Nyeri Saat Buang Air Kecil - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 645.688 orang

Nyeri saat buang air kecil atau disuriagt;dapat terjadi pada beberapa orang akibat berbagai macam faktor. Penyebab utama disebabkan oleh adanya infeksi pada saluran kemih atau ISK.

ISK merupakan penyakit yang sering muncul terutama pada saluran kemih baik atas ataupun bawah. Gejala nyeri saat buang air kecil merupakan keluhan yang dicurigai pemicu ISK. Tidak hanya itu, banyak penyebab lain yang dapat menyebabkan Disuria.

Gejala yang dirasakan adalah nyeri seperti terbakar di ujung kemaluan tempat keluarnya air kencing. Gejala tambahan dapat disertai gatal-gatal. Pada kasus infeksi saluran kemih, akan terdapat keluarnya nanah dari saluran kencing.

Bila rasa nyeri saat kencing akibat adanya infeksi menular seksual, maka akan muncul bintil-bintil kemerahan disertai nyeri kemaluan.

Saluran kemih merupakan jalur utama yang berfungsi sebagai pembuangan air seni dari sisa-sisa kompresi nutrisi cairan dan racun-racun dari dalam tubuh. Cairan yang telah diolah di ginjal akan turun melalui Ureter, Prostat, dan lanjut hingga ke Uretra lalu dikeluarkan Banyak faktor yang menyebabkan nyeri saat buang air kecil. Yang paling utama dari semua itu antara lain Infeksi dan Obstruksi.

Infeksi

Pada nyeri akibat infeksi, mikroorganisme utama yang menimbulkan masalah ini adalah akibat dari bakteri gram negatif seperti Escheria Coli. Bakteri ini paling sering menyebabkan infeksi sehingga timbul gejala nyeri pinggang bawah hingga sakit saat buang air kecil.

Keperahan gejala tergantung lokasi organ yang terkena infeksi. Salah satu kondisi Infeksi saluran kemih yang menyebabkan sakit saat buang air kecil adalah Sistitis dan Uretritis.

Uretritis adalah peradangan pada saluran kemih tempat keluarnya air kencing atau Uretra. . Peradangan pada salura ini menimbulkan rasa sakit terutama saat buang air kecil.

Kondisi ini disebabkan sebagian besar oleh infeksi menular seksual. Aktivitas seksual yang tidak sehat menjadi pemicu terjadinya kondisi ini. Bakteri dan virus yang berpengaruh seperti Gonorea, Herpes, dan Klamidiae memungkinkan adanya kencing berdarah hingga kencing nanah.

Selain itu pada Sistitis akan menimbulkan gejala kencing yang sakit, sulit menahan kencing, dan sering kencing pada malam hari. Kondisi ini terjadi apabila  infeksi saluran kemih telah terjadi 3 kali dalam 1 tahun terakhir atau 2 kali dalam 6 bulan terakhir.

Faktor resiko penyakit infeksi saluran kemih semakin meningkat terutama pada wanita, lanjut usia, diabetes, pembesaran prostat (BPH), kehamilan, dan pemasangan kateter urin terlalu lama.

Obstruksi

Selain adanya infeksi yang memicu gejala nyeri, gangguan obstruksi pada saluran kemih juga dapat menyebabkan nyeri saat buang air kecil. Kasus yang paling sering terjadi adalah akibat batu pada saluran kemih. Batu saluran kemih dapat terjadi mulai dari ginjal, Ureter hingga Uretra. 

Batu saluran kemih terdiri dari tumpukan kalsium yang terbentuk dari makanan yang dikonsumsi ditambah produksi kalsium dari liver. Penumpukan kalsium oksalat yang terlalu banyak dapat menyebabkan sumbatan pada jalur urinari pada saluran kemih.

Selain batu kalsium, trdapat juga batu struvit yang muncul akibat infeksi pada saluran kemih  dan asam urat (Uric Acid) yang muncul akibat kurang hidrasi pada seseorang.

Makanan dengan protein tinggi juga dapat memicu asam urat meningkat dan menimbulkan penyakit Gout.

Faktor penyebab nyeri saat baung air kecil akibat dari batu adalah karena besarnya batu yang menghambat aliran urin yang keluar menuju Uretra. Nyeri dapat datang tiba-tiba yang menandakan adanya obstruksi disertai nyeri yang hilang timbul.

Penanganan

Untuk memastikan sebauah diagnosa akibat nyeri saat buang air kecil, dokter mengandalkan beberapa pemeriksaan mulai dari laboratorium ( urin lengkap, darah lengkap) ditambah dengan pencitraan berupa USG atau CT-scan. JIka sudah memastikan penyebab dari gejala tersebut barulah dokter memberikan penanganan yang tepat untuk mengurangi gejala.

Nyeri yang diakibatkan oleh infeksi perlu ditangani dengan antibiotik oral ataupun injeksi. Kondisi penyakit yang lebih kronis terkadang butuh rawat inap untuk menghasilkan pengobatan lebih maksimal.

Pada nyeri akibat obstruksi batu dapat dilakukan operasi laser yang terdiri dari PCNL (Precutaneous Nephrolithotomy) dan ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy).

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit