Mengapa Perut Bisa Berbunyi?

Dipublish tanggal: Sep 6, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit

Apakah perut Anda pernah berbunyi ketika lapar? Ketika Anda lapar, maka gas dapat masuk ke dalam usus dan menyebabkan perut berbunyi. Istilah medis untuk perut bunyi saat lapar adalah borborygmi. 

Selain saat lapar, perut juga berbunyi ketika makanan sedang dicerna di saluran pencernaan, usus mengandung gas, dan beberapa kondisi lainnya. Ingin tahu penyebab perut berbunyi lainnya? Yuk disimak informasi lengkapnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Penyebab Perut Berbunyi 

Lapar

Seperti yang sudah Anda ketahui sebelumnya, perut Anda berbunyi ketika Anda lapar. Atau sering disebut dengan perut keroncongan. Ketika lapar, terdapat senyawa di dalam otak sedang mengaktifkan rasa ingin makan. 

Senyawa tersebut kemudian mengirimkan sinyal komunikasi ke usus dan lambung supaya berkontraksi. Kontraksi itulah penyebab perut Anda bisa berbunyi ketika lapar. 

Selain karena kontraksi usus dan lambung, perut berbunyi juga bisa menjadi pertanda bahwa kadar gula darah Anda rendah. Apabila kadar gula darah rendah, itulah pertanda bahwa Anda harus segera makan. 

Usus mengandung gas

Selain karena lapar, perut bunyi juga bisa terjadi karena usus mengandung gas secara berlebihan. Usus bisa mengandung gas berlebih ketika Anda makan terlalu cepat, minum saat olahraga, ataupun karena berbicara saat makan. 

Makanan sedang dicerna

Pada saat proses pencernaan makanan, perut juga bisa berbunyi akibat pergerakan makanan, cairan, dan udara di dalam saluran pencernaan. Pada saat makanan dicerna, dinding saluran pencernaan akan berkontraksi untuk mengalirkan makanan hingga ke usus besar dan anus

Kontraksi dinding saluran pencernaan bisa menyebabkan perut berbunyi pula. Perut berbunyi akibat pencernaan makanan biasanya beberapa jam setelah makan atau pada saat akan tidur. 

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Kondisi medis tertentu

Selain perut bunyi akibat sesuatu yang normal seperti proses pencernaan, perut juga bisa berbunyi lebih sering dan lebih keras akibat kondisi medis tertentu, seperti: penyakit Crohn, radang usus akibat infeksi, diare, kolitis ulserativa (radang pada rektum dan usus besar), alergi makanan tertentu, pendarahan di saluran pencernaan, dan obat pencahar.

Namun, apabila perut tidak berbunyi sama sekali atau berkurang bunyinya juga bisa menandakan adanya kondisi, gangguan atau pertanda penyakit tertentu, seperti gangguan saraf pada usus kosong atau illeum, pasca pembedahan perut, terapi radiasi pada perut, trauma abdomen atau cedera perut, gerakan usus melambat, infeksi rongga perut (peritonitis) atau saluran pencernaan, kadar kalium dan kalsium dalam darah tidak normal, penyumbatan atau obstruksi usus akibat tumor, hernia, atau perlengketan usus, pembuluh darah usus tersumbat oleh pembekuan darah, serta penggunaan obat-obatan seperti antikolinergik, kodein, dan obat bius.

Cara Mengatasi Perut Bunyi

Perut bunyi sebenarnya merupakan pertanda alamiah tubuh pada saat lapar maupun saat mencerna makanan. 

Namun, apabila bunyi perut Anda mengganggu, Anda bisa melakukan beberapa cara untuk menghilangkannya, antara lain: mengunyah makanan perlahan-lahan, berjalan setelah makan, mengurangi konsumsi makanan penghasil gas seperti brokoli, kacang, kol, membatasi konsumsi gula dan makanan atau minuman asam seperti tomat, jeruk, kopi, dan soda, banyak minum air putih, segera makan saat lapar, makan sedikit-sedikit namun sering dan mengelola stress.

Apabila perut bunyi disertai gejala lain seperti mual, muntah, demam, diare, feses disertai darah, berat badan turun tiba-tiba, perut kembung, sembelit, dan nyeri di ulu hati, sebaiknya Anda segera periksa ke dokter, karena apabila disertai gejala lain, berarti perut bunyi menandakan suatu penyakit tertentu.

12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Mayo Clinic Staff. (2017). Bloating, belching and intestinal gas: How to avoid them. (http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gas-and-gas-pains/in-depth/gas-and-gas-pains/ART-20044739)
Baid H. (2009). A critical review of auscultating bowel sounds. DOI: (https://doi.org/10.12968/bjon.2009.18.18.44555)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app