Makanan untuk Diare, Ini Anjuran dan Pantangannya

Dipublish tanggal: Sep 19, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 3 menit

Diare adalah penyakit perut yang dapat dialami oleh siapa saja dalam jangka waktu yang cukup lama, dan mengakibatkan aktivitasmu sehari-hari terganggu. 

Mengkonsumsi makanan yang tepat saat diare sangatlah berguna karena dapat mengurangi gejala encernya tinja dan seringnya buang air besar dari biasanya. 

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Diare bisa reda dan kamu dapat melakukan aktivitas seperti sediakala dengan memilih makanan yang tepat.

Ada beberapa macam penyebab terjadinya diare, yang paling sering terjadi yaitu kebiasaan buruk yang sering dilakukan, seperti makan makanan yang tidak bersih yang dijual dipinggiran jalan dan juga malas mencuci tangan. 

Hal ini dapat menyebabkan diare karena usus mengalami infeksi akibat virus, bakteri atau parasite yang masuk ke dalam perut. 

Obat-obatan dan makanan tertentu juga dapat mengakibatkan diare karena saat keracunan usus dan usus mengalami peradangan.

Maka dari itu, Anda harus lebih teliti dalam memilih makanan dan minuman yang tepat untuk mengatasi dan meringangkan diare agar tidak semakin parah.

Makanan dan minuman yang wajib dikonsumsi ketika Diare

Saat terkena diare, dalam kurun waktu 24 jam Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan yang sederhana dan tidak terlalu mengandung bumbu yang justru memperparah diare. 

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Makanan atau minuman yang mengandung probiotik yang telah diteliti menunjukkan bahwa dapat mempercepat sembuhnya diare. Berikut ini ada beberapa jenis makanan yang dianjurkan untuk dimakan saat terserang diare, di antaranya:

Diet BRAT

BRAT merupakan singkatan dari Banana (pisang), Rice (nasi), Applesauce (saus apel atau apel yang dihaluskan), dan Toast (roti panggang). 

Jenis makanan ini memiliki kandungan serat, protein, dan lemak yang rendah, sehingga baik untuk pencernaan yang sedang bermasalah. 

Pola makanan BRAT juga lebih mudah dicerna dan dapat mengembalikan kepadatan pada tinja untuk mengurangi diare berkelanjutan.

Terdapat makanan lain yang juga termasuk ke dalam diet BRAT, yaitu:

  •  Kentang rebus
  •  Roti pretzel
  •  Ayam panggang tanpa kulit dan lemak
  •  Sereal, oatmeal dan gandum
  •  Biscuit

Orang dewasa dapat mengonsumsi menu makanan di atas, tetapi tidak untuk bayi dan anak-anak karena dapat menyebabkan kekurangan gizi. 

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Setelah gejala diare membaik, Anda harus kembali mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang yang higienis karean diet BRAT tidak untuk jangka panjang.

Mengonsumsi makanan berkuah

Saat terserang diare, Anda harus mengonsumsi cairan yang banyak dengan memakan makanan yang berkuah seperti, sup ayam dan sup sapi agar tidak kekurangan banyak cairan selama terserang diare.

Konsumsi cairan yang tepat

Saat terserang diare Anda dapat kehilangan banyak cairan dan ion tubuh, dan ini akan mengakibatkan tubuh Anda akan mengalami dehidrasi

Agar tidak terjadi dehidrasi Anda dapat mengatasinya dengan meminum cairan isotonic yang mengandung elektrolit dan untuk anak-anak yang terserang diare, dapat Anda berikan cairan oralit. Hal ini dapat menggantikan cairan dan ion tubuh yang hilang saat terserang diare.

Makanan yang perlu dihindari saat Diare

Ada beberapa makanan yang perlu dihindari saat Anda terserang diare. Karena saat diare Anda tidak boleh mengonsumsi makanan yang justru memperparah gejala diare. Berikut adalah daftar makanan yang perlu dihindari saat terserang diare:

Makanan berminyak dan berlemak

Makanan berminyak dan berlemak dapat memperlambat pengosongan lambung yang membuat perut Anda menjadi kembung dan membuat otot dinding pada saluran cerna menegang dan berakibat semakin parah. 

Hal ini telah diteliti oleh para ahli sehingga Anda dilarang mengonsumsi makanan berminya dan berlemak selama diare.

Produk olahan susu

Saat mengalami diare, Anda disarankan untuk tidak mengonsumsi susu karena usus akan kesulitan memproduksi enzim laktase yang diperlukan tubuh untuk menceran gula yang terkandung di dalam susu. 

Melainkan dengan yoghurt, Anda dapat mengonsumsinya saat diare karena yoghurt terdapat kandungan probiotik yang baik untuk meredakan diare.

Alkohol dan kafein

Bagi Anda penggemar kopi, selama terserang diare Anda tidak boleh minum kopi untuk sementara waktu karena dapat memperburuk diare. Begitu juga dengan alkohol juga dapat menyebabkan tinja menjadi encer.

Sayuran yang mengandung gas

Sayuran dan buah-buahan adalah jenis makanan yang wajib dikonsumsi agara tubuh tetap segar dan sehat, tetapi ada beberapa jenis sayur dan buah yang justru harus dihindari saat Anda terserang diare karena ada beberapa kandungan sayur dan buah yang akan membuat perut diare semakin parah karena kandungan asamnya. 

Jenis sayuran yang dapat meningkatkan gas di usus, yaitu kembal kol, kacang polong, brokoli, sayuran berdaun hijau, paprika, plum, buncis, jagung, dan kubis. Serta buah-buahan seperti nanas, anggur, ceri, dan buah ara juga harus dihindari.

Tetapi masih ada sayuran dan buah-buahan yang dapat dikonsumsi saat diare seperti wortel, kacang hijau, jamur, asparagus, dan zucchini.

Kurangi konsumsi pemanis buatan

Mengonsumsi buatan seperti sorbitol dapat membuat perut menjadi kembung, maka dari itu tidak boleh dikonsumsi saat diare. Contohnya permen karet dan minuman soda yang terdapat pemanis buatan.

Makanan pedas

Makanan pedas juga perlu dihindari saat diare, karena pedas pada cabai memiliki kandungan zat capsaicin yang dapat membuat iritasi pada saluran pencernaan yang akibatnya diare semakin bertambah parah.

Jika diare tidak kunjung membaik dan semakin bertambah parah yang disertai gejala lain seperti warna tinja yang menjadi gelap, muncul darah dan lendir pada tinja, mual muntah, demam dan lemas, Anda harus segera memeriksakannya kepada dokter.

8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Diet for nausea, vomiting, or diarrhea (BRAT diet). (n.d.). (https://www.oregonclinic.com/diets-BRAT)
BRAT diet: recovering from an upset stomach. (2017). (https://familydoctor.org/brat-diet-recovering-from-an-upset-stomach/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app