatan phlegmon harus dilakukan berdasarkan tingkat keparahan dari infeksi dan daerah tempat infeksi. Pemeriksaan dan penanganan yang secepatnya diperlukan untuk menghindari komplikasi komplikasi yang tidak diinginkan. 

Bila ditangani dengan cepat dan tepat, phlegmon merupakan penyakit yang tidak terlalu berat dan dapat sembuh total.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit