Perdarahan Subkonjungtiva: Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 17, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 573.644 orang

Jaringan bening transparan yang menutupi mata Anda disebut juga dengan konjungtiva. Ketika darah terkumpul di bawah jaringan konjungtiva, kondisi tersebut dikenal sebagai perdarahan di bawah konjungtiva, atau perdarahan subkonjungtiva.

Ada banyak pembuluh darah kecil terletak di konjungtiva dan di ruang antara konjungtiva dan sklera, yang merupakan bagian putih pada mata Anda. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Selain menutupi sklera, konjungtiva juga melapisi bagian dalam kelopak mata Anda. Konjungtiva mengandung banyak kelenjar kecil yang mengeluarkan cairan untuk melindungi dan melumasi mata Anda.

Pembuluh darah kecil pada konjungtiva kadang-kadang bisa pecah. Karena konjungtiva hanya menutupi daerah putih pada mata, maka tidak dapat mempengaruhi area di tengah mata seperti kornea. Kornea Anda bertanggung jawab atas proses penglihatan Anda, jadi pendarahan apapun yang terjadi di subkonjungtiva seharusnya tidak dapat mempengaruhi penglihatan Anda.

Pendarahan subkonjungtiva konjungtiva bukanlah suatu kondisi yang berbahaya. Dan biasanya tidak memerlukan pengobatan, dan seringkali akan hilang dengan sendirinya dalam satu hingga dua minggu.

Apa penyebab Perdarahan Subkonjungtiva?

Penyebab perdarahan subkonjungtiva masih tidak diketahui. Penyebab yang mungkin dapat menyebabkannya meliputi:

  • Cedera yang tidak disengaja
  • Operasi
  • Tegang pada mata
  • Batuk
  • Bersin yang kuat
  • Mengangkat benda berat
  • Menggosok -gosok mata
  • Tekanan darah tinggi
  • Gangguan pendarahan
  • Obat-obatan tertentu, termasuk aspirin (Bufferin) dan steroid
  • Infeksi mata
  • Infeksi yang berhubungan dengan demam, seperti influenza dan malaria
  • Penyakit tertentu, termasuk diabetes dan systemic lupus erythematosus
  • Parasit
  • Defisiensi vitamin C

Bayi yang baru lahir sesekali dapat mengalami perdarahan subconjunctival saat melahirkan.

Tanda dan gejala Perdarahan Subkonjungtiva

Kondisi ini biasanya menyebabkan kemerahan di salah satu mata Anda. Mata yang terkena mungkin terasa sedikit teriritasi. Anda tidak harus mengalami perubahan pada penglihatan Anda, rasa nyeri mata atau keluarnya cairan dari mata

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Mata Anda mungkin memiliki bercak yang tampak merah cerah, dan mata yang sehat akan memiliki penampilan yang normal.

Anda harus segera menemui dokter jika mengalami perdarahan di mata setelah terjadi cedera pada tengkorak Anda. Pendarahan mungkin berasal dari otak Anda, bukan hanya dari subconjunctiva mata Anda.

Bagaimana cara mencegah Perdarahan Subkonjungtiva?

Bukan merupakan hal yang sulit untuk mencegah pendarahan subkonjungtiva. Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari minum obat yang dapat meningkatkan risiko pendarahan.

Anda juga harus mencoba menghindari kebiasaan menggosok-gosok mata Anda. Jika Anda mencurigai ada sesuatu di mata Anda, siram dengan air mata buatan daripada menggunakan jari-jari Anda. Selalu gunakan kacamata pelindung saat disarankan untuk menghindari partikel-partikel yang dapat masuk ke mata Anda.

Bagaimana cara mengobati Perdarahan Subkonjungtiva?

Diagnosa Perdarahan Subkonjungtiva

Penting untuk memberi tahu dokter Anda jika Anda baru saja mengalami memar atau pendarahan yang tidak biasa, atau cedera lainnya, seperti masuknya benda asing di mata Anda.

Anda biasanya tidak memerlukan pemeriksaan khusus jika mengalami pendarahan subkonjungtiva. Dokter Anda akan memeriksa mata Anda dan memeriksa tekanan darah Anda. 

Dalam beberapa kasus, Anda mungkin perlu memberikan sampel darah untuk menguji adanya gangguan pendarahan. Gangguan perdarahan lebih mungkin terjadi jika Anda mengalami pendarahan di bawah konjungtiva lebih dari satu kali atau jika Anda memiliki pendarahan atau memar-memar yang tidak diketahui penyebabnya.

Pengobatan Perdarahan Subkonjungtiva

Biasanya, perdarahan subkonjungtiva tidak memerlukan pengobatan khusus. Perdarahan subkonjungtiva akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7 hingga 14 hari, secara bertahap menjadi lebih ringan dan warna merah pada subkonjungtiva akan menghilang.

Dokter Anda mungkin menyarankan agar Anda menggunakan air mata buatan (Visine Tears, Refresh Tears, TheraTears) beberapa kali sehari jika mata Anda merasa teriritasi. 

Dokter Anda mungkin menyarankan Anda untuk tidak mengonsumsi obat apapun yang dapat meningkatkan risiko pendarahan, seperti aspirin atau warfarin (Coumadin).

Anda perlu evaluasi lebih lanjut jika dokter menemukan kondisi perdarahan subkonjungtiva Anda karena tekanan darah tinggi atau gangguan pendarahan. Dokter Anda mungkin akan meresepkan obat untuk menurunkan tekanan darah Anda.

Saat kondisi perdarahan subkonjungtiva membaik, Anda mungkin melihat perubahan pada mata Anda. Area perdarahan mungkin bertambah besar. Area perdarahan juga dapat berubah menjadi kuning atau merah muda. 

Kondisi tersebut umumnya normal terjadi, dan tidak perlu dikhawatirkan. Karena warna merah pada mata tersebut akan kembali normal.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit