Penjelasan Lengkap tentang Operasi Amandel (Tonsilektomi) yang Perlu Anda Ketahui

Apabila amandel Anda sudah memenuhi ciri-ciri yang harus dioperasi, maka dokter akan menganjurkan tindakan operasi. Berikut ini ciri-ciri kondisi amandel yang harus dioperasi:
Dipublish tanggal: Sep 3, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 4 menit

Operasi amandel (tonsilektomi) yaitu prosedur bedah yang dilakukan untuk mengangkat amandel yang disebabkan oleh peradangan amandel. Amandel adalah dua kelenjar kecil yang terdapat di belakang sisi kiri dan kanan uvula pada tenggorokan. 

Amandel berfungsi untuk melawan infeksi, tetapi amandel juga dapat mengalami infeksi dan mengakibatkan pembengkakan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Keluhan saat terjadi peradangan amandel biasanya seperti kesulitan menelan, amandel bengkak, dan demam. Terkadang infeksi amandel (tonsilitis) dapat sembuh dengan sendirinya atau cukup diobati dengan obat antibiotik. 

Namun jika infeksi tidak kunjung sembuh dan sering kambuh sebaiknya Anda segera konsultasi dengan dokter.

Kapan operasi amandel dilakukan?

Operasi amandel dilakukan dengan tujuan untuk mengobati tonsilitis atau keluhan mengenai amandel. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan pada kondisi amandel yang Anda miliki. Apabila amandel Anda sudah memenuhi ciri-ciri yang harus dioperasi, maka dokter akan menganjurkan tindakan operasi. 

Berikut ini ciri-ciri kondisi amandel yang harus dioperasi:

  • Mengalami radang amandel 3 kali atau lebih dalam satu tahun
  • Radang amandel disertai kejang dan demam
  • Radang amandel tidak kunjung sembuh walaupun sudah diobati dengan antibiotik
  • Terjadi pembengkakan amandel yang menyebabkan terganggunya saluran pernafasan, gangguan tidur, kesulitan menelan, dan komplikasi lainnya.
  • Terjadi infeksi bakteri pada amandel (muncul nanah di sekitar amandel dan pendarahan amandel yang sering kambuh.

Jika Anda mempunyai kondisi seperti anaemia, gangguan pembekuan darah, alergi obat bius, dan sedang mengalami infeksi sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter yang menangani Anda, karena Anda juga mempunyai risiko komplikasi.

Biaya operasi amandel biasanya berbeda-beda pada tiap rumah sakit. Di Indonesia, biaya operasi amandel kisarannya mulai dari Rp3.400.000.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Anestesi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 22

Prosedur operasi amandel

Operasi amandel biasanya berlangsung selama 30 menit. Sebelum tindakan operasi amandel dilakukan, pasien akan diberikan bius total (anestesi umum), sehingga pasien akan tertidur terlelap dan tidak merasakan rasa sakit saat operasi dilakukan. 

Saat bius sudah bekerja pada tubuh pasien, dokter akan membuka mulut pasien untuk mengangkat amandel. 

Berikut ini beberapa metode operasi amandel (tonsilektomi):

  • Cold steel surgery. Metode ini paling sering dilakukan dalam operasi pengangkatan amandel. Dokter akan menggunakan pisau bedah untuk mengangkat amandel.
  • Diathermy. Metode ini menggunakan energi panas yang diterapkan di area amandel pasien. Energi panas tersebut akan menghancurkan jaringan amandel dna menutup pembuluh darah untuk menghentikan pendarahan.
  • Coblation atau ablasi. Metode ablasi menggunakan energi dingin untuk mengatasi amandel. 
  • Laser. Metode laser menggunakan gelmbang energi tinggi untuk memotong amandel.

Persiapan sebelum melakukan operasi amandel

Sebelum Anda melakukan operasi amandel, sebaiknya Anda memperhatikan hal-hal berikut ini:

  • Beritahu dokter mengenai obat atau suplemen yang Anda konsumsi.
  • Hentikan penggunaan obat anti inflamasi seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen setidaknya 2 minggu sebelum operasi dilakukan. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir risiko pendarahan yang berlebihan.
  • Berpuasa setidaknya 6 jam atau mulai dari malam hari sebelum operasi amandel dilakukan. Hal ini bertujuan agar pasien tidak mual saat diberikan obat bius.
  • Gunakan pakaian yang longgar dan nyaman saat operasi.
  • Jika yang melakukan operasi amandel adalah anak-anak, orang tua bisa memberikan semangat dan menenangkan kecemasan anak sebelum operasi dilakukan. Anda bisa membawa mainan kesayangan anak guna memberikan rasa nyaman dan mengurangi rasa cemasnya.

Perawatan setelah melakukan operasi amandel

Ketika operasi amandel berhasil, biasanya pasien diperbolehkan untuk pulang di hari yang sama. Tetapi ada juga pasien yang harus menjalani rawat inap hingga kondisinya benar-benar pulih. Umumnya setelah operasi amandel pasien akan mengalami rasa sakit di tenggorokan, rahang, leher dan telinga. 

Untuk mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan, Anda bisa melakukan hal-hal berikut ini:

  • Mengkonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter
  • Istirahat kurang lebih selama 7 hari atau hingga kondisi Anda pulih
  • Minum air putih yang cukup
  • Memilih makanan dan minuman yang mudah ditelan, seperti puding, yogurt, susu, dan lainnya
  • Tidak melakukan aktivitas atau olahraga berat selama masa pemulihan operasi amandel.

Risiko operasi amandel

Umumnya operasi amandel aman, namun bukan berarti tindakan operasi ini tidak mempunyai resiko sama sekali. Risiko yang dapat muncul setelah melakukan operasi amandel adalah sebagai berikut:

  • Rasa sakit di tenggorokan. Risiko sakit tenggorokan adalah wajar bagi pasien yang baru saja melakukan operasi pengangkatan amandel. Biasanya rasa sakit timbul hingga 14 hari. Anda bisa mengkonsumsi obat pereda nyeri yang diresepkan oleh dokter untuk mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan.
  • Pendarahan. Sebenarnya perdarahan bisa dihentikan selama prosedur operasi, tapi bisa saja pendarahan muncul setelah beberapa jam atau beberapa hari setelah operasi dilakukan. Hal ini karena operasi amandel melibatkan pengangkatan jaringan sehingga juga berisiko menyebabkan pendarahan. 
  • Infeksi. Luka bekas operasi sangat mudah terkena infeksi jika tidak dirawat dengan benar. Biasanya dokter akan meresepkan obat antibiotik.
  • Kerusakan gigi dan rahang. Risiko ini dapat timbul akibat penggunaan alat-alat bedah selama operasi dilakukan. Pasien juga dapat mengalami rasa nyeri dna tidak nyaman pada rahang akibat posisi rahang yang terus terbuka selama operasi berjalan.
  • Perubahan suara. Pada beberapa kasus pasien dapat mendengkur saat tidur pada 2 minggu pertama setelah operasi. Selain itu, pengangkatan amandel yang berukuran besar dapat mengubah resonansi suara Anda.

17 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Gibber MJ. Tonsillectomy in adults. http://www.uptodate.com/home.
Paradise. Tonsillectomy and/or adenoidectomy in children: Indications and contraindications. http://www.uptodate.com/home.
Messner AH. Tonsillectomy and/or adenoidectomy in children: Preoperative and intraoperative care. http://www.uptodate.com/home.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app