Penyakit Gusi Ternyata Dapat Mengakibatkan Serangan Jantung

Dipublish tanggal: Agu 6, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Penyakit Gusi Ternyata Dapat Mengakibatkan Serangan Jantung

Penyakit gusi atau disebut juga dengan radang gusi (gingivitis) merupakan peradangan yang terjadi pada gusi dengan gejala gusi merah, membengkak, dan mudah berdarah saat Anda menggosok gigi. 

Penyakit gusi yang parah dapat menyebabkan kerusakan gusi atau peridontitis, serta kerusakan gigi dan jaringan tulang penyangga gigi. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Bahkan jika tidak segera diobati dapat menjalar ke jaringan tubuh lain dan menyebabkan penyakit kronis hingga serangan jantung. Mengapa bisa demikian ? Simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini.

Hubungan antara penyakit gusi dengan serangan jantung

Banyak para ilmuwan yang mengaitkan antara terjadinya penyakit gusi dengan penyakit jantung

Perlu Anda tahu bahwa seperti yang disebutkan di atas tadi, peradangan pada gusi tidak hanya mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut namun juga bisa mempengaruhi jaringan tubuh lainnya. 

Sebuah studi penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2014 juga membuktikan hal demikian. Dimana para peneliti mengamati partisipan dengan kondisi penyakit gusi dan juga penderita penyakit jantung. 

Penelitian menunjukkan bahwa partisipan yang melakukan perawatan untuk menjaga atau mengobati masalah kesehatan gusi akan memiliki tingkat biaya untuk pengobatan penyakit jantungnya yang lebih rendah sebesar 10 hingga 40 persen daripada partisipan penderita penyakit jantung yang tidak menjalani perawatan mulut yang tepat termasuk gusi. 

Ini berarti bahwa kesehatan mulut terutama gusi, juga berpengaruh terhadap kesehatan jantung seseorang.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

Terdapat juga hasil penelitian dari Swedia yang melibatkan partisipan dimana mereka mengamati kondisi kesehatan gusi pasien yang memiliki riwayat dan tidak memiliki riwayat serangan jantung. 

Sebagian dari peserta penelitian ini memiliki riwayat serangan jantung. Sedangkan sebagian lainnya tidak memiliki riwayat serangan jantung. 

Penelitian ini mengungkapkan hasil bahwa seseorang yang mengalami penyakit gusi akan beresiko lebih tinggi hingga 50 persen terhadap serangan jantung, jika dibandingkan dengan orang lainnya yang tidak mengalami penyakit gusi.

Tidak hanya satu atau dua penelitian tadi yang mengungkapkan bahwa penyakit gusi memiliki kaitan dengan kesehatan jantung seseorang. Penelitian lain juga demikian. 

Penelitian ini mengungkapkan fakta bahwa seseorang yang menderita penyakit gusi akan lebih rentan dan beresiko hingga 20 persen terhadap penyakit jantung dibandingkan mereka yang tidak menderita penyakit gusi. Akan tetapi, hal ini memerlukan penelitian yang lebih lanjut.

Beberapa penelitian di atas telah mampu membuktikan dan mendukung hipotesis mengenai keterkaitan positif antara penyakit gusi dengan kesehatan jantung. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Bahkan, American Dental Association and American Heart Association juga sudah menyatakan bahwa penyakit gusi memiliki hubungan dengan penyakit jantung.

Beginilah bagaimana penyakit gusi dapat meningkatkan resiko penyakit jantung….

Terjadinya penyakit gusi yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung adalah karena peradangan atau pembengkakan yang muncul. 

Peradangan atau pembengkakan ini membuat pembuluh darah yang membawa dari dari jantung atau arteri mengalami penebalan, karena adanya penumpukan plak atau disebut aterosklerosis

Kondisi inilah yang membuat darah mengalami kesulitan untuk mengalirkan darahnya ke jantung dan menyebabkan peningkatan risiko stroke serta serangan jantung.

Selain tanda gusi sakit atau bengkak, tanda lainnya dari terjadinya penyakit gusi adalah peradangan. Tahap awal penyakit gusi disebut gingivitis. 

Gejalanya yaitu gusi merah, sensitif dan terasa nyeri. Apabila dibiarkan saja, gingivitis akan semakin parah dan berubah menjadi periodontitis. Dimana kondisi ini mengakibatkan timbulnya infeksi pada gusi dan munculnya abses atau kantung nanah.

Hal tersebutlah yang mengkhawatirkan karena akan berdampak bahaya bagi jaringan tubuh lainnya. 

Penyakit yang terjadi pada gusi akibat peradangan akan mengganggu lapisan gusi yang di dalamnya banyak terdapat pembuluh darah yang mengalir ke seluruh tubuh Anda. 

Jika gusi terinfeksi, bakteri bisa masuk ke pembuluh darah, mengalir ke jaringan tubuh lain, dan menyebarkan infeksi bakteri tadi dan memicu terjadinya peradangan di jaringan seluruh tubuh. 

Perlu Anda tahu, bahwa peradangan merupakan satu dari sekian penyebab kerusakan pembuluh darah, juga termasuk jantung.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa terdapat beberapa bakteri di penyakit gusi, salah satunya adalah Streptococcus sanguis yang dapat menyumbat serta menyebar hingga ke jantung. 

Maka dari itu, menjaga kesehatan gusi sangatlah penting untuk meminimalisir penyebaran bakteri ke jantung.

Untuk menjaga kesehatan gusi dan mulut, Anda perlu melakukan….

Beberapa kebiasaan dan pola hidup sehat yang harus Anda lakukan untuk menjaga kesehatan gusi dan mulut yaitu seperti :

  • Sikat gigi teratur dua kali sehari, pagi dan malam, menggunakan pasta gigi fluoride dan sikat gigi berbulu lembut. Jangan menekan sikat terlalu keras;
  • Lakukan flossing minimal sekali sehari; dan

Berkumur dengan mouthwash karena efektif mengurangi bakteri penyebab gusi hingga 99,9%.

15 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Southerland, J. H., Taylor, G. W., Offenbacher, S. (2005, October). Diabetes and periodontal infection: Making the connection. Clinical Diabetes, 23(4), 171-178 (http://clinical.diabetesjournals.org/content/23/4/171)
Saller, A., Maggi, S., Romanato, G., Tonin, P., Crepaldi, G. (2008, August). Diabetes and osteoporosis. Aging Clinical and Experimental Research, 20(4), 280–289 (https://link.springer.com/article/10.1007/BF03324857)
Rajesh, K. S., Thomas, D., Hedge, S., Arun Kumar, M. S. (2013, November–December). Poor periodontal health: A cancer risk? Journal of Indian Society of Periodontology, 17(6), 706-710 (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3917197/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app