Kondisi Gangguan Fungsi Kandung Kemih

Dipublish tanggal: Okt 28, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Nov 15, 2019 Waktu baca: 3 menit
Kondisi Gangguan Fungsi Kandung Kemih

Kandung kemih merupakan bagian sistem saluran kencing yang berada di dalam tubuh manusia yang mempunyai fungsi untuk menyimpan urine hingga dikeluarkan oleh tubuh. Akan tetapi fungsi urin dapat terganggu jika mengalami infeksi kandung kemih atau masalah kesehatan lainnya.

Pada kandung kemih terdapat pula ginjal dan organ lainnya yang termasuk dalam saluran ini, yaitu saluran uretra, yang berfungsi untuk mengalirkan urine dari ginjal ke kandung kemih. Selain itu, saluran ureter atau uretra juga mempunyai peran mengeluarkan urine dari dalam tubuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Urine merupakan hasil saringan dari limbah dan cairan yang berasal dari darah. Urine yang belum dikeluarkan dari dalam tubuh akan diproduksi oleh ginjal dan terkumpul di kandung kemih. Kandung kemih ini memiliki fungsi untuk menampung urine hasil produksi ginjal yang biasanya mampu menampung sekitar 400-600 mL.

Apa saja kondisi yang dapat mengganggu fungsi kandung kemih?

Terganggunya fungsi kandung kemih dapat disebabkan oleh masalah kesehatan dan juga faktor usia. Sebab semakin bertambahnya usia, dinding kandung kemih akan mengalami perubahan. 

Perubahan yang terjadi dapat berupa kakunya jaringan elastis pada kandung kemih, melemahnya beberapa bagian otot, dan berkurangnya tingkat fleksibilitas kandung kemih saat berkembang. Akibatnya, kemapuan kandung kemih dalam menahan urine menjadi tidak optimal dibandingkan sebelumnya.

Otot kandung kemih yang lemah biasanya akan menyebabkan kandung kemih dan vagina turun pada wanita. Hal ini dapat menekan dan membuat hambatan di saluran kemih. Sedangkan pada pria, saluran kemih menjadi terhalang oleh pembesaran kelenjar prostat. Selain karena hal tersebut, beberapa kondisi lainnya juga dapat mengganggu fungsi kandung kemih, di antaranya:

Batu kandung kemih

Terbentuknya batu dalam kandung kemih yang akan menghambat aliran urine sehingga dapat menyebabkan rasa sakit yang teramat sangat. Batu ginjal ini dapat terbentuk di dalam ginjal dan turun ke kandung kemih. Hal ini disebabkan karena orang tersebut suka menunda buang air kecil serta tidak tuntas dalam membuang air kecil.

Baca juga: Penyebab, Gejala, dan Diagnosis Batu Kandung Kemih

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Inkontinensia urine

Inkontinensia urine (IU) merupakan suatu kondisi di mana seseorang merasa sulit untuk menahan buang air kecil sehingga urin tidak terkontrol dan dapat menyebabkan buang air kecil tanpa sengaja (mengompol). Hal ini biasanya terjadi seiring bertambahnya usia serta beberapa kondisi yang dapat menjadi faktor penyebab, seperti peningkatan tekanan pada perut yang disebabkan oleh aktivitas olahraga, kondisi penyakit stroke, diabetes, ataupun kondisi yang menyebabkan seseorang menjadi sulit ke kamar mandi.

Retensi urine

Retensi urine adalah gangguan di mana urine tidak dapat keluar dari kandung kemih secara lancar sehingga kandung kemih sulit berada dalam keadaan kosong. Hal ini umumnya disebabkan oleh terhambat atau tertekannya aktivitas otot kandung kemih. Bisa juga disebabkan oleh adanya infeksi yang tidak hanya terjadi pada kandung kemih, tetapi juga di sekitar sumsum tulang belakang. Retensi urine ini dapat menyebabkan pembengkakan kandung kemih karena menahan terlalu banyak urine.

Overactive bladder (OAB)

Sebelum terjadinya inkontinensia urine, biasanya kandung kemih akan mengalami kondisi overactive bladder atau dikenal dengan kandung kemih overaktif terlebih dahulu. Penyebabnya diakibatkan oleh otot kandung kemih yang bekerja terlalu aktif sehingga menyebabkan kontraksi otot yang dapat memicu keluarnya urine. 

Cystitis

Cystitis merupakan suatu kondisi yang menggambarkan adanya infeksi atau peradangan yang terjadi pada kandung kemih. Biasanya kondisi ini akan menyebabkan rasa sakit, perasaan tidak nyaman saat buang air kecil atau bahkan menyebabkan intensitas buang air kecil menjadi lebih sering. Sistitis paling sering disebabkan oleh adanya infeksi bakteri sehingga disebut juga sebagai infeksi kandung kemih.

Baca juga: Infeksi Saluran Kemih: Penyebab, Gejala, dan Obat

Jika Anda merasakan beberapa gejala yang tidak nyaman terutama ketika buang air kecil, segera periksakan kondisi ini pada dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Dokter akan menelusuri riwayat kesehatan dan mulai melakukan pemeriksaan fisik pada Anda. Saat pemeriksaan fisik dimulai, dokter akan memasukkan tabung yang berisi kamera dalam saluran kemih untuk melihat kondisinya.

Perawatan yang dilakukan untuk mengatasi gangguan kandung kemih bervariasi, seperti pengobatan latihan kegel, pemasangan kateter, hingga tindakan operasi. Anda sebaiknya menghubungi dokter jika merasa sulit mengendalikan buang air kecil. Selain itu, Anda juga harus mewaspadai beberapa keluhan saat buang air kecil seperti warna urine berubah menjadi gelap, kencing berdarah, nyeri punggung, dan juga demam.

32 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Diagnosing and treating interstitial cystitis. Harvard Health. (https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/diagnosing-and-treating-interstitial-cystitis)
Functional urological disorders: a sensitized defence response in the bladder–gut–brain axis. Nature. (https://www.nature.com/articles/nrurol.2016.227)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app