Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA ENWA SIWI

Campak - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Jul 6, 2019 Tinjau pada Apr 27, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 580.543 orang

Campak merupakan salah satu dari penyebab kematian tertinggi pada anak. Penyakit campak bersifat endemik di seluruh dunia, pada tahun 2013 terjadi 145.700 kematian yang disebabkan oleh campak di seluruh dunia. 

Di Indonesia kasus campak dilaporkan mencapai sekitar 12000 kasus. Sebagian besar kasus campak adalah anak usia pra-sekolah dan SD. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai penyakit campak.

1.            Apa itu campak ?

Campak yang juga dikenal sebagai morbili atau measles adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus campak(rubeola), golongan dari paramyxovirus.

2.            Proses infeksi dan Penyebaran

Penyakit campak sangat infeksius, menular sejak awal masa prodromal (4 hari sebelum muncul ruam) sampai sekitar 4 hari setelah muncul ruam. Infeksi disebarkan lewat udara (airborne) maupun kontak langsung dengan hidung yang terinfeksi atau lendir dari tenggorokan.

Penyebaran infeksi terjadi jika seseorang terhirup droplet yang mengandung virus campak di udara yang berasal dari penderita. 

Virus campak akan menempel dan berkembang biak pada permukaan dinding saluran nafas di belakang hidung.  Setelah 3 hari virus masuk ke tubuh, 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

virus akan masuk ke kelenjar getah bening regional dan menyebar ke sistemgt;pembuluh getah bening termasuk ke organ hati dan limpa. Pada hari ke 5-7 virus makin menyebar ke seluruh tubuh terutama di kulit dan saluran pernapasan. 

Pada hari ke 11 hingga ke 14 virus sudah berada di darah, saluran napas, dan organ-organ tubuh lainnya.

3.            Gejala dan Tanda

·         Demam/panas dengan suhu > 38.5 °C. Demam muncul sekitar 10-12 hari setelah seseorang terpajan virus. Demam makin meningkat dan mencapai puncaknya pada hari ke 4-5 pada saat mulai muncul ruam.

·         Pilek (coryza), sulit dibedakan dengan flu berat. Biasanya akan membaik pada saat demam turun.

·         Batuk (cough), terjadi akibat keradangan pada saluran nafas, mencapai puncak saat mulai muncul ruam dan akan membaik dalam beberapa minggu.

·         Conjunctivitis yang ditandai dengan mata merah pada kelopak mata bagian dalam dan ada keluhan silau jika melihat cahaya.

·         Koplik’s Spot yaitu suatu kumpulan bercak berwarna putih pada dinding pipi bagian dalam yang berwarna merah, sehingga sering diibaratkan sebagai ‘a grain of salt in the sea of red’. Umumnya bercak ini muncul sekitar 2 hari sebelum muncul ruam.

·         Ruam. Ruam biasanya muncul pada hari ke 4-5 demam dan berlangsung sekitar 5-6 hari. Pada fase awal ruam akan berwarna kemerahan, pertama kali muncul pada batas rambut dan dahi, belakang telinga, kemudian menyebar ke wajah, leher, tubuh hingga tangan dan kaki. Ruam umumnya saling bertumpuk sehingga tampak menyatu. Setelah 3 hari ruam akan berangsur menghilang sesuai urutan munculnya. Ruam menjadi berwarna lebih gelap dan mengalami pengelupasan kecuali pada telapak tangan dan kaki, dan akan menghilang setelah 1-2 minggu.

·         Pada anak sering disertai dengan diare. Diare bertambah parah saat mulai timbul ruam sehingga berisiko mengalami dehidrasi.

4.            Siapa yang dapat terkena Campak?

Anak-anak yang belum mendapat vaksinasi campak berisiko tinggi terkena campak dan komplikasinya yang apabila berat dapat berakhir dengan kematian. Umur terbanyak penderita campak adalah < 12 bulan, diikuti kelompok umur 1-4 tahun dan 5-14 tahun.

Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dapat berakhir pada epidemi yang menyebabkan kematian terutama pada anak dengan gizi kurang atau buruk. 

Wanita yang terinfeksi campak saat hamil juga berisiko mengalami komplikasi yang serius dan kehamilan dapat berakhir dengan keguguran atau kelahiran prematur. Orang yang sembuh dari campak akan memiliki imunitas sepanjang hidupnya.

5.            Komplikasi, pengobatan, dan pencegahan

Sebagian besar kematian karena campak disebabkan oleh karena komplikasi yang terjadi, contoh komplikasi yang berat adalah pneumonia dan infeksi otak. Komplikasi lebih sering terjadi pada anak balita dan anak yang mengalami malnutrisi.

Pengobatan campak tergantung dari ada tidaknya komplikasi. Pada penyakit campak tanpa komplikasi pengobatan bersifat suportif.

Untuk mencegah campak terutama komplikasi yang berat sudah digalakkan program imunisasi. Secara global terjadi penurunan kematian akibat campak sebesar 79 persen dari tahun 2000 hingga tahun 2014.

Demikian sekilas tentang campak, semoga menambah pengetahuan kamu tentang penyakit ini. Campak dapat membahayakan terutama pada balitadan ibu hamil

Jika ada keluarga atau tetangga yang kamu curigai mengalami gejala seperti yang dijelaskan di atas, segera periksakan ke dokter. Dan nantikan artikel terkait campak berikutnya mengenai komplikasi, pengobatan dan imunisasi campak.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit