8 Penyebab Payudara Bengkak, dari Gejala PMS Hingga Kanker

Dipublish tanggal: Agu 19, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Sep 11, 2019 Waktu baca: 3 menit
8 Penyebab Payudara Bengkak, dari Gejala PMS Hingga Kanker

Payudara dikatakan mengalami bengkak ketika salah satu atau kedua payudara ukurannya membesar dibanding sebelumnya. Payudara bengkak biasanya diikuti dengan rasa sakit, sensitif, hingga perubahan pada puting. Setiap wanita dapat mengalami payudara bengkak karena faktor perubahan hormon. Akan tetapi, penyebab payudara bengkak juga bisa karena kondisi medis yang membahayakan.

Apa saja penyebab payudara bengkak?

Payudara terdiri dari 4 jaringan penyusun, yaitu jaringan lemak (adiposa), saluran susu, kelenjar susu, dan jaringan ikat. Payudara bengkak biasanya menjadi sinyal bahwa jumlah cairan di jaringan adiposa mengalami peningkatan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Tak hanya menyebabkan bengkak, kondisi tersebut juga menimbulkan rasa sakit di sekitar payudara. Adanya perubahan lain pada jaringan payudara juga dapat menyebabkan masalah serupa.

Berikut ini beberapa penyebab payudara bengkak, antara lain:

1. Pubertas

Anak perempuan yang memasuki masa pubertas akan mengalami pembesaran payudara. Kondisi ini merupakan hal yang wajar, biasanya dialami oleh anak perempuan usia 7-13 tahun. Meskipun ada juga yang mengalaminya lebih awal atau lebih lambat.

Menjelang masa pubertas, jaringan-jaringan akan mulai terbentuk di belakang payudara. Proses ini menyebabkan area datar di sekitar puting jadi membesar dan memberikan kesan payudara bengkak atau membesar meskipun ini adalah sesuatu yang normal.

Baca Juga: 8 Tanda-Tanda Pubertas Pada Perempuan

2. Sebentar lagi haid

Jangan panik dulu jika Anda mengalami payudara bengkak. Bisa jadi ini merupakan pertanda bahwa sebentar lagi Anda akan haid alias menstruasi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Mendekati menstruasi, hormon estrogen dalam tubuh akan meningkat sehingga saluran payudara akan ikut membesar. Perubahan hormon ini juga dapat menyebabkan retensi air yang menambah volume payudara.

Bahkan pada hari ke-21 sebelum menstruasi, hormon progesteron juga meningkat secara signifikan dan memicu pertumbuhan kelenjar susu. Kombinasi proses itulah yang menyebabkan payudara tampak membesar atau bengkak.

Namun tak perlu khawatir, ukuran payudara akan kembali normal setelah menstruasi selesai.

3. Kehamilan

Selain pertambahan ukuran perut, wanita hamil juga akan mengalami pembesaran payudara. Perubahan pada payudara dapat dimulai 1-2 minggu setelah pembuahan terjadi.

Baca Selengkapnya: 12 Tanda-Tanda Hamil Tahap Awal

4. Mastitis

Mastitis adalah salah satu penyebab payudara bengkak yang cukup umum, khususnya bagi Anda ibu menyusui. Mastitis terjadi ketika produksi susu semakin banyak dan menumpuk di kelenjar payudara, sehingga saluran susu mengalami penyumbatan hingga menimbulkan peradangan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Mastitis bisa membuat ibu mengalami kesulitan saat menyusui karena payudaranya terasa sakit dan bengkak. Meski demikian, jangan malah berhenti memberikan ASI melalui payudara karena justru akan memperparah rasa sakitnya.

Coba pijat payudara Anda dengan lambut untuk memperlancar ASI. Bisa juga dengan kompres payudara dengan air hangat untuk membantu menghilangkan rasa sakit.

5. Minum pil KB

Obat-obatan yang mengandung estrogen seperti pil KB juga bisa menjadi penyebab payudara bengkak. Mirip seperti saat menjelang menstruasi, asupan estrogen dari pil KB dapat membuat saluran susu dan kelenjar susu membesar.

Maka jangan heran jika ukuran payudara juga akan bertambah selama Anda minum pil KB. Efek serupa juga berlaku apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan lainnya yang mengandung estrogen.

6. Faktor makanan atau minuman

Jika tubuh Anda dikatakan sehat tapi masih saja khawatir dengan payudara bengkak, coba perhatikan pola makan Anda akhir-akhir ini. Apakah sering mengonsumsi makanan mengandung garam atau minuman berkafein? 

Kalau iya, maka bisa jadi inilah penyebab payudara bengkak yang Anda alami. Memang belum ada penelitian yang membuktikan hubungan kafein dengan nyeri payudara, tapi setidaknya beberapa wanita mengaku merasa lebih baik setelah menghindari makanan atau minuman berkafein.

7. Payudara fibrokistik

Payudara fibrokistik adalah tumor jinak (bukan kanker) yang tumbuh di kelenjar susu wanita. Kondisi ini menyebabkan berbagai perubahan pada payudara, termasuk meningkatkan cairan di jaringan payudara.

Semakin banyak cairan, volume payudara akan semakin bertambah dan terasa lebih berat daripada biasanya. Payudara fibrokistik juga dapat menimbulkan nyeri payudara, nyeri di sekitar ketiak, hingga mengeluarkan cairan payudara berwarna kehijauan atau kecokelatan.

Baca Juga: Payudara Besar Sebelah dan Benjolan di Ketiak

8. Kanker payudara

Selain timbul benjolan, gejala kanker payudara juga bisa ditandai dengan pembengkakan di payudara. Sel-sel kanker memblokir pembuluh getah bening di sekitar payudara sehingga akhirnya payudara menjadi bengkak dan membesar.

Gejala kanker payudara biasanya ditandai dengan munculnya kemerahan atau keunguan pada kulit payudara. Dapat disertai juga dengan perubahan tekstur kulit payudara menjadi mirip kulit jeruk.

Jenis kanker payudara ini termasuk jarang terjadi, tapi biasanya pertanda bahwa kanker payudara sudah berjalan agresif.

Baca Selengkapnya: Mendeteksi Kanker Payudara Sejak Dini Dengan Cara Ini!

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Lorazepam: medicine to treat anxiety and problems sleeping. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/medicines/lorazepam/)
Lorazepam Uses, Dosage & Side Effects. Drugs.com. (https://www.drugs.com/lorazepam.html)
lorazepam (Ativan) Side Effects, Uses & Dosage. MedicineNet. (https://www.medicinenet.com/lorazepam/article.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app