Menopause - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Dipublish tanggal: Apr 27, 2019 Update terakhir: Jan 21, 2020 Waktu baca: 4 menit

Menopause terjadi ketika seorang wanita tidak mengalami menstruasi dalam 12 bulan berturut-turut dan tidak dapat hamil lagi. Menopause biasanya dimulai antara usia 45 dan 55, tahun tetapi dapat muncul sebelum atau setelah rentang usia tersebut.

Menopause dapat menimbulkan gejala-gejala yang tidak nyaman, seperti hot flashes dan kenaikan berat badan. Bagi kebanyakan wanita, pengobatan medis biasanya tidak diperlukan untuk menangani menopause.

Sebelum seorang wanita mengalami menopause biasanya mereka akan melewati masa perimenopause. Selama perimenopause, siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Haid mungkin terlambat. Sedangkan Postmenopause mengacu pada tahun-tahun setelah menopause telah terjadi.

Penyebab Menopause

Menopause adalah suatu proses alami yang terjadi seiring usia ovarium dan berkurangnya produksi hormon reproduksi.

Tubuh akan mulai mengalami beberapa perubahan dalam menanggapi level hormon yang rendah, hormon -hormon tersebut termasuk:

  • Estrogen
  • Progesteron
  • Testosteron
  • Follicle-stimulating hormone (FSH)
  • Luteinizing hormone (LH)

Salah satu perubahan yang paling menonjol adalah hilangnya folikel ovarium yang aktif. Folikel ovarium adalah struktur yang menghasilkan dan melepaskan telur dari dinding ovarium, dan memungkinkan terjadinya siklus menstruasi dan kesuburan.

Kebanyakan wanita pertama-tama akan mengalami frekuensi menstruasi yang tidak teratur. Kondisi tersebut biasanya terjadi pada saat di pertengahan hingga akhir usia 40 tahunan.

Dalam beberapa kasus, terjadinya menopause dapat diinduksi, atau disebabkan oleh cedera atau operasi pengangkatan ovarium dan berkaitan dengan struktur panggul.

Penyebab umum dari menopause yang diinduksi meliputi:

  • ooforektomi bilateral, atau pengangkatan ovarium secara bedah
  • ablasi ovarium, atau penutupan fungsi ovarium, yang dapat dilakukan dengan terapi hormon, pembedahan, atau teknik radioterapi pada wanita dengan tumor reseptor estrogen positif
  • radiasi panggul
  • cedera panggul yang sangat parah atau menghancurkan ovarium

Tanda dan gejala Menopause

Pengalaman menopause setiap wanita akan unik dan berbeda-beda. Gejala menopause biasanya lebih parah ketika menopause terjadi secara tiba-tiba atau dalam periode waktu yang lebih singkat.

Kondisi yang mempengaruhi kesehatan ovarium, seperti kanker atau histerektomi, atau pola gaya hidup tertentu, seperti merokok, cenderung dapat meningkatkan keparahan dan lamanya gejala. 

Selain perubahan pada siklus menstruasi, gejala perimenopause, menopause, dan postmenopause umumnya sama. Tanda-tanda awal perimenopause yang paling sering adalah:

  • menstruasi yang jarang
  • periode menstruasi yang lebih berat atau lebih ringan dari biasanya
  • gejala vasomotor, termasuk hot flashes, keringat malam, dan kemerahan

Diperkirakan 75 persen wanita mengalami hot flashes saat masa menopause. Gejala umum menopause lainnya termasuk:

  • Insomnia
  • Vagina kering
  • Kenaikan berat badan
  • Depresi
  • Gelisah
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Gangguan memori
  • Berkurangnya libido, atau dorongan seksual
  • Kulit, mulut, dan mata yang kering
  • Peningkatan waktu buang air kecil
  • Nyeri payudara
  • Sakit kepala
  • Jantung berdebar kencang
  • Infeksi saluran kemih (ISK)
  • Massa otot berkurang
  • Sendi yang nyeri atau kaku
  • Massa tulang berkurang
  • Penipisan atau kerontokan rambut
  • Peningkatan pertumbuhan rambut pada area lain dari tubuh, seperti wajah, leher, dada, dan punggung atas

Cara mencegah terjadinya Menopause

Menopause bukanlah suatu kondisi yang dapat dicegah karena semua wanita akan mengalaminya. Anda hanya bisa menangani gejala-gejala menopause dengan melakukan beberapa pengobatan, seperti terapi hormon, jika gejalanya parah atau mempengaruhi kualitas hidup. 

Umumnya, gejala menopause dapat dikelola atau dikurangi dengan melakukan pola gaya hidup sehat. Perubahan pola gaya hidup dapat meliputi:

  • Olahraga secara teratur
  • Menjaga berat badan yang ideal
  • Mengkonsumsi suplemen makanan
  • Berhenti merokok dan minum alkohol
  • Tidur dan istirahat yang cukup
  • Berlatih teknik relaksasi dan pernapasan (yoga, meditasi, dll)

Cara mengobati Menopause

Diagnosa

Sebaiknya bicarakan dengan dokter jika Anda mengalami gejala menopause yang mengganggu aktivitas, atau Anda mengalami gejala menopause dan berusia 45 tahun atau lebih muda.

Pemeriksaan darah terbaru yang dikenal sebagai tes diagnostik PicoAMH Elisa. Tes ini digunakan untuk membantu menentukan apakah seorang wanita telah memasuki masa menopause atau mendekati memasuki masa menopause. 

Tes diagnostik PicoAMH Elisa mungkin bermanfaat bagi wanita yang menunjukkan gejala perimenopause. Menopause dini selalu dikaitkan dengan risiko osteoporosis, penyakit jantung, perubahan kognitif, perubahan vagina dan hilangnya libido, dan perubahan suasana hati.

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan darah yang akan mengukur tingkat hormon tertentu dalam darah, biasanya disebut estradiol. Kadar FSH darah yang meningkat secara konsisten sebesar 30 mIU / mL atau lebih tinggi, dikombinasikan dengan kurangnya siklus menstruasi selama satu tahun berturut-turut, biasanya dapat menegaskan terjadinya menopause.

Tergantung pada gejala dan riwayat kesehatan, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan darah tambahan untuk membantu mengesampingkan kondisi mendasar lainnya.

Pemeriksaan darah tambahan yang biasa digunakan untuk membantu memastikan menopause meliputi:

  • tes fungsi tiroid
  • profil lipid darah
  • tes fungsi hati
  • tes fungsi ginjal
  • testosteron, progesteron, prolaktin, estradiol, dan chorionic gonadotropin (hCG) tes

Pengobatan

Seorang wanita mungkin perlu melakukan pengobatan jika gejalanya parah atau mempengaruhi kualitas hidupnya. Terapi hormon dapat menjadi pengobatan yang efektif pada wanita di bawah usia 60 tahun, atau dalam 10 tahun setelah menopause, untuk mengurangi atau mengatasi beberapa kondisi seperti:

Obat lain dapat juga digunakan untuk mengobati gejala menopause yang lebih spesifik, seperti rambut rontok dan vagina yang kering.

Obat tambahan yang kadang digunakan untuk gejala menopause meliputi:

  • minoxidil topical 5 persen, digunakan sekali sehari untuk penipisan dan kerontokan rambut
  • shampoo anti ketombe, biasanya ketoconazole 2 % dan zinc pyrithione 1 %, digunakan untuk rambut rontok
  • eflornithine hydrochloride topical cream untuk pertumbuhan rambut yang tidak diinginkan
  • selective serotonin reuptake inhibitor (SSRIs), biasanya paroxetine 7,5 milligram untuk hot flashes, kecemasan, dan depresi
  • pelembab dan pelumas vagina non-hormonal
  • pelumas vagina berbasis estrogen dosis rendah dalam bentuk krim, atau tablet
  • ospemifene untuk vagina yang kering dan nyeri saat berhubungan seksual
  • antibiotik profilaksis untuk ISK berulang
  • obat tidur untuk insomnia
  • denosumab, teriparatide, raloxifene, atau calcitonin untuk osteoporosis postmenstrual

19 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
NHS Choices (2018). Health A-Z. Menopause (https://www.nhs.uk/conditions/menopause/)
The America College of Obstetrician and Gynecologists (2018). The Menopause Years (https://m.acog.org/Patients/FAQs/The-Menopause-Years)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app