Metode Kontrasepsi yang Aman bagi Ibu Menyusui

Dipublish tanggal: Jun 21, 2019 Update terakhir: Mei 27, 2021 Tinjau pada Sep 5, 2019 Waktu baca: 3 menit
Metode Kontrasepsi yang Aman bagi Ibu Menyusui

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Metode kontrasepsi yang dipilih oleh ibu menyusui haruslah aman dan jauh dari risiko masalah kesehatan, baik pada ibu maupun bayi
  • Ada 3 metode kontrasepsi yang cukup aman bagi ibu menyusui, yaitu Metode Amenore Laktasi (MAL), suntik KB progestin, dan penggunaan kondom
  • Pilihan metode kontrasepsi seperti pil KB maupun suntik kombinasi tidak disarankan bagi ibu menyusui karena dapat mengganggu produksi ASI
  • Metode Amenore Laktasi atau MAL dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi merupakan salah satu metode kontrasepsi yang aman bagi ibu menyusui
  • Klik untuk membeli alat kontrasepsi & hormon ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD

Setelah melahirkan, wanita memiliki waktu untuk dapat memasuki masa subur kembali. Dengan kata lain, wanita membutuhkan waktu dan jarak yang sehat supaya dapat hamil, paling tidak dua tahun setelah melahirkan anak sebelumnya. 

Sebab, apabila Anda tidak menjaga jarak kehamilan dalam waktu kurang dua tahun, ada kemungkinan terdapat masalah kesehatan, baik pada bayi maupun ibu itu sendiri. Lalu, bagaimana cara memastikan bahwa tidak ada pembuahan selama waktu dua tahun pasca melahirkan tersebut?

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

KBPP atau KB Pasca Persalinan merupakan pilihan metode kontrasepsi yang disarankan bagi ibu setelah melahirkan sampai waktu 42 hari pasca persalinan. Tujuannya, tidak lain untuk mengatur waktu atau jarak kelahiran anak, serta meningkatkan kesejahteraan, kesehatan, hingga harapan hidup bagi si anak maupun ibu.

Pada umumnya, hampir setiap metode kontrasepsi dapat digunakan untuk sebagai bentuk pencegahan kehamilan pasca melahirkan, seperti MAL, KB, IUD atau KB spiral, kontrasepsi progestin, KB Implan, kondom, hingga sterilisasi.

Baca juga: 10 Jenis Alat Kontrasepsi Paling Populer di Indonesia

Namun, untuk pil KB maupun suntik kombinasi tidak disarankan bagi ibu menyusui karena dapat mengganggu produksi ASI. Oleh karena itu, sebelum memilih KB yang tepat, sebaiknya perhatikan dulu metode kontrasepsi yang aman bagi ibu menyusui berikut ini.

Metode kontrasepsi yang aman bagi ibu menyusui

MAL atau metode amenore laktasi

Salah satu metode kontrasepsi yang aman bagi ibu menyusui adalah dengan mengandalkan ASI secara eksklusif pada bayi. Dibandingkan dengan metode lainnya, MAL sangat efektif dan aman serta tidak memerlukan biaya karena termasuk alat kontrasepsi alami. Namun, MAL hanya efektif selama 6 bulan pertama pasca melahirkan.

Yang perlu diperhatikan, ada 3 syarat MAL (Metode Amenore Laktasi) yang bisa dipenuhi supaya pembuahan dapat dicegah, yaitu pemberian ASI secara eksklusif (minimal 8 kali sehari dengan jarak 4 jam), usia bayi kurang dari 6 bulan, dan ibu belum mengalami menstruasi pasca melahirkan). 

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Keuntungan dari Metode Amenore Laktasi (MAL) ini mampu meningkatkan pemberian ASI dan mempererat ikatan antara ibu dengan anak. Selain itu, pemberian manfaat ASI secara eksklusif ini juga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi karena gizi yang terkandung di dalamnya.

Suntik KB progestin

Rekomendasi kontrasepsi selanjutnya yang aman bagi ibu menyusui adalah suntik KB yang mengandung hormon progestin. Tenang saja, pemberian suntikan ini tidak mengganggu produksi ASI sehingga aman pula bagi bayi. Ketahuilah, ada dua jenis suntikan progestin yaitu depo medroksiprogesteron dan depo noretisteron enanatat.

Setiap jenis suntikan tersebut diberikan pada waktu yang berbeda di mana ada keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan metode suntik KB ini, yaitu mampu mencegah kehamilan dalam jangka panjang, melindungi dari risiko kanker endometrium serta penyakit payudara.

Namun, ada pula efek samping suntik KB yang perlu dapat terjadi seperti peningkatan berat badan dan kesuburan yang kembali secara lambat. Paling tidak, Anda akan memperoleh kesuburan lagi setelah berhenti dari pemakaian sekitar 4 bulan. Suntik KB progestin juga tidak disarankan bagi wanita yang menderita penyakit kanker payudara.

Nah, bagi ibu menyusui, metode suntik KB ini dapat diterapkan setelah 6 minggu usai melahirkan. Sedangkan bagi ibu yang tidak menyusui dapat menggunakan metode ini segera setelah persalinan.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Tentang ASI Ekslusif

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Kondom

Alat kontrasepsi yang terbilang aman lainnya dan bertujuan untuk mencegah terjadinya kehamilan pasca melahirkan adalah kondom. Kondom memang merupakan salah satu alat kontrasepsi yang digunakan oleh pria untuk melapisi penis hingga sperma tidak tersalurkan ke dalam organ reproduksi wanita. 

Menurut penelitian, pemakaian kondom ini juga aman karena dapat mencegah terjadinya penularan penyakit menular seksual seperti AIDS. Namun, metode ini dinilai kurang efektif dibandingkan metode kontrasepsi lainnya. Artinya, persentase kehamilan masih dapat terjadi.

Baca juga: Cara Benar dan Aman Menggunakan Kondom

Metode kontrasepsi di atas seperti Metode Amenore Laktasi (MAL), suntik KB progestin, dan penggunaan kondom hanya bersifat sementara bagi ibu menyusui. Namun, bagi Anda yang ingin menggunakan metode kontrasepsi permanen, Anda dapat menerapkan sterilisasi yang tentunya berdasarkan rekomendasi dari dokter. Pertimbangkan berbagai hal sebelum memilih alat kontrasepsi setelah melahirkan dan selama menyusui supaya tidak berisiko baik bagi kesehatan ibu maupun bayi.

30 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Sridhar, A. (2014, January 13). While you’re in there: Birth control right after having a baby (https://www.bedsider.org/features/316-while-you-re-in-there-birth-control-for-right-after-having-a-baby)
Progestin-only emergency contraceptive pills (“Morning after pills). (2017, January 24.) Retrieved from (http://ec.princeton.edu/info/ecminip.html)
Paragard. (2016) (http://paragard.com)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app