Bahaya Dehidrasi Akibat Diare dan Cara Menanganinya

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 3 menit
Bahaya Dehidrasi Akibat Diare dan Cara Menanganinya

Diare merupakan penyakit yang sangat umum. Setiap orang akan mengalami diare, setidaknya sekali sampai dua kali setiap tahun. Meski bukan masuk golongan penyakit berbahaya seperti kanker dan stroke, diare perlu mendapat penanganan yang tepat. Di negara dunia ketiga, diare menjadi penyebab paling umum kematian balita. Myanmar contohnya,  diare menjadi penyebab kematian kedua pada anak-anak di negara tersebut.  

Diare ditandai dengan peningkatan jumlah buang air besar, biasanya lebih dari tiga kali sehari, atau saat feses yang dikeluarkan menjadi lebih encer dari biasanya.  Biasanya diare juga disertai dengan  demam, mual, muntah, kehilangan nafsu makan dan kram atau nyeri perut. Kadang-kadang juga dapat disertai dengan adanya darah pada feses serta tenesmus (gejala disentri). 

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Tubuh memiliki sistem pertahanan sendiri untuk menghalau serangan dari luar, dan diare merupakan cara tubuh untuk mengeluarkan virus, bakteri atau racun yang masuk ke saluran pencernaan. E. coli adalah virus yang paling sering menyebabkan diare. Penyebaran virus bisa terjadi karena kontak langsung dengan virus yang berasal dari kotoran atau muntah. Jika Anda tidak menjaga kebersihan, terutama dengan mencuci tangan, sangat mudah bagi virus untuk masuk ke dalam tubuh. 

Penyebab diare lainnya adalah keracunan makanan dan air yang tidak bersih. Menggunakan air yang kurang bersih untuk minum, menyikat gigi, membersihkan sayuran dan buah, serta membuat es batu,  dapat menyebabkan infeksi oleh virus, bakteri dan parasit, seperti Giardia lambia. Parasit ini dapat menyebabkan diare dalam satu sampai empat minggu kemudian. 

Diare tidak selalu disebabkan oleh infeksi oleh virus dan teman-temannya, tapi juga noninfeksi, seperti stres, fase akut penyakit inflamasi usus, intoleransi laktosa, alergi makanan, obat-obatan, efek dari operasi pada lambung, usus dan kantung empedu, serta sindrom iritasi usus besar. Terlalu sering mengonsumsi makanan dengan kandungan fruktosa atau sorbitol seperti permen karet juga bisa mengakibatkan diare.  

Selama episode diare, tubuh akan banyak mengeluarkan cairan dan elektrolit  (natrium, klorida, kalium dan bikarbonat) melalui feses cair, muntah dan keringat, urin dan pernapasan. Elektrolit adalah suatu zat yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan menjadi konduktor elektrik. Ion sendiri merupakan atom-atom bermuatan listrik. 

Elektrolit diperlukan untuk menjaga sel-sel tubuh dan berbagai fungsi penting dalam tubuh dapat berjalan normal. Jika banyak elektrolit yang terbuang saat diare, maka tubuh akan mengalami dehidrasi, di mana efeknya bisa mengganggu aktivitas otot dan fungi penting tubuh lainnya. Bahkan pada kasus yang ekstrim dapat menimbulkan kerusakan dan kematian sel. 

Penanganan penting saat diare adalah mengganti secepat mungkin cairan tubuh yang hilang. Banyak minum air saja tidak cukup karena air tidak mengandung elektrolit. WHO merekomendasikan untuk memberikan  minuman yang mengandung elektrolit untuk mengatasi diare. Minuman yang mengandung elektrolit merupakan minuman yang mengandung ion yang dibutuhkan oleh tubuh. Ion dibutuhkan karena mengandung zat-zat seperti Natrium, Kalium, Klorida dan Magnesium yang berguna untuk membantu proses kerja organ tubuh serta pembentukan tenaga. Ion akan membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh serta menjaga dan mengatur tekanan osmotik agar cairan tetap berada didalam tubuh sehingga pasien diare dapat terhindar dari dehidrasi.

Cairan tubuh yang hilang bisa cepat digantikan dengan memberikan minuman  isotonik dan mengandung ion seperti POCARI SWEAT. Pasalnya, POCARI SWEAT adalah minuman elekrolit yang memiliki kandungan yang mirip dengan cairan tubuh, sehingga bisa diserap dengan cepat oleh tubuh untuk mengisi hilangnya cairan tubuh. Meski begitu, perlu Anda pahami  bahwa POCARI SWEAT bukanlah obat diare, tetapi mencegah terjadinya dehidrasi karena diare. Jadi, cegah dehidrasi akibat diare dengan POCARI SWEAT. Terakhir, cukup istirahat, karena saat beristirahat sel-sel tubuh mempunyai kesempatan untuk memperbaiki dirinya sendiri. 

38 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Signs of Dehydration in Infants & Children. HealthyChildren.org. (https://www.healthychildren.org/English/health-issues/injuries-emergencies/Pages/dehydration.aspx)
Dehydration and diarrhea in children: Prevention and treatment. Caring for Kids. (https://www.caringforkids.cps.ca/handouts/dehydration_and_diarrhea)
Dehydration Symptoms, Signs, Headaches & Other Effects. MedicineNet. (https://www.medicinenet.com/dehydration/article.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
Buka di app