7 Penyebab Kulit Mudah Memar dan Tips Mengatasinya

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Nov 1, 2021 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
7 Penyebab Kulit Mudah Memar dan Tips Mengatasinya

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Memar (ecchymosis) terjadi ketika pembuluh darah kecil pecah di bawah permukaan kulit dan menyebabkan perubahan warna kulit;
  • Akibat menurunnya produksi kolagen dan elastin karena faktor usia maka ketika terjadi benturan ringan dapat dengan mudah timbul memar di kulit;
  • Penggunaan obat pengencer darah dan pereda nyeri dari golongan NSAID seperti aspirin dan ibuprofen juga bisa menjadi penyebab kulit mudah memar;
  • Penyebab kulit mudah memar lainnya dapat disebabkan oleh gangguan fungsi hati, kelainan darah, hingga penyakit kanker darah yang berbahaya;
  • Hindari benturan dan olahraga berlebihan sebisa mungkin, perhatikan efek samping obat yang rutin dikonsumsi, serta terapkan pola makan sehat; 
  • Klik untuk membeli obat kulit dan memar yang dikirim ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD.

Pada sebagian besar kasus, timbulnya memar pada kulit acap kali berawal dari benturan oleh benda tumpul atau keras yang tidak disadari. Tak jarang, bercak biru lebam atau luka memar pada kulit kerap datang tiba-tiba dan mengganggu penampilan kulit. 

Apa yang menyebabkan terjadinya luka memar? Berikut ini beberapa penyebab kulit mudah memar yang harus diwaspadai!

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12

Jangan remehkan berbagai penyebab kulit mudah memar berikut ini!

Memar (ecchymosis) terjadi ketika pembuluh darah kecil pecah dan mengeluarkan darah di bawah permukaan kulit. Itu bisa menyebabkan darah mengumpul dan membentuk gumpalan yang dapat mengubah warna kulit. 

Jika sudah membaik, maka ciri-ciri luka memar yang ditandai warna merah, biru, gelap hingga hitam akan berangsur memudar ketika gumpalan darah kembali terserap oleh tubuh. 

Penyebab kulit mudah memar biasanya terjadi sesekali akibat ketidaksengajaan akibat benturan benda keras atau tumpul. Akan tetapi bisa jadi berbahaya jika kondisi tersebut disebabkan oleh paparan sinar matahari berlebih atau gejala penyakit serius seperti kanker darah yang memerlukan penanganan secara medis, 

Berikut ini penyebab kulit mudah memar:

1. Faktor usia 

Seiring bertambahnya usia, kulit dan pembuluh darah menjadi lebih tipis lantaran produksi kolagen, elastin dan beberapa lemak subkutan yang kian hari kian menurun. Akibatnya, ketika terjadi sedikit saja benturan maupun cedera ringan, maka akan mudah sekali timbul memar di kulit. Oleh karena itu, para lansia atau orang tua harus berhati-hati ketika berjalan ataupun bergerak.

2. Terpapar sinar matahari berlebih

Paparan sinar matahari berlebih dalam jangka panjang dapat merusak jaringan kulit dan melemahkan dinding pembuluh darah. Kondisi yang dikenal sebagai purpura actinic ini lebih sering dialami oleh orang dewasa atau lansia yang gemar menghabiskan waktu di bawah teriknya sinar matahari tanpa perlindungan khusus.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Gejala kulit mudah memar biasanya ditandai dengan timbulnya lebam pada kulit secara tiba-tiba, khususnya pada area punggung tangan atau lengan yang dapat bertahan hingga lebih dari 1 minggu. Aplikasikan krim topikal yang mengandung retinol atau alpha-hydroxy acid pada area yang terkena guna membantu mengurangi tampilan memar.

3. Olahraga yang terlalu intens

Dalam intensitas yang cukup, olahraga dapat menghadirkan beragam manfaat bagi kesehatan tubuh keseluruhan. Lain halnya bila olahraga yang dilakukan terlalu intens atau berat hingga memforsir tubuh, risiko besar seperti timbulnya nyeri, pembengkakan dan memar pada beberapa area tubuh. 

Segera terapkan metode RICE (rest, ice, compression and elevation) sebagai pertolongan pertama bila terjadi memar. 

4. Konsumsi obat

Penggunaan obat pengencer darah dan pereda nyeri dari golongan NSAID seperti aspirin dan ibuprofen juga bisa menjadi penyebab kulit mudah memar. Hal ini dikarenakan oleh mekanisme kerja kedua jenis obat tersebut yang dapat menghalangi fungsi trombosit dalam menutup luka. Konsultasikan segera dengan dokter ahli bila mendapati efek samping tersebut.

Baca juga: Atasi Rasa Nyeri dengan Ibuprofen

5. Gangguan fungsi hati

Mudah memarnya kulit tanpa sebab yang jelas patut dicurigai sebagai pertanda adanya gangguan atau kerusakan dari fungsi hati. Terlebih lagi bila disertai dengan beberapa gejala lain, seperti gatal-gatal, mata dan kulit yang tampak kekuningan serta pembengkakan pada perut dan kaki. Seseorang yang gemar mengonsumsi alkohol atau minum-minuman keras berpeluang besar mengalami kerusakan hati.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

6. Mengidap kelainan darah

Kelainan darah merupakan suatu kondisi yang memengaruhi satu maupun beberapa komponen darah sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Beberapa kondisi kelainan darah, di antaranya hemofilia, penyakit von Willebrand dan trombositopenia.

Selain memar, gejala lain dari kelainan darah yang patut diwaspadai yakni mimisan tanpa sebab, sering mengeluarkan banyak darah setelah menggosok gigi ataupun terluka parah ketika mengalami goresan kecil.

7. Menderita kanker darah

Bukan tidak mungkin, memar yang begitu mudahnya muncul di kulit menjadi pertanda serius dari kanker darah seperti leukimia dan limfoma. Kedua jenis kanker darah tersebut dapat terjadi akibat adanya produksi sel darah putih yang berlebih menjadi ganas dan sulit dikendalikan. 

Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami ciri-ciri luka memar yang disertai dengan kelelahan sepanjang waktu dan berat badan yang terus menurun.

Baca juga: Penyebab dan Cara Pencegahan Sel Darah Putih Tidak Normal

Beberapa tips untuk meminimalisir timbulnya memar pada kulit

Ada beberapa tips sederhana yang dapat diterapkan guna meminimalisir timbulnya memar pada kulit, antara lain:

  • Pastikan kondisi rumah selalu tertata rapi agar terbebas dari benturan akibat tumpukan barang
  • Gunakan tabir surya dan pakaian panjang ketika beraktivitas di bawah teriknya sinar matahari
  • Lakukan olahraga secukupnya dan secara aman, jangan berlebihan
  • Perhatikan efek samping dari obat-obatan yang hendak dikonsumsi
  • Terapkan diet sehat agar kesehatan kulit dan sirkulasi darah berjalan lancar

Segera periksakan diri ke dokter apabila memar yang dialami bertahan cukup lama dan tak kunjung memudar. Perhatikan juga apabila disertai dengan beberapa gejala lain, seperti kelelahan sepanjang waktu, gatal-gatal, warna kekuningan pada kulit dan mata, berat badan menurun serta beberapa gejala lainnya.

18 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Telang PS. (2013). Vitamin C in dermatology. (http://www.idoj.in/text.asp?2013/4/2/143/110593)
Staiger C. (2012). Comfrey: a clinical overview. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3491633/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app