Metoclopramide: Obat Untuk Mengobati Pencernaan

Update terakhir: Mar 27, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 547.820 orang

Metoclopramide meningkatkan kontraksi otot pada saluran pencernaan bagian atas. Hal ini meningkatkan laju pengosongan perut menuju ke usus. Metoclopramide obat minum digunakan selama 4 hingga 12 minggu untuk mengobati heartburn yang disebabkan gastroesofageal reflux pada orang-orang yang sudah menggunakan obat lain tetapi tidak membuahkan hasil. 

Metoclopramide oral juga digunakan untuk mengobati gastroparesis (pengosongan perut yang lambat) pada orang-orang yang mengidap diabetes, yang dapat menyebabkan heartburn dan rasa tidak nyaman di perut setelah makan. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Obat injeksi metoclopramide juga digunakan untuk mengobati gastroparesis diabetik yang parah. Injeksi juga berguna untuk mencegah rasa mual dan muntah-muntah yang disebabkan kemoterapi atau operasi, atau untuk memberi pertolongan medis pada prosedur pengobatan tertentu termasuk perut dan usus.

Mengenai Metoclopramide

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Sirup, tablet, suntik

Kandungan:

Antiemetik, Prokinetik

Manfaat Metoclopramide

Metoclopramide merupakan obat yang digunakan untuk meredakan rasa mual dan muntah yang disebabkan oleh efek samping kemoterapi atau radioterapi.

Selain itu, metoclopramide juga digunakan untuk mengobati gastroesophageal reflux disease (GERD) yang terjadi saat asam lambung mengalir ke atas menuju ke perut. Hal ini menyebabkan heartburn. Selain itu, gastroesophageal reflux disease juga mengganggu esofagus (tabung yang menghubungkan mulut Anda ke perut Anda). 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Metoclopramide juga digunakan untuk mengobati heartburn dan mengobati radang pada esofagus setelah pengobatan lain terbukti tidak efektif. Metoclopramide juga mengobati gastroparesis diabetik, dimana gejalanya dapat berupa mual-mual, muntah-muntah, heartburn, kehilangan nafsu makan, dan merasa kenyang setelah makan.

Dosis Metoclopramide

Berikut adalah dosis metoclopramide berdasarkan kondisi penyakit:

  • Mual dan muntah setelah kemoterapi (tablet): 10 mg, hingga 3 kali sehari, maksimal selama 5 hari.
  • Mual dan muntah setelah kemoterapi (suntik): Dosis awal 2 mg/kgBB, 15-30 menit sebelum kemoterapi.
  • GERD: 10-15 mg, 4 kali sehari, maksimal 12 minggu.
  • Gastroparesis diabetik (tablet): 10 mg, 4 kali sehari, selama 4-8 minggu.

Kontraindikasi

Metoclopramide tidak boleh digunakan pada saat apapun stimulasi motilitas gastrointestinal mungkin bersifat berbahaya seperti terjadinya hemoragi gastroinstestinal, kerusakan mekanik, atau perforasi. Metoclopramide merupakan kontraindikasi untuk pasien yang mengidap pheochromocytoma karena metoclopramide dapat menyebabkan krisis hipertensif, yang mungkin disebabkan pelepasan katekolamines dari tumor. 

Hipertensif seperti itu harus dikontrol dengan phentolamine. Metoclopramide merupakan kontraindikasi pada pasien yang mengalami sensitivitas atau intoleran terhadap obat. Metoclopramide tidak boleh digunakan pada pasien epileptik atau pasien yang sedang menggunakan obat lain yang mungkin dapat menyebabkan reaksi ekstrapiramidal, karena frekuensi dan keparahan kejang-kejang atau reaksi ekstrapiramidal mungkin meningkat.

Efek Samping Metoclopramide

Segera dapatkan bantuan medis apabila Anda mengalami reaksi alergi terhadap metoclopramide: kesulitan bernafas, ruam, pembengkakan pada wajah, lidah, bibir atau tenggorokan. Hentikan penggunaan metoclopramide dan hubungi dokter segera apabila terdapat tanda gangguan pergerakan serius, yang mungkin terjadi pada pemakaian dua hari pertama:

  • Tremor atau gemetar pada tangan dan kaki Anda
  • Pergerakan otot wajah yang tidak dapat dikontrol (mengunyah, menggigit bibir, menyeringai, pergerakan lidah, berkedip atau pergerakan mata lainnya) atau
  • Pergerakan otot yang baru atau tidak biasa dan Anda tidak bisa mengontrol.

Hubungi dokter segera apabila Anda mengalami 

  • Kejang-kejang
  • Rasa cemas, tertekan, perasaan yang tegang, kesulitan untuk tidak bergerak, kesulitan tidur
  • Kebingungan, depresi, keinginan untuk bunuh diri atau menyakiti diri sendiri
  • Pergerakan otot yang lambat atau otot kaku, kesulitan menyeimbangkan diri atau kesulitan berjalan
  • Ginekomastia
  • Galaktorea atau keluarnya ASI 
  • Pembengkakan, merasa nafas pendek, peningkatan berat badan yang cepat atau
  • Reaksi sistem saraf yang parah: otot yang sangat kaku, demam tinggi, berkeringat dingin, kebingungan, denyut jantung cepat atau tidak teratur, gemetar, merasa Anda akan pingsan.

Efek samping metoclopramide antara lain:

  • Merasa kelelahan
  • Merasa mengantuk dan lelah
  • Kekurangan energi
  • Sakit kepala, kebingungan atau
  • Gelisah
  • Mual
  • Masalah tidur (insomnia)

Daftar tersebut bukan merupakan daftar yang lengkap, efek samping lain mungkin dapat terjadi. Hubungi dokter untuk mendapatkan saran medis mengenai efek samping. 

Interaksi Metoclopramide

Obat metoclopramide dapat berinteraksi dengan obat-obatan lainnya, termasuk:

  • Dapat memperpanjang efek pelemas otot pada obat mivacurium dan suxamethonium.
  • Penggunaan metoclopramide bersama obat antipsikotik bisa menguatkan efek tardive dyskinesia.
  • Bila dikonsumsi dengan obat antidepresan golongan SSRI dapat meningkatkan risiko sindrom serotonin.
  • Dapat menurunkan efektivitas digoxin.
  • Dapat meningkatkan efek samping dari obat ciclosporin

Peringatan

Pada sebuah studi pada pasien hipertensif, metoclopramide yang diberikan melalui suntikam, memperlihatkan terjadinya pelepasan catecholamines. Maka dari itu, penggunaan metoclopramide harus berhati-hati. Karena metoclopramide menghasilkan peningkatan transien pada plasma aldosterone. 

Pada pasien tertentu, terutama pada pasien yang mengalami sirosis atau gagal jantung kongestif, mungkin dalam risiko mengalami penumpukan cairan dan volume yang melebihi batas. Jika efek samping terjadi pada saat penggunaan terapi metoclopramide, penggunaan metoclopramide harus dihentikan. 

Reaksi berbahaya, terutama yang berhubungan dengan sistem saraf, mungkin terjadi setelah berhenti menggunakan metoclopramide. Beberapa pasien (jumlahnya tidak banyak) mengalami sindrom penolakan akibat penggunaan metoclopramide yang dapat menyebabkan pusing, rasa tegang dan / atau sakit kepala.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp