Campak - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 12, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 402.657 orang

Setelah sebelumnya dibahas mengenai vaksin dan komplikasi penyakit campak, maka sekarang kita akan membahas tentang pengobatan campak. Seperti diketahui campak adalah penyakit yang umum didapatkan pada anak-anak di seluruh dunia. 

WHO mengindikasikan sekitar 30 juta kasus campak dengan angka kematian diperkirakan mencapai 700.000 setiap tahunnya di negara berkembang. Selain itu, campak juga dikaitkan dengan masalah jangka panjang yaitu kebutaan (terutama di Afrika), 

penyakit paru kronik, malnutrisi, gangguan pertumbuhan, dan risiko terkena infeksi berulang. Oleh akrena itu, penting bagi penderita campak untuk mendapat pengobatan yang tepat.

Penatalaksanaan campak berdasarkan ada tidaknya komplikasi

Campak dengan komplikasi berat
Ditandai dengan anak kesulitan atau tidak mau menyusu atau minum, kejang, tidak sadar, banyak luka pada mulut, nafas cepat dan sesak disertai adanya tarikan/cekungan di dada, luka pada mata, malnutrisi berat, 

stridor(nafas terdengar berat dan berisik) dan dehidrasi berat (ditandai dengan anak tampak lemah, tidak respon atau tidak sadar, mata tampak cowong, ubun-ubun besar cekung, 

kulit tampak berkerut yang apabila dicubit tidak segera kembali ke bentuk semula). Penderita dengan campak berat harus menjalani rawat inap di rumah sakit

Campak dengan komplikasi
Ditandai dengan nafas cepat tapi tidak ada tarikan/cekungan di dinding dada, dehidrasi ringan, luka pada mulut namun makan dan minum masih baik, ada nanah keluar dari mata, infeksi telinga ditandai nyeri pada telinga atau keluar cairan dari liang telinga. Pasien dapat dirawat di klinik atau rumah sakit.

Campak tanpa komplikasi
Campak dikategorikan tanpa komplikasi apabila tidak ditemukan gejala yang ada pada campak dengan komplikasi atau campak dengan komplikasi berat. Pasien campak tanpa komplikasi dapat dirawat di rumah.

Pengobatan secara umum
Pengobatan secara umum prinsipnya adalah mengobati seluruh keluarga, mengobati semua komplikasi secara bersamaan, dan mengobati sesegera mungkin lesi atau kerusakan pada mata.

Pengobatan khusus sesuai komplikasi

Pneumonia
Untuk campak dengan komplikasi pneumonia, pasien harus mendapatkan antibiotik. Antibiotik yang banyak digunakan contohnya adalah golongan ampicillin, amoxicillin, cotrimoxazole. 

Oksigen dan obat-obatan bronkodilator diberikan untuk mengatasi kesulitan bernafas. Pada kondisi yang berat dimana pasien tidak mampu lagi untuk mengambil oksigen yang cukup maka perlu dipasang alat bantu nafas (ventilator).

Dikarenakan campak adalah penyakit yang infeksius makan pasien harus ditempatkan di ruang isolasi

Infeksi telinga
Tiga komplikasi tersering campak pada telinga adalah otitis media akut, otitis kronik (infeksi telinga kronik), dan mastoiditis (ditandai dengan demam dan nyeri pada tulang di belakang telinga). 

Dokter akan memberikan antibiotik pada pasien dengan otitis media akut dan kronik. Namun pada anak yang menunjukkan gejala mastoiditis segera bawa ke rumah sakit.

Diare dan dehidrasi
Pada kondisi dehidrasi berat maka pasien harus rawat inap di rumah sakit dan segera mendapat rehidrasi cairan lewat infus. Pada kondisi dehidrasi ringan pemberian cairan bisa lewat minum. Dokter akan menentukan perlunya pemberian antibiotik atau tidak. Pada disentri maka antibiotik akan diberikan.

Gangguan Mata
Apabila mulai tampak perubahan pada mata segera periksakan ke dokter. Salep mata akan diberikan dan apabila ada luka pada kornea maka maka akan ditutup untuk memberikan kesempatan pada kornea untuk istirahat sehingga penyembuhan bisa optimal.

Peran Vitamin A pada Pengobatan Campak
Kekurangan vitamin A menyebabkan gangguan pada sel-sel yang bertugas melindungi permukaan paru dan usus. Dengan terganggunya fungsi sel-sel tersebut menyebabkan sulitnya untuk memproteksi dan mengontrol adanya infeksi. 

WHO menyebutkan anak-anak usia dibawah 2 tahun dengan kadar vitamin A yang sangat rendah (5mg/dl) memiliki risiko 2 kali lipat untuk menderita campak berat yang dapat berakhir fatal dibandingkan anak-anak dengan kadar vitamin yang lebih tinggi. 

Terapi vitamin A menurunkan keparahan dari komplikasi akibat campak dan menurunkan lama waktu rawat inap di rumah sakit.

Pada bayi usia kurang dari 6 bulan diberikan vitamin A 50.000 IU segera setelah diagnosis campak ditegakkan, 50.000 IU diberikan lagi keesokan harinya dan diberikan lagi 2-4 minggu kemudian jika terdapat tanda-tanda gangguan pada mata.

Pada anak usia 6-11 bulan, dosis vitamin A yang diberikan adalah 100.000 IU pada hari yang sama segera setelah diagnosis campak tegak, kemudian diulangi pada keesokan harinya dengan dosis yang sama. 

Apabila ada gangguan pada mata, maka vitamin A dengan dosis yang sama diberikan lagi 2-4 minggu kemudian.

Pada anak usia diatas 12 bulan, maka dosis vitamin A yang diberikan adalah 200.000 IU dengan waktu pemberian yang sama seperti kelompok usia yang lain, yaitu hari yang sama saat anak didiagnosis campak, keesokan harinya, dan diulagi 2-4 minggu kemudian jika ada gangguan pada mata.

Selain mencegah kematian yang timbul akibat komplikasi yang berat dari penyakit campak, pengobatan yang tepat mencegah terjadinya gangguan kesehatan jangka panjang. 

Penting bagi orang tua untuk mengenali gejala dan tanda bahaya pada anak mereka sehingga penanganan yang tepat dapat segera diberikan. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan tentang penyakit campak.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit