Biduran - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 27, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 652.831 orang

Biduran atau yang dalam istilah kedokteran dikenal sebagai urtikaria, adalah sejenis ruam kulit dengan bentol-bentol merah, dengan permukaan terangkat dan sangat mengganggu karena menyebabkan rasa gatal dan juga rasa terbakar pada kulit. 

Seringkali bintik-bintik tidak pada satu posisi, pergerakannya sangat cepat, kadang muncul kadang hilang, kadang pada wajah, terkadang pada lengan

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Biasanya mereka bertahan beberapa hari dan tidak meninggalkan bekas pada kulit. Kurang dari 5% kasus berlangsung selama lebih dari enam minggu. Walaupun tidak berlangsung lama, namun Kondisi ini sering kambuh lagi dan sangat mengganggu aktivitas.

Faktor utama terjadinya biduran masih tidak jelas, namun berdasarkan faktor pendukungnya, biduran dibagi menjadi 4 kategori. Biduran akut, biduran kronik, biduran fisik dan dermatografism. 

Pada artikel ini akan dibahas lebih dalam mengenai biduran fisik yang sangat umum terjadi di masyarakat, sehingga masyarakat dapat mengetahui dan dapat menghindari faktor2 resikonya.

1.            Biduran Fisik

Seperti namanya, biduran fisik adalah biduran yang terjadi karena adanya rangsangan luar pada kulit, sehingga menyebabkan reaksi biduran pada umumnya. Biduran fisik dibagi menjadi 4 macam yaitu :

 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Biduran karena tekanan (Delayed Pressure Urticaria)

Tekanan urtikaria ditandai dengan munculnya ruam setelah adanya tekanan pada kulit.

·         Biduran dapat terjadi segera setelah rangsangan tekanan atau lebih umum lagi,muncul seteah 4-6 jam kulit diberi tekanan.

·         Ruam dapat terjadi oleh berbagai rangsangan termasuk berdiri, berjalan, memakai pakaian ketat atau duduk di permukaan yang keras.

·         Biduran karena tekanan terkadang dapat diperparah oleh suhu panas, mengkonsumsi aspirin atau pada saat menstruasi.

Biduran karena tekanan jarang terjadi. Ini adalah penyakit kronis dengan durasi rata-rata terjadi selama 9 tahun. Dan puncak onsetnya terjadi pada orang dengan rentang usia 20an dan 30an.

 

Biduran karena reaksi Cholinergic Biduran karena reaksi kolinergik adalah biduran yang umumnya disebabkan oleh keringat. Kadang-kadang disebut sebagai benjolan panas, karena ruamnya tampak sangat kecil (1-4mm) yang dikelilingi oleh ruam merah terang.

 

Biduran karena suhu dingin Biduran jenis ini jarang terjadi. Ruam berkembang setelah terkena air dingin, udara dingin, dan benda dingin.

 

Biduran Akibat Cahaya  Biduran akibat cahaya adalah kondisi di mana saat kulit terpapar radiasi ultraviolet atau UV, dapat menyebabkan ruam-ruam merah yang gatal dan menonjol yang dapat muncul pada area kulit yang tertutup dan area kulit yang tidak tertutup.

2.            Gejala yang Umum Terjadi pada Biduran

·         Beberapa bagian kulit yang berbekas merah atau putih (bercak) yang muncul biasanya pada bagian muka, dada, lengan atau kaki.

·         Bekas yang bervariasi dalam ukuran, perubahan bentuk, frekuensi muncul dan menghilang yang berangsur berulang kali merupakan reaksi gejala atau tanda dari biduran ini.

·         Gatal-gatal yang parah

·         Terjadi pembengkakan yang menyebabkan rasa sakit atau terbakar (angioedema), terutama pada daerah tenggorokan, sekitar mata, pipi, bibir, tangan, kaki dan alat kelamin.

·         Kecenderungan untuk tanda-tanda dan gejala yang parah dapat dipicu oleh terik panas matahari, olahraga dan stres.

·         Gejala kambuh seringkali tidak terduga untuk penyababnya, terkadang selama berbulan-bulan atau tahunan.

3.            Waspada Biduran

Selain menyebabkan gatal-gatal, biduran juga dapat berkembang dan menyebabkan gejala-gejala yang berat dan mungkin juga bisa menyebabkan atau berpotensi mengancam jiwa dan mencakup hal-hal sebagai berikut :

·         Pembengkakan bibir, lidah, atau laring

·         Tanda atau gejala sistemik seperti demam

·         Gejala kuning pada mata, pembesaran hati.

·         Pneumonia atau bronkospasme (asma.)

·         Adanya infeksi bakteri atau jamur pada ruam yang digaruk.

Walaupun jarang terjadi namun biduran bisa menjadi reaksi syok dan dalam hitungan menit dapat menyebabkan kematian, meskipun umumnya syok anafilaksis biasanya tidak diawali dengan biduran. Ada baiknya jika muncul reaksi-reaksi seperti di atas untuk segera mencari penanganan medis.

4.            Pengobatan Biduran

Pengobatan biduran difokuskan pada penanganan gejala dan biasanya tidak mencari dan mengobati penyebab yang mendasarinya. 

Yang menjadi tujuan utama pada penangan biduran adalah menghindari paparan lebih lanjut terhadap faktor-faktor yang menyebabkan biduran.Namun jika rasa gatal sudah muncul dan tidak tertahankan, pengobatan farmakologis dapat dipilih. Pilihan pengobatan farmakologis meliputi:

  • Antihistamin
  • Omalizumab
  • Glukokortikoid
  • Epinephrine (kontroversial pada urtikaria akut)
  • Methotrexate, colchicine, dapsone, indomethacin, dan hydroxychloroquine (untuk urticarial vasculitis) [9]

Pasien dengan gejala biduran yang kronis atau berulang harus dirujuk ke dokter kulit untuk evaluasi dan pengelolaan lebih lanjut.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit