Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Olahraga dan Kebugaran

Mengulas Terjadinya Obesitas Sarcopenia dan Cara Mengatasinya

Update terakhir: NOV 13, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 711.403 orang

Apakah yang Anda bayangkan ketika mendengar kata otot? Pasti benak Anda akan langsung terbayang seorang binaragawan yang memiliki tubuh besar serta berotot seperti Ade Rai. Atau, bisa juga menggambarkannya menyerupai bentuk sixpack yang banyak dianggap keren oleh sebagian kalangan. 

Padahal, baik manusia bertubuh besar maupun kecil pasti dikaruniai otot. Salah satunya otot skeletal yang berguna untuk membantu seseorang mendapatkan energi ketika beraktivitas atau bergerak.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Ada beragam fungsi otot selain yang telah disebutkan di atas yaitu membantu mempertahankan berat ideal tubuh, sumber asam amino untuk mempertahankan sistem imun, serta menjadi organ kelenjar endokrin. Pentingnya peran otot bagi tubuh, maka harus dijaga massa ototnya. 

Ketika massa otot dalam tubuh berada dalam bawah massa normal, maka pengaruhnya bisa buruk bagi kesehatan.

Menurut Dr. Alan Hayes, seorang pakar fisiologi otot, berpendapat bahwa otot skeletal merupakan organ vital bagi kesehatan tubuh seseorang dalam jangka panjang. Ketika massa otot ini berkurang secara bertahap, maka disebut sarcopenia. 

Sebenarnya, pengurangan massa otot bisa diakibatkan oleh bertambahnya usia. Dalam prosesnya, sarcopenia ini dapat berkontribusi pada munculnya berbagai penyakit serius seperti kanker, obesitas, gagal jantung, dan diabetes

Masih lanjut dari pendapat Alan, seseorang baru akan menyadari efek dari sarcopenia pada usia 70an.

Bagaimana Sarcopenia tidak disadari oleh setiap orang?

Hal ini dikarenakan sarcopenia ini tidak bisa dideteksi hanya dengan melihat gejala-gejala fisiknya. Penyakit ini, baru bisa diketahui setelah seseorang melalui CAT-Scan. Pada CAT-Scan, paha dua orang berbeda, bisa saja ukuran ototnya sama. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Namun, ketika usia dua orang tersebut lanjut, jumlah ototnya cenderung berkurang atau mengalami sarcopenia. Nah, meski ukurannya tetap sama ketika masih bugar atau jumlah massa otot normal, bisa diakibatkan oleh massa lemak yang bertambah.

Seorang penderita sarcopenia ini bisa disadari dari gejala yang ditunjukkan seperti mengeluh karena tidak mampu melakukan aktivitas yang sebelumnya bisa ia kerjakan sendiri. 

Dari pernyataan ini, maka dapat dikatakan bahwa pengurangan  massa otot berbanding lurus dengan pengurangan kekuatan otot untuk beraktivitas.

Secara bertahap, ketika aktivitas seseorang sarcopenia berkurang, penderita bisa mengalami penimbunan lemak yang pada akhirnya bisa mengakibatkan obesitas. Pada keadaan ini, tubuh seseorang bisa mengalami kekurangan malnutrisi dan peran asam amino yang tidak berfungsi normal

Padahal, fungsi asam amino dalam tubuh ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan otot dan pembentukan protein. Ketika asupannya berkurang, maka organ tubuh akan beradaptasi dan mencuri protein dari otot. Akibatnya, dampak sarcopenia akan semakin buruk.

Cara mengatasi Obesitas Sarcopenia

Seiring bertambahnya usia, baik penderita sarcopenia maupun obesitas akan sering terjadi bagi setiap orang. Namun, akan lebih baik jika kedua hal tersebut dicegah sebelum mengakibatkan komplikasi. Berikut ini adalah upaya mengatasi obesitas sarcopenia yang dapat Anda lakukan.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • Menurunkan berat badan

Upaya utama mengatasi obesitas sarcopenia adalah dengan berusaha menurunkan berat badan. Apabila upaya ini bisa dilakukan sekitar 20% maka sudah membantu mengurangi beban tulang menahan lemak hingga resistensi insulin.

  • Beraktivitas fisik

Orang dewasa perlu melakukan aktivitas fisik demi mempertahankan massa otot. Tingkat aktivitas fisik ini mampu memperkuat otot dan mencegah obesitas.

  • Perbaikan pola makan

Ketika usia sudah lanjut usia, seseorang kehilangan massa otot dan perubahan pola makan akibatnya asam amino esensial dalam tubuh berkurang. Untuk itu, peningkatan asupan protein diperlukan paling tidak 25 hingga 30 protein dalam sekali makan. Disamping itu, diet karbohidrat juga diperlukan bagi lansia.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini
sarcopenia adalah